Latest Post

Klik Suka untuk mendapatkan update terbaru lewat facebook

Silahkan tunggu 20 detik, atau klik 2x untuk tutup jendelax

Aplikasi Latihan Soal Ujian Sekolah Jenjang SD/MI

Sobat guru dan adik-adik sekalian, kali ini telah hadir sebuah aplikasi yang bisa kita gunakan untuk sarana Latihan Soal Ujian Sekolah / US layaknya tryout yang biasanya telah kita ikuti. Namun bedanya kali ini adalah berupa aplikasi berbasis komputer yang mudah dioperasikan bagi anak-anak jenjang Sekolah dasar maupun Madrasah Ibtida'iyah.

Langsung Saja tanpa basa basi, silahkan Download aplikasinya melalui link di bawah ini : 

Lihat : Sumber 

Kisi Kisi USBN Pendidikan Agama

Bagi anda yang membutuhkan Kisi Kisi USBN Pendidikan Agama Islam, Agama Kristen, Katolik, dan Konghucu untuk jenjang SMP SMA dan SMK Tahun 2017, berikut ini kami Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional Mata Pelajaran Agama Tahun Pelajaran 2016/2017 yang telah dirilis secara resmi dalam laman Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), semoga dapat membantu rekan-rekan guru yang ingin download file kisi kisi ini.

Unduh filenya di bawah ini, dan semoga bermanfaat.

Kisi-kisi USBN Mata Pelajaran Agama Islam SMP, SMA dan SMK Tahun 2017 (unduh disini);
Kisi-kisi USBN Mata Pelajaran Agama Kristen SMP, SMA dan SMK Tahun 2017 (unduh disini);
Kisi-kisi USBN Mata Pelajaran Agama Khonghucu SMP, SMA dan SMK Tahun 2017 (unduh disini); 
Kisi-kisi USBN Mata Pelajaran Agama Katolik  SMP, SMA dan SMK Tahun 2017 (unduh disini).

Pencairan Sertifikasi Guru (TPG) Tahun 2017

Menteri Keuangan Republik Indonesia telah menerbitkan PMK baru tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa yakni Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 187/PMK.07/2016 yang diterbikan pada tanggal 2 Desember 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK. 07/2016 Tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa

Dengan adanya PMK Nomor 187/PMK. 07/2016 Tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa maka aturan tentang penyaluran atau pencairan Dana Desa tahun 2017, penyaluran atau pencairan Dana BOS tahun 2017, penyaluran atau pencairan Tunjangan Sertifikasi / Profesi Guru tahun 2017 via Transfer Daerah, penyaluran atau pencairan Tunjangan Daerah Khusus tahun 2017 via Transfer Daerah, penyaluran dana BOK dan BOKB tahun 2017 harus mengacu pada PMK Nomor 187/Pmk. 07/2016.

Sedangkan terkait Penyaluran atau Pencairan Tunjangan Sertifikai / Profesi Guru tahun 2017 berdasarkan Pasal 80 ( 1) PMK Nomor 187/Pmk. 07/2016 dinyatakan bahwa Penyaluran Dana TP Guru PNSD dilaksanakan secara triwulanan, yaitu: a. triwulan I paling cepat pada bulan Maret; b. triwulan II paling cepat pada bulan Juni; c. triwulan III paling cepat pada bulan September; dan d. triwulan IV paling cepat pada bulan November. Dengan demikian waktu Penyaluran Atau Pencairan Tunjangan Profesi Guru Trwilulan 1 2 3 Dan 4 Tahun 2017 tidak mengalami perubahan.

Sedangkan terkait Penyaluran atau Pencairan Dana Tambahan Penghasilan Guru PNS yang belum mendapatkan TPG berdasarkan Pasal 81 (1) PMK Nomor 187/Pmk. 07/2016 dinyatakam bahwa Penyaluran DTP Guru PNSD dilaksanakan secara triwulanan, yaitu: a. triwulan I paling cepat pada bulan Maret; . b. triwulan II paling cepat pada bulan Juni; c. triwulan III paling cepat pada bulan September; dan d. triwulan IV paling cepat pada bulan November.

Sedangkan terkait Jadwal Perkiraan Penyaluran atau Pencairan Tunjangan Daerah Khusus (Sekarang dinamakan Tunjangan Khusus Guru atau TKD) tahun 2017 berdasarkan Pasal 8 1A ( 1) PMK Nomor 187/Pmk. 07/2016 dinyatakan bahwa Penyaluran Dana TKG PNSD dilaksanakan secara triwulanan, yaitu: a. triwulan I paling cepat pada bulan Maret; b. triwulan II paling cepat pada bulan Juni; c. triwulan III paling cepat pada bulan September; dan d. triwulan IV paling cepat pada bulan November.

standarisasi pesantren

Tema atau isu standardisasi’ belakangan ini tidak hanya menyangkut isu sertifikasi khatib dan/atau penceramah agama (lihat Resonansi 9/2/2017 dan 16/2/2017), tetapi hampir berbarengan juga mengenai pesantren. Gagasan atau wacana tentang ‘standardisasi kurikulum pesantren’ muncul dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Kamarudin Amin (Republika, 9/2/2017).

Kamaruddin Amin menyatakan: “Standardisasi kurikulum’ ponpes ditargetkan dapat dijalankan pada 2017. Kami akan membuat standardisasi kurikulum pesantren dengan standar minimalnya”. Dia menjelaskan, kriteria standardisasi minimal untuk buku-buku yang diajarkan di ponpes dan standar kompetensi pesantren dalam mengembangkan lembaganya.

Apa tujuan dan perlunya ‘standardisasi kurikulum’ ponpes itu? Tujuannya boleh jadi baik. Dirjen Kamaruddin Amin mengelaborasi: “Standardisasi itu akan memperkuat moderasi Islam di ponpes. Jadi, kami akan mengeluarkan buku-buku wajib standar. Ini bukan proyek deradikalisasi, karena ponpes tidak radikal, tapi memperkuat moderasi. Moderasi ini adalah moderasi pendidikan di ponpes”.

Menurut Kamaruddin Amin lebih lanjut, ponpes merupakan lembaga pendidikan [Islam] yang strategis untuk menebarkan Islam moderat yang damai. [Karena itu] kehadiran ponpes harus dapat memberi nilai tambah dengan menangkal muncul [dan berkembangnya] radikalisme dalam masyarakat.

Dalam konteks itu, pernyataan Dirjen Kamaruddin Amin beralasan dan bisa dipahami. Sejak Peristiwa 9/11 [2001], lembaga pendidikan ‘tradisional’ Islam seperti ponpes di Indonesia, yang di negara Muslim lain disebut madrasah seperti di Afghanistan, Pakistan, atau Yaman dipersepsikan pengamat dan media Barat sebagai ‘breeding ground of radicalism’, tempat perkecambahan radikalisme.

Dalam batas tertentu, persepsi itu benar adanya. Keadaan itu terkait kenyataan, madrasah tradisional di negara-negara itu tidak memiliki kurikulum yang jelas. Kurikulum madrasah tergantung pada keahlian, paham keagamaan, dan ideologi-politik syaikh dan gurunya. Tidak ada standar ‘kurikulum nasional’ yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah setempat gagal mencampuri kurikulum madrasah tradisional guna memajukan kualitas pendidikannya.

Di tengah berlanjutnya konflik sektarianisme di antara kelompok syaikh dan guru yang berbeda dan sikap berlainan terhadap rejim berkuasa dan juga kuasa Barat yang ingin intervensi, madrasah di negara-negara tersebut mengalami politisasi luarbiasa. Kegagalan pemerintah membawa madrasah ke arah peningkatan kualitas lewat pengembangan kurikulum lebih komprehensif untuk menyemaikan pemahaman dan praksis Islam damai—jauh dari ektremisme dan radikalisme—berujung pada peningkatan radikalisasi di lingkungan madrasah.            

Lembaga pendidikan ‘tradisional’ Islam Indonesia, sejak dari pondok, pesantren, dayah dan surau berbeda banyak dengan madrasah Afghanistan, Pakistan, Yaman atau negara-negara Muslim lain. Dalam perjalanan dan pengalaman panjang, lembaga-lembaga pendidikan ‘tradisional’ Islam Indonesia justru bertumbuh menjadi pusat perkecambahan dan penguatan Islam wasathiyah yang inklusif, akomodatif dan toleran.

Perkembangan seperti itu terjadi berkat konsolidasi Islam Nusantara sejak abad 17 melalui ulama besar—untuk menyebut beberapa nama—sejak dari Abdurrauf al-Singkili, Muhammad Yusuf al-cMaqassari; kemudian abad 18, Abdul Shamad al-Palimbani, Muhammad Arsyad al-Banjari, Ahmad Khatib Sambas; dan abad 19, Nawawi al-Bantani, Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Mahfuzh al-Termasi, Saleh Darat as-Samarani dan banyak lagi.

Melalui jaringan ulama Nusantara, mereka menghasilkan tiga aspek ortodoksi Islam negeri ini: Pertama, kalam Asy’ari-Jabari; kedua, fiqh asy-Syafi’i; dan ketiga, tasawuf akhlaqi al-Ghazali. Ortodoksi Islam Nusantara ini memiliki distingsinya sendiri yang kemudian berkombinasi dan beramalgamasi dengan budaya lokal berbagai suku bangsa di kawasan ini.

Ponpes menjadi pusat penanaman, pendidikan dan pembentukan tradisi ortodoksi Islam Nusantara. Dalam konteks itu, ponpes memainkan paling sedikit tiga fungsi penting. Pertama, sebagai pusat transmisi keilmuan, pemahaman dan praksis Islam; kedua, pusat pemeliharaan tradisi Islam Nusantara; dan ketiga pusat reproduksi ulama.

Lembaga-lembaga pendidikan ‘tradisional’ Islam Indonesia khususnya Ponpes menemukan salah satu ‘puncak’ konsolidasinya pada abad 19. Sejak dasawarsa pertama abad 19, berkat kian banyaknya murid Jawi dan jamaah haji kembali dari Tanah Suci, pesantren mengalami peningkatan dari segi jumlah dan substansi pendidikan.

Selanjutnya sejak dasawarsa ketiga abad ke-20, lembaga pendidikan ‘tradisional’ Islam juga mulai melakukan pembaruan dalam substansi pendidikan, metodologi pembelajaran dan manajemen. Dengan berbagai pembaruan yang dilakukan, ponpes melakukan adaptasi yang memungkinkannya untuk tidak hanya bertahan di tengah berbagai perubahan di lingkungan lebih luas, tetapi sekaligus memajukan diri untuk menjawab tantangan dan kebutuhan umat Islam Indonesia.


tunjangan insentif guru 2017

Pemberian Tunjangan Insentif Guru Dari Pemerintah Tahun 2017 adalah pemberian penghargaan dalam bentuk uang kepada guru yang bertugas di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, maupun masyarakat dan melaksanakan tugas sebagai guru sekurang-kurangnya dua tahun secara terus-menerus.


Besaran insentif adalah Rp.300.000,- per orang per bulan. Sumber dana untuk pembiayaan program insentif guru bukan PNS berasal dari APBN yang dialokasikan dalam DIPA Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Selanjutnya adalah syarat untuk mengajukan sebagai penerima tunjangan dan kriteria guru penerima insentif adalah sebagai berikut: 
  • Terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan dinyatakan valid.
  • Guru bukan PNS di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah atau masyarakat dan belum memiliki sertifikat pendidik.
  • Berstatus sebagai guru bantu yang dibuktikan melalui Nomor Induk Guru Bantu (NIGB). 
  • Minimal S-1/D-IV, kecuali guru di daerah khusus dan guru bantu. 
  • Diutamakan bagi guru yang memiliki masa kerja minimal 10 tahun secara terus menerus dan belum mencapai usia 60 tahun.
  • Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). 

