Halloween Costume ideas 2015

Beberapa Sekolah Ini Terapkan Sistem SKS

Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Yogya akan menerapkan sistem satuan kredit semester (SKS)

Baca Juga

Sekolah Ini Terapkan Sistem SKS

Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Yogya akan menerapkan sistem satuan kredit semester (SKS). Layaknya kuliah, sekolah tersebut memungkinkan siswa yang berprestasi akan bisa menyelesaikan pembelajaran lebih cepat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana menjelaskan, ada tujuh SMP yang akan menerapkan sistem SKS tersebut.

Tujuh sekolah ini diantaranya adalah SMP Muhammadiyah 3 Yogya, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 16, SMPN 8, SMPN 7, dan SMPN 1. “Sistem SKS ini akan diterapkan pada tahun ajaran baru, namun beberapa sekolah di luar DIY sudah ada yang menerapkan,” jelasnya, Rabu (28/6/2017).
Aturan terkait dengan penerapan sistem SKS ini mengacu pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 158 Tahun 2014.

Adapun sejumlah persyaratan teknis untuk sekolah yang menerapkan sistem tersebut di antaranya jumlah ruang belajar harus lebih banyak dari rombongan belajar (rombel), jumlah guru memadai, serta setiap ruangan mulai dari laboratorium hingga musala yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran.
Banyaknya ruang belajar itu, kata dia, untuk persiapan moving class. Moving class ini dilaksanakan agar potensi peserta didik dapat benar-benar terasah. Sementara, untuk kurikulum pendidikan maupun muatan lokal yang diajarkan tidak ada perubahan. Dia menyebutkan, bagi sekolah yang hendak menerapkan sistem SKS tersebut, harus membuat analisa dan memaparkan ke Dinas Pendidikan.
Pihaknya juga akan melakukan pengujian sebelum menyatakan sekolah tersebut dinyatakan layak menerapkan sistem SKS.

Jika sudah dinyatakan bisa menggunakan sistem ini, sekolah yang lolos akan melaksanakan sistem SKS bertahap mulai dari kelas tujuh dulu pada tahun pertama. Dari penghitungan, ada 240 SKS untuk menyelesaikan jenjang pendidikan SMP. “Dalam kondisi normal total SKS tersebut bisa diselesaikan dalam enam hingga delapan semester. Namun jika sampai delapan semester belum selesai, maka ada kemungkinkan dikenai drop out (DO) layaknya dalam sistem perkuliahan,” ulasnya.
Lebih Cepat Meskipun ada sistem DO, namun, bagi siswa berprestasi akan memungkinkan untuk menyelesaikan pembelajaran secara lebih cepat. Sebaliknya, bagi siswa yang kurang optimal maka pembelajarannya akan lebih lambat.

Menurut Edy, total 240 SKS ini bisa jadi hanya diselesaikan empat semester atau dua tahun, bahkan juga memungkinkan sampai empat tahun. Tetapi, tidak ada yang tinggal kelas. Hanya nantinya, ada sejumlah siswa yang mengalami kelebihan SKS.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan.. Klik facebook Jika ingin berkomentar dengan menggunakan akun facebook anda

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget