Agustus 2015

Demo Buruh

KSPI- Makin banyaknya ancaman PHK yang terus menjadi mimpi buruk bagi para buruh. Bukan tanpa sebab, ancaman PHK besar-besaran ini terjadi ditengah menurunnya daya beli buruh dan ambruknya Rupiah (Rp) dan menguatnya nilai Dollar Amerika ($).

Atas situasi yang makin membuat buruh Indonesia makin masuk dalam penderitaan yang tanpa batas. Nasib buruh pun makin kian tak menentu. Bagaimana tidak, jelang sepekan terakhir,nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah telah menembus diangka 14.000 dan kalangan pengusaha pun merasakan dampak yang serius karena material import akan menjadikan perusahaan merugi dan langkah perumahan sampai ancaman PHK ratusan ribu buruh di sektor padat karya pun sudah didepan mata.

Oleh karena itu, demi menyelamatkan nasib buruh Indonesia dan rakyat kecil, KSPI dan element buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia (GBI) akan mendesak pemerintah dengan melakukan langkah kongkrit melalui aksi nasional di 20 provinsi yang akan dipusatkan di depan Istana Negara dengan jumlah massa sebanyak 50 ribu buruh Se-Jabodetabek pada Selasa 1 September 2015.

Nantinya, dalam aksi tersebut isu yang disuarakan antara lain:
1.Turunkan harga barang Pokok (Sembako) dan BBM.
2.Buruh menolak PHK akibat melemahnya Rupiah dan perlambatan ekonomi.
3.Tolak masuknya Pekerja Asing/Tenaga Kerja Asing (harus wajib berbahasa Indonesia).
4.Naikan upah min 2016 sebesar 22%(menjga daya beli) dan khl 84 item.
5.Revisi PP tentang jaminan pensiun yaitu manfaat pensiun buruh sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ,bukan Rp 300 ribu/bulan setelah 15 tahun.
6.Perbaiki pelayanan BPJS kesehatan (hapus sistem INA CBGs dan Permenkes no 59 tahun 2014 yang membuat tarif murah,tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan,tambah dana PBI menjadi Rp 30 Triliun, provider RS/klinik diluar BPJS bisa digunakan untuk COB).
7.Bubarkan pengadilan buruh/PHI denga merevisi UU 2/2004 tahun ini juga.
8.Penjarakan Presdir PT Mandom Bekasi yang telah mengakibatkan 27 buruh meninggal serta copot Menaker yang tidak berbuat apapun.

Pada aksi 1 September nanti, titik kumpul aksi akan dipusatkan di bundaran Hotel Indonesia, selanjutnya, massa aksi akan melakukan long march menuju Istana Negara dan selanjutnya akan bergerak menuju kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Kantor Kementerian Kesehatan.
Untuk diketahui, aksi nanti akan dilakukan oleh Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang merupakan gabungan dari KSPI,KSPSI AGN,KSBSI,SBTPI dll.

Tahukah anda apa itu Organisasi ? Organisasi itu merupakan sekelompok orang yang dipersatukan secara formal dalam sebuah kerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. Sementara pengertian dari pengorganisasian yaitu adalah peran kedua di dalam manajemen serta pengorganisasi yang didefinisikan sebagai sebuah proses kegiatan penyusunan struktur organisasi berdasarkan sumber-sumber, tujuan dan lingkungannya. Jadi bisa dikatakan hasil dari pengorganisasian adalah sebuah struktur organisasi. Nah, setelah mengetahui beberapa pengertian di atas maka yang dimaksud dengan struktur organisasi sekolah adalah sebuah susunan komponen-komponen dalam organisasi sekolah dan struktur tersebut yang menunjukkan pembagian kerja dan juga peranan ataupun kegiatan-kegiatan yang tidak sama itu di koordinasikan.



Adapun struktur organisasi sekolah di bagi ke dalam beberapa komponen dengan perannya masing-masing seperti berikut ini :

Kepala sekolah
Di sini kepala sekolah berperan sebagai Manager, Edukator, Administrator, Leader Motivator dan juga Inovator.

Wakil kepala sekolah
Wakil kepala sekolah perannya membantu kepala sekolah dalam melakukan berbagai kegiatan seperti menyusun rencana,
pengarahan, pengorganisasian, pengawasan, penilaian, pengembangan keunggulan, menyusun laporan maupun ketenagakerjaan.