Selengkapnya tentang Mekanisme Pemberian Tunjangan Insentif Pusat Bagi Guru dari Pemerintah bisa anda baca melalui Juknis Pemberian Insentif Pusat Bagi Guru Honorer, yang bisa anda download melalui link berikut ini : 




Untuk melatih anak didik, ada kalanya kita harus menggunakan berbagai cara, diantaranya memanfaatkan internet sebagai media, Dengan adanya Latihan Soal Ujian Online ini diharapkan siswa mampu menambah wawasan dan pengetahuan untuk memperbanyakan perbendaharan ilmu yang telah dikuasai. 

Pada posting kali ini saya akan bagikan beberapa kumpulan website yang bisa kita gunakan sebagai sarana latihan dalam mengerjakan soal UNBK yang berbasis online

Untuk lebih jelasnya, anda bisa lihat sendiri pada link berikut ini, Caranya, setelah klik link di bawah, anda akan meng akses OPS MULTI WEB yang sebenarnya adalah website untuk mempermudah guru dan operator membuka link-link penting seputar dunia guru, kemudian silahkan cari menu masuk silahkan pilih LATIHAN SOAL UJIAN ONLINE, lalu pilih salah satu website Latihan Soal Ujian Online yang anda sukai. Selesai. Selamat mencoba

Klik link berikut ini : Latihan Soal Ujian Online  

sertifikasi

Pencairan tunjangan sertifikasi guru untuk triwulan pertama 2017 di Kabupaten Sragen terancam molor. Sampai akhir Februari ini, belum ada satupun Surat Keputusan (SK) guru penerima sertifikasi yang turun dari pusat. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Suharto melalui Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Sunari Rabu (22/2) mengungkapkan, pengecekan terakhir 'progres' di SIM Tunjangan Profesi Ditjen GTK Kemendikbud, dari 4.232 guru penerima sertifikasi tahun 2017 yang terdata, belum ada satu pun yang keluar SK.

Belum adanya SK yang turun itu dimungkinkan karena memang masih dalam proses sinkronisasi data pemberkasan di pusat. "Sampai hari ini, belum ada SK yang turun. Pengalaman tahun lalu, untuk triwulan pertama, SK turunnya Maret tapi tanggal SK-nya Februari. Kalau proses 'updating' berkas dari sekolah mungkin sudah selesai, tapi proses di pusat kadang lama," jelas Sunari. 

Menurut Sunari, entri data pemberkasan meliputi data pokok kependidikan (Dapodik), jam mengajar, data sekolah, SK jam mengajar, dan berbagai persyaratan yang sudah ditentukan. Dinas hanya berperan mengontrol berapa SK yang sudah turun untuk kemudian mengurus pengajuan pencairan dana ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Pencairan pun langsung ke rekening masing-masing guru penerima.

juknis osn 2017

Sesuai dengan Juknis / Pedoman pelaksanaan Olimpiade Sains (OSN) SMA tahun 2017, persyaratan bagi para peserta OSN SMA 2017 ini dibagi menjadi 2, yaitu ; Persyaratan Umum, dan Persyaratan KhususDengan adanya Juknis / Pedoman pelaksanaan Olimpiade Sains (OSN) SMA tahun 2017 ini, diharapkan dapat membantu dan mempermudah panitia seleksi di Tingkat Kabupaten/Kota  dan Provinsi, agar penyelenggaraan seleksi dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, berikut ini adalah persyaratannya

Persyaratan Umum : 
  1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan dokumen seperti Kartu Pelajar, KTP, SIM, atau Paspor.
  2. Berminat dan memenuhi syarat minimal pengetahuan yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari bidang keilmuan yang dipilih.
  3. Mendapat persetujuan dari orang tua/wali. Bila peserta memiliki kebutuhan khusus berkaitan dengan kesehatan harus mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.
  4. Setiap siswa hanya dapat mengikuti salah satu bidang keilmuan dan diusulkan oleh Kepala Sekolah berdasarkan hasil seleksi tingkat sekolah.
  5. Belum pernah meraih medali emas OSN Tingkat SMA di semua bidang keilmuan.
  6. Bersedia mengikuti pembinaan khusus ke tingkat Internasional jika lolos dari Tingkat Nasional.
  7. Tuntas pada semua mata pelajaran dan sikap (minimal Baik) mengacu kepada kurikulum yang berlaku



Persyaratan Khusus : 
Matematika
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai Matematika (wajib dan peminatan) tidak kurang dari 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-3.

