Halloween Costume ideas 2015
Articles by "NUPTK"

NUPTK Bagi Guru Honorer 2018

Berikut ini adalah info lengkap tentang bagaimana cara mendapatkan NUPTK bagi GTT / Guru Honorer di tahun 2018.

Juknis Pengelolaan NUPTK, Syarat Dan Mekanisme Penerbitan NUPTK berdasarkan Peraturan Setjen Kemendikbud No 1 Tahun 2018. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Setjen Kemendikbud) telah menerbitkan Peraturan Setjen Kemendikbud Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dalam peraturan Peraturan Setjen Kemendikbud No 1 Tahun 2018 antara lain diatur tentang syarat atau persyaratan Penerbitan NUPTK dan Mekanisme Penerbitan NUPTK yang mulai berlaku tahun 2018.

Berikut ini Salinan Peraturan Setjen Kemendikbud No 1 Tahun 2018. Sekretaris Jenderal (Setjen Kemendikbud) telah menerbitkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1TAHUN 2018
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN NOMOR UNIK PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN,

Menimbang  :   a.  bahwa  untuk  melaksanakan  ketentuan  Pasal  19 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun  2015  tentang Data  Pokok  Pendidikan,  perlu menyusun petunjuk teknis;
b.  bahwa  dalam  rangka  penertiban,  pemanfaatan,  dan pengelolaan data pokok pendidikan khususnya mengenai penerbitan,  penonaktifan,  dan reaktivasi  nomor  unik pendidik  dan  tenaga  kependidikan,  perlu  mengatur mengenai pengelolaan nomor  unik  pendidik  dan  tenaga kependidikan;
c.  bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Sekretaris  Jenderal Kementerian  Pendidikan dan  Kebudayaan  tentang Petunjuk  Teknis  Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

Mengingat  :  1.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun  2015  tentang  Organisasi  dan  Tata  Kerja Kementerian Pendidikan  dan  Kebudayaan  (Berita  Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 593);
2.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 tahun  2015  tanggal  31  Desember  2015,  tentang  Data Pokok  Pendidikan  (Berita Negara  Republik  Indonesia Tahun 2015 Nomor 2102);

MEMUTUSKAN
Menetapkan   :  PERATURAN  SEKRETARIS  JENDERAL  KEMENTERIAN PENDIDIKAN  DAN  KEBUDAYAAN  REPUBLIK  INDONESIA TENTANG PETUNJUK  TEKNIS  PENGELOLAAN NOMOR  UNIK PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1.  Nomor  Unik  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan  yang selanjutnya  disebut  NUPTK  adalah  kode  referensi  yang berbentuk  nomor  unik  bagi pendidik  dan  tenaga kependidikan sebagai identitas dalam menjalankan tugas pada Satuan  Pendidikan di  bawah  binaan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2.  Penerbitan  NUPTK  adalah  proses  pemberian  NUPTK kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan peraturan ini.
3.  Penonaktifan  NUPTK  adalah  proses  pemberhentian pemakaian  NUPTK  oleh  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan sesuai dengan peraturan ini.
4.  Reaktivasi  NUPTK  adalah  proses mengaktifkan  atau menghidupkan  kembali  NUPTK yang sebelumnya sudah berstatus  nonaktif  oleh Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan sesuai dengan peraturan ini. 
5.  Pendidik adalah guru dan pendidik lainnya pada Satuan Pendidikan di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
6.  Tenaga  Kependidikan  adalah  anggota  masyarakat  yang mengabdikan  diri  dan  diangkat  untuk  menunjang penyelenggaraan pendidikan.
7.  Dinas  Pendidikan  adalah  unsur  pelaksana  urusan pemerintahan daerah bidang pendidikan.
8.  Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang  menyelenggarakan  pendidikan  pada  jalur  formal, nonformal,  dan  informal  pada setiap  jenjang  dan  jenis pendidikan.
9.  Pusat  Data  dan  Statistik  Pendidikan  dan  Kebudayaan, yang  selanjutnya  disebut  PDSPK  adalah  unsur pendukung  tugas  Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan  dibidang  data  dan  statistik  pendidikan  dan kebudayaan.  

Pasal 2
Pengelolaan NUPTK bertujuan untuk:
a.  meningkatkan  tata  kelola  data Pendidik  dan  Tenaga ependidikan;
b.  memberikan identitas resmi kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan; dan
c.  memetakan  kondisi  riil data  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan.