Bagian kurikulum
Peran dari bagian kurikulum di sini adalah untuk menyusun kalender pendidikan, menyusun pembagian tugas para guru maupun jadwal pelajaran, mengatur pelaksanaan program pengayaan, mengatur mutasi siswa maupun menyusun laporan.

Kesiswaan
Beberapa peran dari kesiswaan yaitu untuk mengatur pelaksanaan bimbingan konseling, menyusun pelaksanaan ekstra kurikuler, menyelenggarakan olah raga, menyeleksi calon penerima beasiswa.

Bagian sarana dan prasarana
Struktur di sini memiliki peran untuk merencanakan kebutuhan prasarana penunjang kegiatan belajar, mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana, menyusun laporan. Adapun di bagi masih dibagi menjadi dua bagian yaitu pustakawan sekolah dan pengelola laboratorium.

Ketatausahaan
Ketatausahaan memiliki peran untuk menyusun laporan program kerja, mengelola keuangan sekolah, Mengurus administrasi ketenagaan dan siswa, menyusun administrasi perlengkapan, pembinaan dan juga pengembangan karir pegawai tata usaha di sekolah

Guru
Guru di sini perannya melaksanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan analisis hasil ujian, melakukan kegiatan penilaian proses belajar, mengisi daftar nilai siswa, dan sebagainya.

Wali kelas
Wali kelas di sini berperan penuh dalam pengelolaan kelas.

Guru pembimbing dan konseling
Beberapa perannya yaitu menyusun program pelaksanaan bimbingan dan konseling, memberikan layanan bimbingan kepada para siswa, menyusun laporan dan sebagainya

Dengan dibuat struktur organisasi sekolah tersebut, maka akan tercipta sebuah tatanan yang sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing komponen.

Berikut ini akan saya bagikan Beberapa contoh bentuk bagan Struktur Organisasi Sekolah, silahkan klik tautan di bawah ini : 

DOWNLOAD

Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi:
  1. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah;
  2. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan; dan
  3. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Oleh sebab itu, tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah, meliputi (1) perencanaan program, (2) pelaksanaan rencana kerja, (3) pengawasan dan evaluasi, (4) kepemimpinan sekolah, (5) sistem informasi sekolah,
Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah
Bagan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah

Perencanaan Program :

  1. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi sekolah.
  2. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan misi sekolah.
  3. Merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan tujuan sekolah.
  4. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
  5. Membuat perencanaan program induksi.

Pelaksanaan Program

  1. Menyusun Program Kerja
  2. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan;
  3. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi:
    1. melaksanakan penerimaan peserta didik baru;
    2. memberikan layanan konseling kepada peserta didik;
    3. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik;
    4. melakukan pembinaan prestasi unggulan;
    5. melakukan pelacakan terhadap alumni;
  4. Menyusun KTSP, kalender pendidikan, dan kegiatan pembelajaran;
  5. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan;
  6. Mengelola sarana dan prasarana;
  7. Membimbing guru pemula;
  8. Mengelola keuangan dan pembiayaan;
  9. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah;
  10. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah;
  11. Melaksanakan program induksi

Supervsi dan Evaluasi :

    1. Melaksanakan program supervisi.
    2. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
    3. Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP
    4. Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
    5. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah.

    Kepemimpinan Sekolah :

    Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut:
    1. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
    2. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
    3. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;
    4. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu;
    5. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;
    6. melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;
    7. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat;
    8. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
    9. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
    10. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
    11. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;
    12. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
    13. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
    14. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
    15. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
    16. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
    17. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
    18. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya;
    19. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah;
    20. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa, prosedur-prosedur P3K, prosedur keamanan sekolah;
    21. melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
    22. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional)
    23. membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula;
    24. menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
    25. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;
    26. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula;
    27. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan;
    28. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan;
    29. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula;
    30. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing, pengawas sekolah/ madrasah, dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula;
    31. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
    32. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;
    33. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;
    34. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
    35. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;
    36. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab;
    37. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya

    Sistem Informasi  Sekolah :

    Kepala sekolah, dalam sistem informasi sekolah perlu:
    1. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan, dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi;
    2. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja;
    3. menjalinan kerjasama dengan pihak lain;
    4. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah;
    5. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat, dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi;
    6. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal;
    7. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah;
    8. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU);
    9. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah;
    10. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif.
    Sumber : Buku Kerja Kepala Sekolah, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional, 2011

    Penelitian Tindakan Kelas


    Salah satu bentuk peningkatan profesionalisme guru yang saat ini banyak disorot adalah penyusunan Karya Tulis Ilmiah diantaranya adalah laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi seorang guru disamping sebagai bentuk implementasi peningkatan profesionalismenya juga merupakan salah satu komponen yang diperlukan untuk kenaikan pangkat. 