Fisika
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai Fisika tidak kurang dari 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2.
  • Belum pernah mengikuti Olimpiade Fisika Tingkat Regional atau Internasional.

Kimia
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai IPA untuk SMP/MTs tidak kurang dari 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2
  • Belum pernah mengikuti Olimpiade Kimia Tingkat Internasional.
  • Tidak buta warna dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari dokter

Informatika/komputer
  • Siswa SMP/MTs kelas VIII atau IX; SMA/MA kelas X atau XI.
  • Memiliki nilai Matematika (wajib dan peminatan) tidak kurang dari 80.
  • Mampu mengoperasikan perangkat komputer.

Biologi
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai IPA untuk SMP/MTs tidak kurang dari 80.
  • Memiliki nilai Biologi tidak kurang dari 85 dan memiliki nilai Matematika, Kimia, dan Bahasa Inggris masing-masing tidak kurang dari 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2. Bila telah mengikuti pembinaan tahap ke-2, dapat langsung mengikuti OSN.
  • OSN tidak dapat diikuti oleh siswa yang pernah mewakili Indonesia pada IBO.
  • Siswa hanya diperbolehkan mengikuti OSN maksimal sebanyak 2 kali.

Astronomi
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai IPA untuk SMP/MTs tidak kurang dari 80.
  • Memiliki nilai Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris masing-masing tidak kurang dari 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2.
  • Tidak buta warna dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari dokter
  • Mampu melakukan kegiatan praktik di lapangan.
  • Mampu mengoperasikan perangkat computer

Ekonomi
  • Siswa SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai Ekonomi dan Bahasa Inggris masing-masing tidak kurang dari 80 pada peminatan ilmu pengetahuan sosial.
  • Memiliki nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing tidak kurang dari 80 pada lintas minat mata pelajaran ekonomi.
  • Mampu mengoperasikan perangkat komputer.

Kebumian
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai IPA atau IPS dan bahasa Inggris untuk SMP/MTs masing-masing tidak kurang dari 80.
  • Memiliki nilai Matematika, Fisika atau Geografi, dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2. Bila telah mengikuti pembinaan tahap ke-2 dapat langsung mengikuti OSN.
  • Tidak buta warna dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Buta Warna dari dokter.
  • Mampu melakukan kegiatan praktik lapangan

Geografi
  • Siswa SMP/MTs kelas IX; SMA/MA kelas X dan XI.
  • Memiliki nilai IPA atau IPS dan Bahasa Inggris untuk SMP/MTs tidak kurang dari 80
  • Memiliki nilai Matematika atau Geografi atau Fisika dan Bahasa Inggris untuk SMA/MA minimal 80.
  • Belum pernah mengikuti pembinaan nasional tahap ke-2
  • Tidak buta warna dibuktikan dengan Surat Bebas Buta Warna dari dokter.
  • Mampu melakukan kegiatan praktik lapangan
Selengkapnya tentang mekanisme OSN SMA Tahun 2017, silahkan download Juknis / Pedoman pelaksanaan Olimpiade Sains (OSN) SMA tahun 2017 >> Download

un 2017

Berikut ini adalah kumpulan Latihan Soal UN dan US Sesuai Kisi-kisi UN SMP Terbaru Tahun 2017, Semoga dapat membantu rekan-rekan guru untuk memberikan latihan kepada anak didik kita masing-masing, Download Filenya melalui link berikut ini : 