Pasal 3
Pengelolaan NUPTK dilakukan dengan prinsip: 
a.  keadilan;
b.  kepastian;
c.  transparan;
d.  akuntabel;
e.  efektif; dan
f.  efisien.
Pasal 4
(1)  Pengelolaan  NUPTK  dilakukan  melalui  sistem  aplikasi dalam jaringan.
(2)  Pengelolaan NUPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.  Penerbitan NUPTK;
b.  Penonaktifan NUPTK; dan 
c.  Reaktivasi NUPTK.

Syarat (Persyaratan Penerbitan NUPTK yang mulai berlaku tahun pada Peraturan Setken Kemendikbud No 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dapat dilihat atau dibaca pada pasal 5

Pasal 5
(1)  Penerbitan  NUPTK  dilakukan  oleh  PDSPK  dengan tahapan:
a.  penetapan calon penerima NUPTK; dan
b.  penetapan penerima NUPTK.
(2)  Penetapan  calon  penerima  NUPTK  sebagaimana dimaksud pada  ayat  (1)  huruf a dilakukan apabila Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
a.  sudah  terdata  dalam  pangkalan  data dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id  atau  dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id.
b.  belum memiliki NUPTK; dan
c.  telah  bertugas  pada  Satuan  Pendidikan  yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional. 
(3)  Penetapan  calon  penerima  NUPTK  dilakukan  dalam jaringan  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id  pada  tingkat  Satuan Pendidikan.
(4)  Penetapan penerima NUPTK sebagaimana dimaksud pada ayat  (1)  huruf  b  dilakukan berdasarkan  permohonan Penerbitan  NUPTK  dari Pendidik  atau  Tenaga Kependidikan  yang  sudah  ditetapkan  sebagai  calon penerima NUPTK.
(5)  Permohonan Penerbitan  NUPTK sebagaimana  dimaksud pada  ayat  (4)  dilakukan  melalui sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id dengan  melampirkan syarat sebagai berikut:
a.  Kartu Tanda Penduduk (KTP); 
b.  ijazah  dari  pendidikan  dasar  sampai  dengan pendidikan terakhir;
c.  bukti  memiliki  kualifikasi  akademik  paling  rendah diploma    IV  (D-IV)  atau  strata  1  (S-1)  bagi  Pendidik dan  Tenaga  Kependidikan  pada Satuan Pendidikan Formal;
d.  bagi yang  berstatus sebagai  Calon  Pegawai  Negeri Sipil  (CPNS)  atau  Pegawai  Negeri  Sipil  (PNS) melampirkan:
1.  Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS atau PNS; dan
2.  SK penugasan dari Dinas Pendidikan;
e.  surat keputusan  pengangkatan dari kepala Dinas Pendidikan  bagi  yang  berstatus  bukan  PNS yang bertugas  pada  Satuan  Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah; dan
f.  telah  bertugas  paling  sedikit  2  (dua)  tahun  secara terus menerus bagi yang berstatus bukan PNS pada Satuan  Pendidikan  yang diselenggarakan  oleh masyarakat  yang  dibuktikan  melalui  surat keputusan  pengangkatan dari ketua  yayasan  atau badan hukum lainnya.
(6)  PDSPK  menerbitkan  NUPTK  setelah syarat  permohonan Penerbitan NUPTK  sebagaimana  dimaksud pada ayat (5) diverifikasi  dan  divalidasi melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id oleh:
a.  kepala Satuan Pendidikan;
b.  kepala Dinas Pendidikan atau Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) sesuai kewenangan; dan
c.  kepala  Lembaga  Penjaminan  Mutu  Pendidikan (LPMP), Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini  dan Pendidikan  Masyarakat  (BP-PAUD  dan Dikmas),  atau  Biro  Perencanaan  dan  Kerja  Sama Luar Negeri (BPKLN) sesuai kewenangan.
(7)  PDSPK  menetapkan  penerima  NUPTK  dan menginformasikan  melalui  laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Pasal 6
Penerbitan  NUPTK  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal 5 dikecualikan  bagi Pendidik  dan Tenaga  Kependidikan yang mengikuti  program khusus  dari  Kementerian  Pendidikan  dan Kebudayaan.