    Ironisnya ternyata sebuah laporan PTK tidak serta merta bisa lolos menjadi salah satu komponen penyusunan PAK. Oleh karena itu tulisan yang diposting oleh Dr. Imron Rosidi, M.Pd Koordinator Penilai PAK kota Pasuruan dan Penilai PAK Propinsi pada group FB "Ikatan Guru Indonesia" berikut ini patut kita simak, selengkapnya beliau menulis ...

    Mungkin di antara kita pernah merasa kecewa ketika mengajukan PAK, PTK kita dinilai 0. PTK yang telah disusun dengan susah payah dalam waktu yang cukup lama tiba-tiba tidak diakui. Padahal, kita sudah berusaha mengikuti beberapa teori tentang teknik membuat PTK yang baik, penggunaan bahasa ilmiah, dan sistematika yang telah ditentukan. Akan tetapi, mengapa PTK tersebut masih ditolak?

    Ada beberapa syarat sebuah PTK bisa dinilai 4, yaitu sebagai berikut:
    1. Judul PTK harus bercirikan PTK 
      Judul PTK Pada umumnya diawali dengan kata Penggunaaan atau kata Peningkatan, atau kelompok kata Upaya Meningkatkan. Selain itu, judul PTK harus memuat empath al, yaitu penyakit (KD apa yang tidak tuntas), obat (tindakan apa yang akan digunakan), pasien (siswa kelas berapa) dan rumah sakit (SD/SMP/SMA mana)
      Contoh:
      (1) Peningkatan kemampuan memahami jenis bangun dengan menggunakan media PARET siswa kelas V B SD Negeri Petamanan Pasuruan
      (2) Penggunaan Metode Tadarus untuk meningkatkan kemampuan memahami jenis-jenis paragraf siswa kelas X SMAN 2 Surabaya
    2. Dilakukan di kelas guru peneliti mengajar
      Dikatakan sebagai sebuah PTK berarti penelitian dilakukan di kelas tempat guru tersebut mengajar. Dengan demikian, sebenarnya menulis PTK itu tidaklah terlalu sulit karena yang ditulis adalah pengalaman yang dilakukan saat mengajar. Dengan demikian, apabila ada guru kelas 2 melakukan penelitian di kelas 3, sudah dapat dipastikan PTK akan ditolak, begitu pula apabila ada guru mengajar di SD X melakukan penelitian di SD Y, PTK juga pasti ditolak. 



    3. Memiliki prosedur yang benar
      Sebuah PTK selalu ditandai dengan adanya siklus, bisa dua siklus, bisa juga tiga siklus. Tidak pernah ada sebuah PTK yang hanya ada satu siklus karena belum terlihat adanya peningkatannya. Kalau dibandingkan dengan prasiklus, bukanlah PTK, tetapi penelitian eksperimen. Hasil prasiklus sebagai kelompok kontrol, sedangkan hasil siklus satu merupakan kelompok eksperimen.Begitu juga tidak pernah ada PTK yang memiliki lebih dari tiga siklus karena kalau itu terjadi berarti tindakannya perlu diganti atau obatnya tidak manjur. Mengenai berapa pertemuan setiap siklusnya? Memang ada yang mengatakan bahwa setiap siklus diusahakan memiliki lebih dari satu pertemuan karena kalau hanya satu pertemuan dianggap program remidi, bukan PTK. 

    4. Lampirannya lengkap


      Lampiran dalam PTK sangat dibutuhkan untuk membuktikan keabsahan hasil penelitian. Lampiran akan meyakinkan TIM penilai apakah PTK tersebut benar-benar dilakukan atau sekadar laporan palsu. Hal-hal yang perlu dilampirkan antara lain surat izin penelitian, RPP masing-masing siklus, instrumen yang digunakan (lembar observasi dan tes), contoh hasil kerja siswa, dan foto kegiatan. 