Latihan Soal US / UN SMP Terbaru Sesuai Kisi-kisi UN SMP 2017

  1. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Sekolah (US)  Tahun 2017 mata Pelajaran Bahasa Indonesia (1) KlikDisini
  2. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Sekolah (US) Tahun 2017 mata Pelajaran Bahasa Indonesia (2) KlikDisini
  3. Download Soal dan pembahasan  Latihan Ujian Sekolah (US) Tahun 2017 mata Pelajaran Matematika (1) KlikDisini
  4. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Sekolah (US) Tahun 2017 mata Pelajaran Matematika (2) KlikDisini
  5. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Sekolah (US) Tahun 2017 mata Pelajaran Bahasa Inggris (1) KlikDisini
  6. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Nasional Tahun 2017 mata Pelajaran Bahasa Inggris (2) KlikDisini
  7. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Sekolah (US) Tahun 2017 mata Pelajaran IPA (1) KlikDisini
  8. Download Soal dan pembahasan Latihan Ujian Sekolah (US) Tahun 2017 mata Pelajaran IPA (2) KlikDisini
Latihan Soal UN SMP berdasarkan Uji Coba Ujian Sekolah (US)  Tahun 2017 :
1.  BAHASA INDONESIAa.  Paket A  ( Download )b.  Paket B  ( Download )c.  Kunci Jawaban  ( Download )
2. Matematikaa.  Paket A  ( Download )b.  Paket B  ( Download )c.  Kunci Jawaban  ( Download )
3.  BAHASA INGGRISa.  Paket A  ( Download )b.  Paket B  ( Download )c.  Kunci Jawaban  ( Download )
4.  IPAa.  Paket A  ( Download )b.  Paket B  ( Download )c.  Kunci Jawaban  ( Download )

un dan us smp 2017

Dalam rangka mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Nasional 'UN' dan Ujian Sekolah 'US' ada kalanya kita harus berlatih menggunakan soal-soal Ujian terdahulu, oleh karena itu berikut ini admin akan bagian beberapa contoh Soal Latihan US dan UN SMP Tahun 2017 Lengkap dengan Kunci Jawaban, Langsung saja silahkan download semua filenya di bawah ini : 

Soal dan Kunci Jawaban Pengayaan persiapan Ujian Sekolah ( US ) dan Ujian Nasional ( UN ) SMP tahun 2017.mapel Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA produk Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud :
Soal Matematika, Download
Soal Bahasa Indonesia, Download
Soal Bahasa Inggris, Download
Soal IPA, Download

Soal dan Kunci Jabatan UN tahun 2016 Tahap I :
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 BAHASA INDONESIA1. Paket A  ( download )
2. Paket B  ( download )
3. Kunci Jawaban ( download )
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 MATEMATIKA1.  Paket A  ( download )
2.  Paket B   ( download )
3.  Kunci Jawaban  ( download )
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 BAHASA INGGRIS1.  Paket A ( download )
2.  Paket B   ( download )
3.  Kunci Jawaban  ( download )
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 I P A1.  Paket A ( download )
2.  Paket B   ( download )
3.  Kunci Jawaban  ( download )


Soal dan Kunci Jabatan UN tahun 2016 Tahap I :
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 BAHASA INDONESIA
1. Paket A ( download )
2. Paket B ( download )
3. Kunci Jawaban ( download )
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 MATEMATIKA
1. Paket A ( download )
2. Paket B ( download )
3. Kunci Jawaban ( download )
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 BAHASA INGGRIS
1. Paket A ( download )
2. Paket B ( download )
3. Kunci Jawaban ( download )
SOAL LATIHAN UN 2016/2017 I P A
1. Paket A ( download )
2. Paket B ( download )
3. Kunci Jawaban ( download )

buku anak seks

Dunia pendidikan anak di Indonesia kembali dibuat geger. Sebuah buku anak-anak yang memuat materi pendidikan seksual tengah menjadi pusat kontroversi di media sosial.

Foto beberapa halaman dari buku berjudul "Aku Belajar Mengendalikan Diri", yang ditulis oleh Fita Chakra ini telah menyebar di seluruh media sosial sejak Senin (20/2). Foto buku tersebut memicu diskusi netizen tentang pentingnya pendidikan seksual, sekaligus memicu kemarahan orang tua.