Pasal 7
(1)  Penonaktifan NUPTK dilakukan oleh PDSPK.
(2)  Penonaktifan NUPTK sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1) dilakukan karena:
a.  permohonan dari pemilik NUPTK; dan/atau
b.  tidak  terdata  sebagai  pendidik  atau  tenaga kependidikan;
(3)  Penonaktifan NUPTK sebagaimana dimaksud  pada  ayat (2) huruf a dilakukan dengan syarat sebagai berikut:
a.  pemohon  mengajukan  surat  pernyataan menonaktifkan NUPTK  bermaterai dalam  bentuk cetak dan salinan  digital  kepada  kepala Satuan Pendidikan; 
b.  NUPTK  yang  diusulkan harus  atas  nama sendiri bukan atas nama orang lain; 
c.  surat persetujuan kepala Satuan  Pendidikan dalam bentuk salinan digital; dan
d.  surat  persetujuan  dari  kepala  Dinas  Pendidikan setempat dalam bentuk salinan digital.
(4)  PDSPK  menonaktifkan  NUPTK  setelah  verifikasi  dan divalidasi  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id oleh:
a.  kepala Satuan Pendidikan;
b.  kepala  Dinas  Pendidikan  atau  Atdikbud  sesuai kewenangan; dan
c.  kepala  LPMP,  BP-PAUD  dan  Dikmas, BPKLN sesuai kewenangan.
(5)  Penonaktifan  NUPTK  dilakukan melalui  sistem aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id.
(6)  PDSPK  menginformasikan  NUPTK yang  sudah nonaktif melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Pasal 8
(1)  PDSPK dapat melakukan Reaktivasi NUPTK.
(2)  Reaktivasi NUPTK sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan  berdasarkan permohonan  dari  Pendidik  dan Tenaga Kependidikan.
(3)  Permohonan  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  dilakukan  dengan syarat:
a.  data  pemohon  sudah  ada  dalam  data  pokok pendidikan;
b.  NUPTK  harus  atas  nama  pemohon,  bukan  atas nama orang lain;
c.  mengajukan  surat  pernyataan mengaktifkan NUPTK dengan bermaterai dalam  bentuk cetak dan salinan digital kepada kepala Satuan Pendidikan; 
d.  surat  persetujuan  kepala Satuan  Pendidikan dalam bentuk cetak; dan
e.  surat  persetujuan  dari  kepala  Dinas  Pendidikan dalam bentuk salinan digital.
(4)  Syarat permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf  c,  huruf  d,  dan  huruf  e diunggah  melalui sistem aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id.
(5)  NUPTK  direaktivasi  setelah  persyaratan  permohonan sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (3)  diverifikasi  dan divalidasi  melalui  sistem aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id oleh:
a.  kepala Satuan Pendidikan;
b.  kepala  Dinas  Pendidikan  atau  Atdikbud  sesuai kewenangan; dan
c.  kepala  LPMP,  BP-PAUD  dan  Dikmas, atau BPKLN sesuai kewenangan.
(6)  NUPTK yang  sudah direaktivasi diinformasikan  melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Pasal 9
Setiap  tahapan  Pengelolaan  NUPTK  dilakukan  tanpa pungutan biaya.

Pasal 10
Pengelolaan  NUPTK  dilakukan oleh  PDSPK  berdasarkan mekanisme Pengelolaan NUPTK sebagaimana tercantum pada Lampiran yang merupakan  bagian  tidak  terpisahkan dari Peraturan Sekretaris Jenderal ini. 

Pasal 11
Peraturan Sekretaris  Jenderal ini  mulai  berlaku  pada  tanggal ditetapkan. 

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 23 Februari 2018

Peraturan Setjen Kemendikbud Nomor 1 Tahun 2018 tentang  Juknis Pengelolaan NUPTK
Terkait mekanisme peneribitan NUPTK yang berlaku mulai tahun 2018 terdapat dalam lampiran Peraturan Setjen Kemendikbud No 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Berikut ini penjelasan singkat terkait mekanisme penerbitan NUPTK, yakni sebagai berikut:

Tahap 1 mekanisme peneribitan NUPTK yang berlaku mulai tahun 2018 sebagaimana terdapat dalam lampiran Peraturan Setjen (Sekjen) Kemendikbud No 1 Tahun 2018
1) Satuan Pendidikan melakukan input data pokok pendidikan melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selanjutnya Satuan Pendidikan melakukan sinkronisasi aplikasi Dapodik.
2) PDSPK melakukan verifikasi dan validasi data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) melalui sistem aplikasi VervalPTK. Data PTK hasil sinkronisasi aplikasi Dapodik kemudian dibandingkan dengan data PTK yang ada di database arsip dengan ketentuan sebagai berikut:
a) jika NUPTK valid, maka dilakukan pencocokan data PTK sehingga status NUPTK menjadi valid;
b) jika NUPTK tidak valid dan NUPTK kosong, maka data PTK tersebut dijadikan calon penerima NUPTK;
c) jika NUPTK tidak valid dan NUPTK tidak kosong, maka dilakukan pencarian lebih lanjut dengan ketentuan sebagai berikut:
i. jika data PTK ditemukan sesuai, maka dilakukan pencocokan data PTK sehingga status NUPTK menjadi valid;
ii. jika data PTK tidak ditemukan, maka data PTK tersebut dijadikan calon penerima NUPTK. Satuan Pendidikan memeriksa data PTK yang sudah masuk daftar calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK. Kemudian, Satuan Pendidikan memberitahukan kepada PTK untuk menyiapkan dokumen persyaratan calon penerima NUPTK.

Tahap 2 mekanisme peneribitan NUPTK yang berlaku mulai tahun 2018 sebagaimana terdapat dalam  lampiran Peraturan Setjen (Sekjen) Kemendikbud No 1 Tahun 2018
1) Pendidik atau Tenaga Kependidikan (PTK) menyiapkan dokumen persyaratan calon penerima NUPTK. Setiap dokumen (dokumen asli dan berwarna, bukan fotocopy) tersebut di-scan dan disimpan dalam bentuk salinan digital, kemudian diserahkan kepada Satuan Pendidikan untuk diunggah melalui sistem aplikasi VervalPTK.
2) Satuan Pendidikan memeriksa kembali kelengkapan dokumen persyaratan dan memastikan sesuai dengan data di sistem aplikasi - 4 - VervalPTK. Selanjutnya Satuan Pendidikan mengunggah semua dokumen persyaratan dan mengirim pengajuan melalui sistem aplikasi VervalPTK.
3) Atdikbud atau Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK. Atdikbud atau Dinas Pendidikan memeriksa validitas data dan dokumen persyaratan. Jika valid dan memenuhi persyaratan maka selanjutnya data tersebut diterima atau disetujui. Jika tidak valid dan ditolak maka diberikan alasannya. Pengajuan yang ditolak akan kembali menjadi calon penerima NUPTK.
4) BPKLN, LPMP atau BP PAUD-DIKMAS sesuai kewenangannya melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK. BPKLN, LPMP atau BP PAUDDIKMAS memeriksa validitas data dan dokumen persyaratan. Jika valid dan memenuhi persyaratan maka selanjutnya data tersebut disetujui atau diterima. Jika tidak valid akan ditolak dan diberikan alasannya. Pengajuan yang ditolak akan kembali menjadi calon penerima NUPTK.
5) PDSPK menerbitkan NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh BPKLN atau LPMP/BP PAUD-DIKMAS. Satuan Pendidikan memeriksa status penetapan penerima NUPTK melalui sistem aplikasi VervalPTK, kemudian menginformasikannya kepada PTK terkait. NUPTK yang sudah diterbitkan dapat dilihat melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Selengkapnya silahkan download Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Peraturan Sekjen Kemendikbud) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunujuk Teknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Link download Peraturan Setjen / Sekjen Kemendikbud) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Juknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (disini)

Link download Lampiran Peraturan Setjen / Sekjen Kemendikbud) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Juknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (disini)

Demikian info tentang Peraturan Sekjen Kemendikbud) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Juknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan, semoga bermanfaat. Terima kasih

Sumber artikel : klik disini

Cara Daftar NUPTK Online 2017

Berikut ini adalah cara daftar NUPTK secara online yang bisa anda coba di tahun 2017 ini. Seperti yang kita ketahui bersama mekanisme penerbitan NUPTK ini selalu berubah. Oleh karena itu kami bagikan info terbaru terkait cara mendapatkan NUPTK secara online tahun 2017.

 Pengajuan NUPTK pada tahun ajaran 2017/2018 sedikit di permudah, karena bisa dilakukan pengususlan melalui aplikasi dapodik dan verval ptk secara online. Jika di setujui maka NUPTK akan dikeluarkan berdasarkan SK Dirjen di Kemdiknas RI.

Setelah melalui verifikasi serta validasi (verval) oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan, bagi guru yang belum mempunyai NUPTK akan diusulkan dengan melengkapi dokumen-dokumen yang sesuai kriteria untuk di kirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat. Sesudah lolos verifikasi oleh Disdik dan dinyatakan lulus verifikasi maka PDSPK juga akan menerbitkan #NUPTK untuk guru tersebut.

Berkas yang di perlukan bagi PNS atau CPNS
  1. KTP
  2. SK Pengangkatan PNS/CPNS Asli (Buka Foto Copy)
  3. SK Penugasan
  4. Ijazah SD
  5. Ijazah SMP
  6. Ijazah SMA
  7. Ijazah S1

Berkas yang di perlukan bagi Guru Non PNS

  1. KTP
  2. SK Bupati/Wali Kota/Gubernur
  3. Surat Tugas dari atasan langsung
  4. Ijazah SD
  5. Ijazah SMP
  6. Ijazah SMA
  7. Ijazah S1
Langkah-Langkah Melakukan Pengususlan NUPTK Secara Online
  1. Pastikan syarat-syarat dokumen diatas sudah dilengkapi, silahkan masuk ke Website resmi Verval PTK http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id
  2. Masukan user name dan pasword login dapodik yg sudah terdaftar di SDM Kemdikbud.
  3. Pilih menu “NUPTK” dan pilih calon “calon penerima NUPTK” maka akan muncul nama Guru yang akan didaftarkan sebegai penrima NUPTK baru 2017/2018.
  4. Klik nama PTK tersebut dan pilih Upload dokumen dibagian kiri atas.
  5. Sebelum mengupload berkas dokumen pastikan anda sudah men Scan file dokumen diatas dan format scan harus PDF.
  6. Setelah dokumen-dokumen yang akan diupload sudah lengkap silahkan upload dokumen tersebut sesuai dengan nama file yang harus diupload.
  7. Terakhir silahkan sobat klik “Upload Dokumen” pada bagian bawah. selesai sekarang anda tinggal menunggu hasil verifikasi kabupaten, jika verval kabupaten disetujui maka ada harapan besar anda mendapatkan NUPTK.
Berikut Bagian dari manfaat NUPTK
  • Mengikuti Program Sertifikasi,
  • Mendapatkan Tunjangan
  • Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) dan 
  • Beasiswa Pendidikan. (Jika memenuhi syarat yang telah di tetapkan)
Demikian dan semoga membantu. 

Sumber : lihat disini

Cara Mendapatkan NUPTK Bagi Guru Honor 2017
Alur pengajuan NUPTK baru

Untuk mendapatkan NUPTK bagi anda yang masih berstatus honorer sebenarnya gampang-gampang susah, Pada kesempatan ini saya akan bagikan mekanisme cara mengajukan NUPTK baru tahun 2017. Namun sebelum membahas lebih lanjut mari kita perhatikan terlebih dahulu persyaratan lengkapnya, kurang lebih Anda harus memenuhi syarat sebagai berikut ini :

Syarat akademis lihat disini : Syarat Akademis Pengajuan NUPTK

Syarat dibawah ini bisa dibilang syarat yang cukup sulit diantaranya adalah : 

Untuk Sekolah Negeri :
Memiliki SK Pengangkatan Dari Bupati/Walikota/Gubernur (perhatikan point VI/B )
Di Tahap ini memang tahap yang paling sulit, mengingat sesuai PP no. 48 tahun 2005 Pasal 8 semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis, kecuali ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah, yang selanjutnya ditegaskan lagi oleh Mendagri melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 814.1/169/SJ perihal larangan pengangkatan tenaga honorer oleh Gubernur/Bupati/Walikota di institusi pemerintahan sesuai PP no. 48 tahun 2005 pasal 8 tersebut, namun setelah anda mendapatkan SK Bupati/walikota/gubernur maka langkah selanjutnya akan sangat mudah.

Untuk Sekolah Swasta :
Memilik SK Pengangkatan GTY Selama 2 tahun dihitung sampai bulan januari 2016 (sk tidak berlaku surut)

Jika anda sudah memenuhi syarat diatas, selanjutnya anda pastikan data pada aplikasi dapodik sudah benar dan valid.

Jika data pada dapodik semuanya sudah memenuhi dan sudah tersingkron, data Anda akan otomatis ke menu calon penerima NUPTK. Jadi intinya Anda adalah menunggu sampai data Anda muncul di menu tersebut.

Untuk lihat data calon yang sudah masuk lihat disin (Login Operator) : Cek Data Pengajuan NUPTK
Pilih Verval PTK, Kemudian klik ditengah gambar, Kemudian Login Kembali.
Setelah masuk, Pilih NUPTK, kemudian Pilih Calon Penerima NUPTK, Jika nama anda sudah muncul sebagai calon penerima NUPT, brarti NUPTK anda sudah siap dibuat,

Klik Nama calon penerima dan yang terakhir Upload semua dokumen yang dibutuhkan (Termasuk SK Bupati/Walikota/Gubernur). 

catatan : 
(Jika bingung untuk login hubungi operator anda), begitu juga untuk memantau proses yang sedang berjalan anda bisa juga login ke halaman tadi.


Sekian, dan kurang lebihnya mohon maaf, apabila ada kekurangan dalam proses tahapannya mohon masukan. terima kasih. . 

verval ptk

PTK dapat memiliki NUPTK dengan cara mengisi kuisioner Pengajuan NUPTK, pengisian kuesioner Pengajuan harus dengan lengkap, benar dan rasional sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Persyaratan mendapatkan  NUPTK
  1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Warga Negara Indonesia
  2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang memiliki Satuan Administrasi Pangkal (Sekolah Induk) yang jelas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
  3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada jalur pendidikan formal-non formal baik yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional maupun Kementerian Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  4. Pendidik dan tenaga kependidikan yang masih aktif melaksanakan tugas sesuai dengan kewajibannya.
  5. Usia pendidik dan tenaga kependidikan setinggi-tingginya 60 th.
  6. Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang memiliki masa kerja serendah-rendahnya ( minimal ) 2 tahun tanpa putus yang dibuktikan dengan melampirkan SK Tugas dari Kepala Sekolah/Instansi bagi PTK non-PNS.
Sedangkan cara mengajukan NUPTK secara online melalui verval PTK bisa anda unduh caranya melalui link di bawah ini.

Perhitungan rasio guru dan siswa yang tertuang pada PP 74 Tahun 2008, kini menjadi acuan dalam Syarat Untuk Mengajukan dan penerbitan NUPTK, Rasio guru dan siswa terpenuhi maka dengan syarat tersebut jadi acuan segala jenis tunjangan yang juga erat kaitannya dengan Nomor Unik Pendidika dan tenaga Kependidikan

1. Sudahkan sekolah anda melakukan verval PTK lewat akun sekolah (vervalptk.data.kemdikbud.go.id)? disitu akan diminta upload ijazah S1 serta foto... semua guru yang terdaftar dalam dapodik nah... kalau ada 1 saja yang tidak terupload, ya berarti sekolah tersebut terhambat penerbitan NUPTK bagi yang membutuhkan NUPTK.

2. Sudah sesuai kah rasio guru : siswa di sekolah anda? Nah, ini yang berat..... karena banyak sekolah yang gak rasionil. perhitungannya :

a. Tuk SD, Jumlah siswa misalnya 100 orang, maka guru yang boleh berada di sekolah tersebut adalah :
100/20 = 5 orang, ditambah dengan 1 KS, 1 Guru Agama, 1 Guru Penjas. Berarti hanya bisa terbit kalau jumlah guru di sekolah tersebut adalah 8 org, walaupun di SD ini terdapat 6 rombel. apabila tidak ada guru mapel agama atau penjas, maka kembali hitungannya mapel tersebut dipegang oleh guru kelas, jadi kembali semakin mengecil jumlah guru yang boleh berada di SD tersebut.

b. untuk SMP, Jumlah siswa misalnya 100 orang, maka guru yang boleh berada di sekolah tersebut adalah : 100/20 = 5 orang, ditambah dengan 1 KS, 1 WK, 1 Kalab, 1 Kapus n 1 BP. Berarti hanya bisa terbit klu jumlah guru di sekolah tersebut adalah 10 org. apabila tidak ada BP, Lab atau perpustakaan, jadi kembali semakin mengecil jumlah guru yang boleh berada di SMP tersebut.

c. untuk SMA, Jumlah siswa misalnya 100 orang, maka guru yang boleh berada di sekolah tersebut adalah : 100/20 = 5 orang, ditambah dengan 1 KS, 3 WK, 1 Kalab, 1 Kapus n 1 BP. Berarti hanya bisa terbit klu jumlah guru di sekolah tersebut adalah 12 org. apabila tidak ada BP, Lab atau perpustakaan, jadi kembali semakin mengecil jumlah guru yang boleh berada di SMA tersebut.

d. untuk SMK, Jumlah siswa misalnya 100 orang, maka guru yang boleh berada di sekolah tersebut adalah : 100/15 = 6 orang, ditambah dengan 1 KS, 4 WK, 2 Kalab, 1 Kapus n 1 BP. Berarti hanya bisa terbit klu jumlah guru di sekolah tersebut adalah 10 org. apabila tidak ada BP, Lab atau perpustakaan, jadi kembali semakin mengecil jumlah guru yang boleh berada di SMK tersebut.

e. Untuk TK, Jumlah siswa misalnya 100 orang, maka guru yang boleh berada di sekolah tersebut adalah 100/15 = 6 orang, ditambah dengan 1 KS. Berarti hanya bisa terbit klu jumlah guru di sekolah tersebut adalah 7 org.