    5. Telah diseminarkan 


      PTK yang akan diajukan untuk kenaikan pangkat harus diseminarkan di depan minimal 15 guru dan minimal 3 sekolah yang berbeda. Dalam satu kegiatan seminar, maksimal tiga guru penyaji yang berbeda. Artinya, satu guru hanya boleh satu penyajian. Selanjutnya, bukti seminar yang perlu dilampirkan dalam PAK meliputi surat undangan, daftar hadir yang memuat nama, asal sekolah dan TTD, laporan hasil seminar serta foto kegiatan seminar.
    Inilah yang dapat saya berikan kepada pembaca dalam sebuah tulisan singkat ini. Intinya, menulis PTK itu kuncinya ada kemauan. Untuk kenaikan pangkat, PTK hanya diharuskan untuk kenaikan ke golongan IV ke atas, itu pun satu PTK sudah diperbolehkan. PKB lainnya bisa artikel ilmiah, artikel populer, buku pedoman guru, karya terjemahan, menulis buku, buku pedoman guru, karya seni, dan karya inovatif.

    Disamping itu komentar-komentar yang langsung ditanggapi terhadap postingan tersebut juga mungkin perlu kita simak untuk memperdalam pemahaman kita terhadap tulisan tersebut, diantaranya yang berhasil kami rangkum berikut ini :

    Tanya :
    mohon pencerahan judul yang Bapak berikan dengan judul hasil ubahan saya:
    "Peningkatan kemampuan memahami jenis bangun dengan menggunakan media PARET siswa kelas V B SD Negeri Petamanan Pasuruan"
    diubah menjadi:
    "Peningkatan Kemampuan Pemahaman Jenis Bangun dengan Penggunaan Media PARET Siswa Kelas V B SD Negeri Petamanan Pasuruan"

    Jawab :
    kemampuan itu kata benda dan dilanjutkan dengan kata kerja misalnya kemampuan berlari, kemampuan mengaji, kemampuan mengiitung. Kalau diganti kemampuan pemahaman itu tdk sesuai karena pemahaman itu kata benda

    Tanya :
    Saya baru lulus kuliah & baru menjadi guru. Apakah saya sudah boleh melakukan PTK di Sekolah saya mengajar?

    Jawab :
    Boleh dan tidak wajib untuk pengambilan PAK fungsional. Setelah mempunyai PAK fungsional, 2 tahun berikutnya mengajukan kenaikan pangkat ke III b. PTK yang punyai guru golongan III a lebih baik dilombakan di LKG maupun lomba best practice tinggal mengubah bentuknya.

    Tanya :
    selama ini Judul sebuah karya tulis ilmiah yang saya ketahui harus menggunakan kalimat pasif, karena dalam kalimat pasif terdapat analisis....

    Jawab :
    Tidak. Judul karya tulis ilmiah tidak harus kalimat pasif, tergantung dari jenis karya tulisnya. Kalau karya tulis ilmiah berpentuk artikel populer harus singkat, provokatif dan sesuai dengan isi. Untuk artikel ilmiah hasil penelitian harus tampak variabel penelitiannya. Untuk PTK tampak penyakit, obat, pasien, dan rumah sakitnya. Untuk isi laporan penelitian hendaknya tidak bersifat subjektif sehingga perlu diubah menjadi kalimat pasif, misalnya Dalam penelitian ini saya merumuskan masalah sebagai berikut HARUS DIGANTI Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

    Tanya :
    Syarat yang dibuat-buat serta meperberat. Dengan seminar mininal 3 sekolah buntutnya manipulasi. Jujur lebih terhormat. Hendaknya syarat diseminarkan itu ditiadakan diganti publikasi di perpustakaan beberapa sekolah

    Jawab :
    Hidup itu pilihan. Kalau mau berbohong, dipublikasikan di perpus pun bisa berbohong. Misalnya, karya orang lain diganti nama langsung ke perpus. Kalau diseminarkan, apabila bukan karya sendiri akan tampak berbohongnya. Akan tetapi ini juga tidak menjamin. Semua tergantung dari pribadi guru sebagai tenaga profesional yang digugu lan ditiru. Semoga kejujuran dimulai dari guru dan akan dipertanggungjawabkan di depan sang kaliq.