"Ibu, harap berhati-hati ketika Anda membeli buku untuk anak-anak Anda. Cek dan ricek isinya," tulis salah satu pengguna di Facebook.

Dilansir dari BBC, Rabu (22/2), netizen yang lain mengatakan, "Jika buku ini tentang pendidikan seks, mengapa gambarannya begitu rinci?"

Satu halaman buku yang telah dibagikan via media sosial ini menggambarkan seorang anak berbaring di tempat tidur. Ia menyilangkan kakinya erat-erat pada guling, kemudian menggerakkan badan naik turun.

Bocah pada kartun tersebut mengatakan hatinya jadi berdebar-debar, tapi senang. Dalam foto halaman yang lain, anak itu mengatakan menemukan sebuah mainan baru untuk bersenang-senang dengan cara meletakkan tangan di dalam celana.

Gambaran yang dianggap terlalu rinci tentang aktivitas seksual pada buku tersebut menuai kontroversi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan buku tersebut berbahaya bagi anak-anak, serta berpotensi menyebabkan penyimpangan seksual.

Penerbit buku, Tiga Serangkai, mengatakan buku itu dimaksudkan untuk mendidik anak-anak dan orang tua mengenai pendidikan seksual sejak dini. Mengapa anak-anak melakukan tindakan itu, sekaligus menjelaskan bahwa perilaku itu tidak pantas dan memiliki risiko kesehatan.

"Target dari buku ini adalah orang tua yang merasa anak-anak mereka barangkali memiliki perilaku ini. Tapi, buku ini juga baik untuk semua orang tua dan anak-anak sebagai tindakan pencegahan," demikian pernyataan penerbit.

Kendati demikian, dalam pernyataan mereka, Penerbit Tiga Serangkai mengatakan sudah menarik diri buku itu dari peredaran sejak Desember 2016 lalu, karena respon sebagian besar masyarakat tidak siap. Hanya saja, beberapa toko buku berbasis daring masih menjualnya.

sergur 2017

Berikut ini adalah Mekanisme Sertifikasi Guru Jalur PLPG 2017, Penetapan peserta sertifikasi guru (sergur) tahun 2017 dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara berkeadilan, objektif, transparan, kredibel, dan akuntabel. Orientasinya adalah pada peningkatan mutu pendidikan nasional dengan dilaksanakan secara taat azas, terencana, dan sistematis.

Sertifikasi guru tahun 2017 dilaksanakan melalui Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) bagi guru yang diangkat sebelum tahun 2016. Guru yang mengikuti PLPG tahun 2017 harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 29 Tahun 2016 tentang Sertifikasi bagi Guru yang Diangkat Sebelum Tahun 2016.

Syarat sertifikasi guru melalui pola PLPG :
a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV);
b. Berstatus sebagai guru CPNS, PNS, atau guru tetap;
c. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
d. Terdaftar pada Daftar Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan
e. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) sebelum PLPG, khusus bagi guru yang diangkat setelah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diberlakukan sampai dengan 31 Desember 2015 memiliki hasil UKG sebelum PLPG dengan nilai paling rendah 55.

Sertifikasi guru melalui pola PLPG diakhiri dengan UKG. Guru yang memiliki nilai UKG pada awal PLPG paling rendah 80 dan memperoleh nilai PLPG paling rendah “baik” akan langsung diberikan sertifikat pendidik tanpa mengikuti UKG pada akhir PLPG. 

Guru dinyatakan lulus UKG pada akhir PLPG jika memperoleh nilai paling rendah 80. Guru yang belum memperoleh nilai 80 dapat mengikuti UKG paling banyak 4 kali dalam jangka waktu 2  tahun setelah melakukan belajar mandiri tanpa mengikuti PLPG lagi.

PLPG diselenggarakan bertahap sampai dengan tahun 2019 oleh lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Kuota peserta sertifikasi setiap tahunnya akan ditentukan oleh Mendikbud. Biaya pelaksanaan PLPG dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Sumber : Disini 

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget
Laporkan Link Rusak Disini
×
_

Kirim masukan, keluhan, atau request aplikasi kepada admin melalui pesan di bawah ini