3. Ingat, harus S1 sdhkah dipenuhi? klu gak, jangan harap NUPTK bisa terbit, dan semua ini didasarkan pada inputan Dapodik oleh OPERATOR SEKOLAH.

sumber : kkgjaro.blogspot.com


Menyambung dan melengkapi berita perihal Verval PTK yang kami publikasi sebelumnya, maka kami informasikan bahwa pada saat ini PDSPK (Pusat Data dan Statistik Pendidikan Dan Kebudayaan) telah merilis Panduan Pengelolaan Data GTK dan NUPTK. Panduan tersebut berisikan informasi dan petunjuk penggunaan sistem verifikasi dan validasi Data Master GTK yang dapat diakses pada laman: http://gtk.data.kemdikbud.go.id.  Panduan memuat penjelasan mengenai mekanisme penerbitan dan penonaktifan NUPTK GTK Kemendikbud dan juga mekanisme penerbitan dan penonaktifan NUPTK GTK Kemenag. Panduan Pengelolaan Data GTK dan NUPTK dapat diakses pada laman: 

Dalam Panduan Pengelolaan Data GTK dan NUPTK juga berisi penjelasan dan tata cara untuk melakukan proses VervalGTK (sebelumnya dipopulerkan dengan nama VervalPTK). Dalam teknis operasionalnya  VervalGtk/vervalPTK  akan melibatkan beberapa pihak yang berhubungan dengan data master GTK, oleh karenya system ini memiliki pembagian level akses sebagai Operator Dapodik Sekolah, Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Operator Ditjen GTK, dan Operator PDSPK, dimana masing-masing level dapat menjalankan proses sesuai dengan kewenangannya. Dalam Panduan Pengelolaan Data GTK dan NUPTK ini menjelaskan tatacara Operator Dapodik Sekolah untuk melakukan perbaikan data Master GTK, upload foto, proses pengajuan calon penerima NUPTK dan juga proses penonaktifan NUPTK. Juga memberikan panduan bagi Operator Dinas Pendidikan Kabupaten/kota dalam melakukan proses approval pengajuan perubahan data GTK, proses merger PTK duplikat, menetapkan sekolah induk, dan proses approval pengajuan calon penerima NUPTK GTK Kemendikbud. VervalGTK/VervalPTK dapat diakses pada laman: http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id


Dalam pelaksanaan VervalGTK/VervalPTK ini pihak sekolah hendaknya melakukan koordinasi dengan Penanggungjawab Pengelola Verval Data GTK dan NUPTK di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing. Penanggungjawab Pengelola Verval Data GTK dan NUPTK di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota adalah petugas yang ditunjuk berdasarkan surat dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor: 029/A/LL/2016 Tanggal 7 Januari 2016 Perihal: Penunjukkan Penanggungjawab Pengelola Verval Data GTK dan NUPTK. Surat tersebut merupakan tindak tindak lanjut dari Surat Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga kependidikan Nomor: 14652/B.B2/PR/2015 Tanggal 28 Desember 2015 Perihal: Penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di Tahun 2016. Ke 2 (dua) surat tersebut dapat diakses pada laman: http://sdm.data.kemdikbud.go.id/upload/dokumen/20160108055839_Edaran%20ke%20SDM.pdf

JIka operator sekolah menemukan Invalid NUPTK pada nama PTK atau NUPTK Duplikat atau ganda, hal ini menjadi harus diperbaiki berikut akan kami uraikan beberapa langkang dalam mengatasi NUPTK Invalid dan Duplikat.