    Tanya :
    Yang saya ketahui, singkatnya- untuk melakukan siklus berikutnya itu kan tergantung rekomendasi dari siklus sebelumnya, dan tindakan yang dilakukan-pun tergantung rekom dari siklus sebelumnya. Jadi, melanjutkan siklus yang direncanakan atau tidak, tergantung apakah semua indikator keberhasilan itu sudah tercapai apa belum. Dan jarang ada PTK yang 1 siklus sudah selesai, karena biasanya faktor yg diselidiki itu menyangkut banyak hal. Kemudian kalau hanya 1 siklus, dikhawatrikan.... SESUATU/KEBERHASILAN YANG SUDAH DICAPAI PADA SIKLUS PERTAMA ADA KEMUNGKINAN BISA LEBIH BAIK LAGI jika treatment dilanjutkan, akan tetapi jika hasilnya sdh mentok berarti treatment sdh dihentikan di akhir siklus kedua. Itu kira2 yg saya tahu, kenapa kok diupayakan minimal dua siklus. Pada dasarnya melakukan PTK itu kan berupaya untuk memecahkan masalah yg dihadapi. Apa tidak ingin, jika masalah itu terpecahkan secara maksimal?, Seperti dokter pada saat menangani pasiennya. Tindakan yang dilakukan selanjutnya tergantung dari perkembangan sebelumnya. Dan dokter akan menghentikan treatment jika hasilnya sdh maksimal. Maaf.... itu nurut saya.

    Jawab :
    Inti dari PTK adala untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam sebuah KD dengan menggunakan tindakan tertentu. Untuk teori aslinya, memang PTK bisa saja satu siklus. Masalahnya sekarang, kalau hanya satu siklus, hasilnya dibandingkan dengan apa? Kalau dibandingkan dengan prasiklus, berarti bukan sebua PTK, tetapi penilitian eksperimen. Prasiklus sebagai kelompok kontrol dan siklus 1 sebagai kelompok eksperimen. Mengenai perlu dua siklus, tiga siklus atau empat siklus tergantung dari hasil releksi pada siklus sebelumnya dan ketercapaian kriteria yang sudah ditetapkan. Kalau lebih dari tiga sampai empat siklus, berarti tindakan yang kita pili tidak sesuai atau tidak tepat sama dengan obat yang tidak ampu atau tidak bisa menyembukan. Hal itu berarti obatnya perlu diganti atau tindakannya diganti.

    Selanjutnya apabila ada yang perlu didiskusikan, pembaca bisa menghubungi Bp. Dr. Imron Rosidi, M.Pd. dalam email imron_1966@yahoo.co.id atau no HP 081210500199.
    Terima kasih, semoga bermanfaat. amin

    source: https://www.facebook.com/groups/igipusat/permalink/10154204387251393/?pnref=story

    Pada tahun 2015 ini, surat edaran yang diterima Dinas masing-masing Kota/Kab mendapat sorotan dari para guru dan tenaga TU atau juga operator sekolah. Persyaratan tunjangan pada lampiran untuk GTT dan operator terlihat dan jelas membuat gembira para calon penerima. Adapun bagi Sekolah kami di daerah kami suratnya telah kami terima dan semoga saja daerah lain juga sudah mendapat pemberitahuannya.

    Tunjangan GTT

    Nah, di tahun 2015 ini status honorer diganti menjadi harian lepas/.Untuk isi surat edaran tersebut berisi beberapa point diantaranya :

    A. Persyaratan/kriteria Calon Penerima Dana Jasa/Upah Guru dan Tata Usaha Harian Lepas Jenjang SD, SMP/MTS dan SMK/SMA/MA (sesuai pemberitahuan surat edaran dari Dinas Pendidikan masing-masing daerah).
    Untuk Tata usaha adalah sebagai berikut :

    Tata Usaha Berstatus Non PNS, bukan merupakan CPNS/PNS yang menjadi tenaga harian lepas.
    1. Tata Usaha yang diusulkan minimal berijazah SMA sederajat
    2. Masa kerja honor minimal TMT Nopember 2012, berturut-turut tanpa putus.
    3. Untuk tata usaha diutamkan tata usaha bagian Administrasi, Operator Dapodik, Perpustakaan, Laboran.
    4. Penerima Dana Jasa/Upah Tata Usaha harian lepas sesuai dengan kebutuhan jumlah siswa setiap sekolah.
    B. Lampiran Usulan Guru dan Tata Usaha Harian Lepas sebagai berikut :
    1. Mengisi daftar usulan guru dan tata usaha harian lepas.
    2. Melampirkan format S1, S2, S3, S4, dan S5
    3. Foto Copy SK Pertama kali tugas di Sekolah
    4. Foto copy SK Pembagian tugas mengajar 2 tahun terakhir yaitu 2012/2013 dan 2013/2014 yang telah dilegalisir kepala sekolah.
    5. Fotocopy Ijazah terakhir dan bagi guru ( akta mengajar )
    6. Foto copy rekening Sekolah a.n. Guru Komite dan Tata Usaha Komite

    Kuliah gratis


     PALEMBANG - Gubernur Sumsel Alex Noerdin meluncurkan program kuliah gratis yang akan diselenggarakan mulai tahun ajaran ini. Program itu merupakan yang pertama diselenggarakan pemerintah provinsi di Indonesia.  


    Sebelumnya, Sumsel telah menggratiskan biaya Pendidikan dari tingkat SD hingga SLTA atau sederajat baik negeri atau swasta sejak 2008. Bahkan, khusus di Kabupaten Musi Banyuasin sudah dilakukan sejak 2002.

    Kebijakan itu juga merupakan perwujudan janji Alex dan sang wakil Ishak Mekki saat kampanye dua tahun silam. Alex mengatakan, APBD yang dialokasikan sebesar Rp 50 miliar.
    "Kami tidak menetapkan secara pasti berapa mahasiswa yang akan mendapatkan program kuliah gratis ini. Namun akan disesuaikan dengan anggaran awal terlebih dahulu. Ke depannya anggaran akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," tutur Alex, Minggu (23/8).

    Namun, Pemprov Sumsel jua menerapkan tiga syarat. Yakni, calon mahasiswa berasal dari keluarga yang tidak mampu secara finansial, lulus seleksi masuk, serta bukan perokok aktif..
    "Tidak ada alasan bagi masyarakat Sumsel untuk tidak sekolah dan mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Semua biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan akademis sudah disiapkan. Semua ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumsel," tutur Alex.

    Pemprov Sumsel menggandeng Universitas di Korea Jeonju University dan Nanjing Polytechnich Institute Tiongkok untuk menjalankan program kuliah gratis tersebut.
    Dari dalam negeri, Sumsel menggandeng Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Politeknik Sriwijaya, serta UIN Syarif Hidayatulah, Jakarta.



    Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan penilaian kinerja guru yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

    Oleh karena itu pada posting kali ini admin akan membagikan Daftar Bukti Fisik / Administrasi Kelas Pendukung Kegiatan Penilaian Kinerja Guru untuk mempermudah bagi semua rekan-rekan guru dalam mempersiapkan segala macam administrasi yang dibutuhkan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Penilaian Kinerja Guru di masing-masing instansi sekolah.

    Berikut Daftar Administrasi Bukti Fisik Pendukung PKG : 

    1. KTSP / Kurikulum sekolah
    2. standar isi 
    3. kalender pendidikan 
    4. program Tahunan / PROTA
    5. program semester / PROMES
    6. buku analisa KKM
    7. silabus 
    8. RPP
    9. buku pegangan pokok (paket)
    10. buku penunjang 
    11. buku penilaian 
    12. bank soal / LKS
    13. buku analisis hasil penilaian 
    14. buku perbaikan dan pengayaan
    15. buu bimbingan dan penyuluhan
    16. buku prestasi anak
    17. alat peraga cetak
    18. alat peraga elektronik
    19. alat peraga 3 dimensi 
    20. papan / tempat pajangan 
    21. buku absensi murid
    22. buku supervisi PS / KS
    23. buku tamu umum
    24. buku induk 
    25. buku laporan pendidikan
    26. buku bukti penyerahan raport
    27. buku penghubung 
    28. buku mutasi anak
    29. buku notulen rapat 
    30. buku inventaris kelas 
    31. buku catatan keuangan 
    32. buku bukti penyerahan tabungan 

    KLIK DISINI untuk download dokumen bukti fisik, jika tidak ada anda bisa cari di blog ini dengan menggunakan kolom pencarian pojok kanan atas, atau KLIK DISINI.

    Untuk guru PAI cukup sampai nomor 14 saja, jika anda belum memiliki file-file diatas anda bisa cari di Internet atau lihat daftar isi blog ini, atau tetap tinjau blog ini, nanti admin akan share satu persatu dari file-file diatas, silahkan tinggalkan komentar anda jika ada pertanyaan. 

