December 2016



Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur mendesak pemerintah untuk melakukan moratorium penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG).

Usulan tersebut diajukan karena UKG dinilai memberatkan guru dan tidak sesuai tujuan awal. Yakni, sebagai pemetaan kompetensi tenaga pendidik.

”Fungsi UKG kan sebagai pemetaan kompetensi guru. Jadi, tidak perlu dilakukan setiap tahun. Kalau dilakukan setiap tahun, ujian tersebut hanya akan membebani anggaran pemerintah,” ungkap Ichwan Sumadi, ketua PGRI Jatim, Sabtu (3/12).

Ichwan mengatakan, jika berfungsi sebagai pemetaan guru, UKG seharusnya dilakukan secara periodik. Misal, empat tahun sekali.

Dengan demikian, dana yang dikeluarkan untuk UKG setiap tahun itu bisa dialihkan untuk keperluan pendidikan lainnya. Misalnya, pembangunan sarana-prasarana dan peningkatan tunjangan guru.

Selain itu, PGRI menyesalkan pelaksanaan UKG yang digunakan sebagai syarat sertifikasi dan perolehan tunjangan guru.

Sebab, cara itu jelas melanggar aturan. Ichwan menyebut, hingga saat ini tidak ada aturan undang-undang pendidikan yang menyebut lolos UKG sebagai syarat mendapatkan tunjangan sertifikasi.

”Tidak ada aturan semacam itu,” jelasnya. Ichwan menyampaikan, selain melanggar aturan, pelaksanaan standar UKG tahun ini dinilai sangat memberatkan guru.

Standar kelulusan yang meningkat dari 60 menjadi 80 jelas membuat resah para guru. PGRI memprediksi, tahun ini dengan standar tersebut, guru yang lolos seleksi UKG akan semakin sedikit.

Yakni, hanya sekitar 10 persen. Sisanya harus rela mengulang ujian. Standar kelulusan tersebut, tutur Ichwan, harus segera direvisi pemerintah.

Pengurus Besar (PB) PGRI sepakat nilai UKG ke depan seharusnya dibagi sesuai jenjang umur. Misal, guru usia muda 25–30 tahun tetap bisa menggunakan standar 80.

Untuk guru dengan usia 30–40 tahun, standar bisa diturunkan menjadi 75. ”Perbedaan standar nilai ini sudah kami usulkan pada pemerintah pusat,” jelasnya.

Keputusan perbedaan standar itu, terang Ichwan, dilakukan atas berbagai pertimbangan. Salah satunya tingkat melek teknologi yang berbeda antara generasi muda dan tua.

Dia mencontohkan, saat ini banyak guru berusia di atas 50 tahun yang kesulitan jika dituntut untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

Sebaliknya, peran teknologi sebagai sarana penunjang pembelajaran tersebut sudah dikenal baik oleh guru berusia muda.

”Intinya, kami berharap ke depan kompetensi guru Indonesia akan semakin baik. Maka, kualitas guru muda yang masih produktif tersebut memang harus didorong sejak sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat pendidikan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Daniel M. Rosyid menyebut usulan guru untuk melakukan moratorium UKG tersebut tidak tepat.

Sebab, peran UKG yang menjadi tolok ukur kompetensi guru sebagai pendidik sangatlah penting. ”Usulan itu tidak tepat. Kalau ingin menjadi tenaga profesional, guru harus teruji,” terangnya.

Daniel juga menampik alasan PGRI bahwa pelaksanaan uji kompetensi tersebut akan membebani pemerintah jika dilakukan setiap tahun. Menurut dia, kondisi tersebut tidak akan terjadi jika guru bisa berpikir mandiri.

”Saat ini, mayoritas guru memosisikan diri sebagai pegawai, bukan profesional. Akibatnya, guru hanya bergantung pada dana pemerintah,” terang alumnus University of Newcastle, Inggris, tersebut.

Selain itu, Daniel mengkritik pelaksanaan UKG yang tidak dilakukan oleh organisasi profesi guru. Sebaliknya, pelaksanaan UKG malah diserahkan pada pemerintah.

Padahal, untuk menjadi tenaga profesional, guru harus memiliki organisasi profesi yang kuat.

”Ke depan seharusnya PGRI bisa mencontoh IDI (Ikatan Dokter Indonesia, Red) atau PII (Persatuan Insinyur Indonesia, Red) yang mampu menyelenggarakan uji kompetensi mandiri bagi sesama profesinya. Ini penting agar ke depan guru tak hanya bergantung pada pemerintah. Tapi, juga bisa bergerak mandiri,” jelasnya.

source : www.jawapos.com



Bapak ibu guru yang berbahagia dimanapun anda berada, ada kabar gembira bagi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena, saat ini Kemendikbud telah menyediakan layanan informasi dan pengaduan bagi kita selaku pelaku pendidikan di Indonesia. 

Dengan adanya fasilitas ini diharapkan kita dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dan tempat memberikan pengaduan terhadap segala sesuatu yang terjadi di dunia pendidikan di tempat kita masing-masing. 