    Demikian dan semoga bermanfaat.

    Anies

    JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Balas Budi Guru. Caranya dengan melakukan donasi mileage bagi anggota GarudaMiles untuk disumbangkan kepada para guru agar mereka dapat terbang dengan gratis.

    Program Balas Budi Guru ini, sudah dilakukan antara Mendikbud dan Dirut Garuda Indonesia pada 31 Juli 2015.

    "Donasi mileage yang dilakukan anggota GarudaMiles dapat dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online. Langkah pertama, anggota GarudaMiles melakukan login ke laman GarudaMiles dengan alamat www.GarudaMiles.com, lalu masukkan nomor GarudaMiles dan kata kunci atau password, kemudian klik tombol “Masuk”," terang Anies, Rabu (19/8).

    Setelah masuk, pilih menu “Penukaran Miles”, lalu klik ikon “Donasi”, dan pilih ikon #BalasBudiGuru, kemudian akan muncul keterangan berupa tulisan berjudul “Donasikan Miles Anda untuk Mewujudkan Impian Guru Terbang dengan Garuda Indonesia”.

    Setelah itu klik tulisan “Klik di sini” yang terdapat di dalam tulisan itu. Selanjutnya akan muncul formulir data yang harus dilengkapi anggota GarudaMiles. Setelah data diisi dengan lengkap dan benar, klik tombol “Kirim”, dan beri tanda centang (√) pada pernyataan yang muncul, kemudian klik tombol “Lanjut”.

    Lalu klik tombol “OK” untuk menjawab pertanyaan “Apakah Anda yakin ingin melanjutkan permintaan ini?”. Selanjutnya akan muncul notifikasi apabila donasi sudah berhasil dilakukan. Lalu klik “Cetak” sebagai bukti donasi Balas Budi Guru.

    "Dalam Program Balas Budi Guru ini, cukup dengan menyumbangkan 1.000 miles, anggota GarudaMiles dapat turut serta mengembangkan dunia pendidikan nasional dan mewujudkan impian para guru untuk terbang secara gratis bersama Garuda Indonesia," paparnya.

    Mendikbud mengajak seluruh masyarakat yang menjadi anggota GarudaMiles untuk bersama-sama mengumpulkan dan mendonasikan mileage mereka dengan target mencapai satu miliar miles.
    “Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memuliakan guru dengan menerbangkan para guru secara gratis ke seluruh tujuan,” terangnya. 

    source : JPNN

    Dapodik


    Mungkin masih banyak dari rekan-rekan operator  sekolah yang masih bingung ketika menemukan kata-kata yang cukup asing yang terdapat pada aplikasi dapodik, untuk itu berikut saya bagikan beberapa daftar istilah yang terdapat pada aplikasi dapodik beserta keterangannya. 

    Backup 
    Proses membuat salinan data sebagai cadangan saat terjadi kehilangan atau kerusakan data asli. Salinan data yang dibuat disebut dengan “data   backup”.   Manfaat   dari   proses   backup   diantaranya, mengembalikan  kondisi  suatu  sistem  komputer  yang  mengalami kerusakan atau kehilangan data, mengembalikan suatu file yang tanpa sengaja terhapus atau juga rusak.

    Blockgrant
    Pemberian bantuan dana untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu, baik dalam bidang pendidikan, pembangunan sosial politik, hukum atau pembangunan aspek lainnya dengan tujuan untuk mempercepat laju pembangunan.

    Dapodikdas 
    Data pokok pendidikan dasar; Aplikasi data pendidikan yang digunakan untuk menjaring data pendidikan tingkat dasar (SD dan SMP).

    Data Periodik
    Data menurut periode tertentu; muncul atau terjadi di selang waktu yg tetap; data berkala (contoh pengisian di tabel peserta didik terdapat data periodik siswa yang berisi data tinggi badan, berat badan, jarak rumah ke sekolah, dan lain-lain).

    Data Turunan
    Data  anak;  data-data  lain  yang  mengacu  atau  menggunakan  data induknya.

    Drag n Drop
    Gerakan perangkat penunjuk di mana pengguna memilih objek virtual dengan "meraih" dan menyeretnya ke lokasi yang berbeda (dalam hal ini dari tabel satu ke tabel lain). Contoh drag n drop adalah pada saat pengisian anggota rombel.

    Generate Prefill
     Sebuah proses   yang berguna sebagai back up database dapodik yang diambil dari server dapodik. Hasil generate prefill diambil dari hasil sinkronisasi terakhir dari sekolah yang ditarik ke dalam file database persekolah (bentuk file *.prf).

    GTT/PTT                                                   
    Guru Tidak Tetap/ Pegawai Tidak Tetap.

    GTY/PTY                                                   
    Guru Tetap Yayasan/ Pegawai Tetap Yayasan.

    Inpassing
    Proses penyesuaian kepangkatan Guru Bukan  Pegawai Negeri Sipil dengan kepangkatan Guru Pegawai Negeri Sipil.

    KGB
    Kenaikan gaji yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah mencapai masa kerja golongan yang ditentukan untuk kenaikan gaji  berkala yaitu setiap 2 (dua) tahun sekali dan apabila telah memenuhi  persyaratan   berdasarkan   peraturan   perundang-undangan   yang  berlaku. Pengisian KGB dapat ditemukan pada tabel Rincian Data PTK. 

    Kode Registrasi 
    “kunci” untuk memuat/ mengaktivasi data sekolah. Kode registrasi akan dibagikan oleh KKDATADIK masing-masing daerah. Pastikan Anda menggunakan  kode  registrasi  sekolah  Anda  sendiri  dan  tidak membagi/memberitahu    kode    ini    pada    pihak    yang    tidak berkepentingan.Kode Registrasi digunakan pada saat registrasi awal di aplikasi (aktivasi).

    KPS
    Kartu Perlindungan Sosial; Kartu yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia  dalam  rangka  Program  Percepatan  dan  Perluasan  Sosial  (P4S). Dengan memiliki KPS, rumah tangga berhak menerima program- program perlindungan sosial, seperti : Raskin dan Bantuan Siswa Miskin  (BSM), sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga tahun 2014. KPS  memuat informasi Nama Kepala Rumah Tangga, Nama Pendamping  Kepala Rumah Tangga, Nama Anggota Rumah Tangga, Alamat Rumah  Tangga, dilengkapi dengan kode batang beserta nomor identitas KPS  yang unik. Bagian depan bertuliskan Kartu Perlindungan Sosial dengan  logo burung Garuda.

    MBS                                                          
    Manajemen  Berbasis  Sekolah;  Penyerasian  sumber   daya  yang dilakukan  secara  mandiri  oleh  sekolah  dengan  melibatkan  semua kelompok  kepentingan  (stakeholder)  yang  terkait  dengan  sekolah secara   langsung   dalam   proses   pengambilan   keputusan   untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

    PD
    Peserta didik; siswa; murid.

    Prefill
    Data hasil kiriman ke server dari sekolah-sekolah di semester yang lalu yang kemudian data tersebut di package ulang sehingga ketika login di aplikasi yang baru sekolah hanya tinggal mengentri data peserta didik baru, pemetaan rombel, dan melengkapi data yang belum terisi pada aplikasi sebelumnya.

    PTK
    Pendidik dan Tenaga Kependidikan; guru; pengajar.

    Push Data Sinkronisasi                          
    Proses  memasukkan  hasil  data  balasan  dari  server  pusat  melalui sinkronisasi offline ke dalam aplikasi Dapodikdas.

    Restore                                                    
    Mengembalikan atau menerapkan kembali data yang tersimpan  (di backup) di komputer ke dalam aplikasi Dapodikdas. 

    Rombel                                                    
    Rombongan belajar; kelas.

    Sinkronisasi                                             
    Fasilitas yang terdapat pada aplikasi Dapodikdas untuk mengirimkan data dari pengguna (operator sekolah) ke server pusat (Dapodikdas).

    TMT                                                           
    Terhitung Mulai Tanggal

    TST                                                            
    Terhitung Selesai Tanggal

    Validasi                                                     
    Fasilitas di dalam aplikasi Dapodikdas yang bertujuan untuk mencegah data  invalid  masuk  ke  server  pada  saat  pengguna  melakukan sinkronisasi (online atau offline). 


    Demikian dan Semoga bermanfaat. Salam satu data..



    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget
    Laporkan Link Rusak Disini
    ×
    _

    Kirim masukan, keluhan, atau request aplikasi kepada admin melalui pesan di bawah ini