Langsung saja untuk menuju halaman yang dimaksud, silahkan klik tautan di bawah ini :


Demikian dan semoga bermanfaat.


Hari libur nasional pada tahun 2017 dalam kalender tahun 2017 yang ditetapkan oleh Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi birokrasi.

Surat Keputusan Bersama Nomor 684 Tahun 2016, Nomor 302 Tahun 2016, dan SKB/02/MENPAN-RP/11-2016 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2017.

Surat Keputusan Bersama (SKB) mencakup hari libur Nasional dan Cuti Bersama di tahun 2017. Berikut ini detail Hari Libur Bersama dan Cuti Bersama di Tahun 2017.

Selengkapnya silahkan unduh pada tautan dibawah ini.

sumber : http://kkgjaro.blogspot.co.id


Udah awal Desember aja nih, akan ada kejutan menarik nih di akhir tahun ini. Bukan hanya kejutan kembang api dan juga suara terompet yang akan menyambut akan tetapi juga Fenomena Alam.

Kalau berbicara tentang bulan ini memang publik pasti menantikannya terlebih untuk segera mempersiapkan diri menyambut tahun baru. Akan tetapi meski memiliki banyak agenda untuk tahun baru dan juga Natal kalian tak boleh melewatkan info ini.

Rangkaian Fenomena Alam sudah mulai menyapa di akhir tahun ini untuk para penggemar foto dan publik. Dari hujan meteor hingga penampakan lain akan segera menghiasi langit Indonesia bulan ini.
Yang pertama akan menyapa adalah konjungsi Bulan dengan Planet Venus yang akan menyapa publik bertepatan dengan laga Indonesia vs Vietnam. Ya tepat pada tanggal 3 Desember 2016 publik akan dikunjungi oleh fenomena alam tersebut.

Bahkan Fenomena Alam konjungsi Bulan dengan Venus ini telah terlihat tanda-tandanya dilangit senja Indonesia. Tandanya adalah adanya obyek terang seperti binang di langit barat yang muncul saat senja mulai menyapa bumi.

Obyek terang yang dimaksud bukanlan bintang akan tetapi Planet Venus yang mungkin akan lebih trlihat akhir pekan ini. Kedua adalah konjungsi Bulan dan Planet Mars yang akan menyapa pada 5 Desember mandatang.

Mars dan Bulan sendiri akan berada pada posisi paling dekat selama fase yang telah dialami. Kalian dapat menikmati Fenomena Alam ini selepas magrib tepatnya saat langit sudah berubah menjadi merah.

Info penting lagi bagi kalian yang ingin menikmati perhatikan titik merah yang mencolok bersanding dengan bulan sabit. Yang ketiga mungkin paling banyak ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Fenomena Alam ini akan menyapada pada 9 Desember mendatang dengan sebutan hujan meteor Puppid-Velid. Hujan meteor yang satu ini dapat dinikmati oleh publik saat berada di berbagai lokasi di Indonesia.

Akan tetapi mungkin akan terhalang dengan cahaya bulan yang sudah mulai terang karena berusia 10 hari. Mungkin cahaya jatuhnya meteor tak akan seindah penampakan jika bulan masih berusia muda.


Kabarkendari.com – Meski belum mengetahui kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2017 namun Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas menjamin akan ada penerimaan. Sampai saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi atau Kemenpan-RB sampai saat ini belum memberikan informasi selanjutnya.

Penerimaan CPNS sudah pasti ada 2017 ini berdasarkan informasi dari Menpan,” kata Lukman Abunawas, Minggu 27 November 2016.

Selain CPNS jalur umum, Kemenpan-RB telah merencanakan mengangkat bidan pegawai tidak tetap atau PTT. “Itu sudah ada informasi lagi dari pemerintah pusat kalau akan mengangkat bidan PTT pada 2017 nanti,” katanya.

Khusus penerimaan CPNS jalur umum, kata Lukman, diutamakan bagi daerah pemekaran. Di antaranya, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Konawe Kepulauan dan Kolaka Timur. Namun daerah lain pun tidak menutup kemungkinan juga akan ada, khusus daerah yang dianggap mengalami kekurangan pegawai bisa diusulkan.

Untuk kuotanya lanjut Lukman, sampai sekarang pihaknya belum mengetahui. Pemerintah Provinsi Sultra menunggu petunjuk dan panggilan Kemenpan-RB.

“Bidan desa sudah ada. Tinggal kita laporkan kuota yang layak. CPNS juga tetap ada tapi menunggu usulan yang kita akan lihat dulu,” tambahnya.

Meski begitu, Lukman selalu ragu dengan keputusan pemerintah pusat. Sebab, setiap bulan mengalami perubahan.

“Sejak awal saya sudah katakan, kita punya kebijakan untuk penerimaan formasi kepegawaian adalah kementerian. Tapi, kadang keputusan bulan ini ada, bulan depan tidak ada lagi,” ketusnya.

source : http://kabarkendari.com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget
Laporkan Link Rusak Disini
×
_

Kirim masukan, keluhan, atau request aplikasi kepada admin melalui pesan di bawah ini