Solusi mengatasi Invalid NUPTK, Cek dulu kevalidannya baca klik Cara Periksa Keaktifan NUPTK, Cara Mengatasi NUPTK Invalid Dan Ganda Pada Verval PTK
Pastikan pada aplikasi dapodik sudah dicek seperti dibawah ini :
1. Pada menu Penugasan PTK sudah dipilih Sekolah Induk (Ya);
2. Sudah dimapping pada Rombel pembelajaran;
3. Jika sudah diperbaiki lakukan sync, tunggu 1x24jam;
4. Jika karena salah entri NUPTK di dapodik, operator sekolah tinggal tunggu/pantau saja di vervalGTK, admin PDSPK akan melakukan verval yang hasilnya :

a. jika datanya ditemukan di arsip status invalidnya akan berubah jadi valid dan NUPTKnya terupdate;
b. jika datanya tidak ditemukan di arsip, nanti dijadikan kandidat penerima NUPTK(muncul dimenu Calon Penerima NUPTK). Yang kemarin terlanjur/belum(sama saja) entri Peg Id masuk poin ini.
Baca juga Cara Verval PTK Upload Dokumen usul NUPTK

Jika yang terjadi NUPTK Duplikat atau Ganda

Cara mengatasi NUPTK ganda menurut admin PDSPK Aryadi Nugroho diselesaikan di Disdik Kab/Kota setempat (penentuan sekolah induk, karena tercatat lebih dari 1 sekolah, upload SK Satminkal/Penugasan Induk), admin dinas yang eksekusi.
Sumber : http://www.infoptk.com/2016/02/Solusi.NUPTK.Invalid.VervalPTK.html

Berikut ini adalah informasi tentang Cara cek status NUPTK KEMDIKBUD/KEMENAG. Status NUPTK bagi seorang GTK Kemendikbud/Kemenang dapat ditelusuri berdasarkan nomor NUPTK. Arsip NUPTK yang ditampilkan ini merupakan hasil rekonsiliasi data NUPTK terbitan sistem NUPTK generasi-generasi sebelumnya dengan sistem NUPTK generasi PADAMU NEGERI. 




Untuk melakukan cek status NUPTK, silahkan klik tautan dibawah ini kemudian Masukkan Nomor NUPTK lalu klik icon kaca pembesar yang berwarna merah kemudian tunggu hingga loading selesai.

Alternatif link Cek status NUPTK : http://goo.gl/0dtCkd

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) merupakan Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK). NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

NUPTK

NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap. NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.

GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan data yang bersangkutan telah di-input dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi Dapodikdasmen atau dapodikpauddikmas sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) GTK oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan – Kemendikbud, bagi GTK yang memang belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk GTK secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan untuk dikirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat melalui sistem Aplikasi Verval GTK untuk di verifikasi, setelah lolos verifikasi oleh Disdik selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh Ditjen GTK dan bila selanjutnya dinyatakan lulus verifikasi maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK bagi GTK tersebut.

Baca juga : Cara membuat dan syarat pengajuan NUPTK Baru

Info lebih lanjut tentang Mekanisme, syarat dan lain-lain tentang info NUPTK, silahkan klik tautan dibawah ini:




Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), yang merupakan kode identitas pendidik (baca: guru) yang masih aktif dan terdiri dari 16 angka, merupakan salah syarat mutlak bagi guru dan tenaga kependidikan, baik yang berada di satuan pendidikan formal maupun non formal, untuk mendapatkan semua layanan, program, dan kegiatan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mengingat signifikansi NUPTK itu, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah menerbitkan surat tentang Penerbitan NUPTK bagi Guru/Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK/PTK) pada Satuan Pendidikan Formal dan Non Formal.

Dalam surat bernomor 14652/B.B2/PR/2015 dan tertanggal 28 Desember 2015 tentang Penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Formal dan Non Formal Tahun 2016, Dalam surat tersebut, selain menjelaskan tentang persyaratan dan ketentuan penerbitan NUPTK tahun2016, juga menjelaskan tentang penonaktifan NUPTK 2016.

Isi surat tersebut menyatakan bahwa:
Program dan kegiatan di lingkungan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidkan pada tahun 2016 menggunakan Dapodik yang terintegrasi dengan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), Ditjen Dikdasmen, Ditjen PAUD dan DItjen DIKMAS.
2) Penerbitan NUPTK mulai tahun 2016 menjadi tugas Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK)

3) Adapun syarat penerbitan NUPTK adalah sebagai berikut:

4) Sedangkan persyaratan penonaktifan NUPTK adlah sebagai berikut

Demikian sedikit informasi tentang pengajuan nuptk baru 2016, silahkan Download Surat Resmi Dirjen GTK Nomor 14652/B.B2/PR/2015 Tentang Syarat Dan Mekanisme Penerbitkan NUPTK 2016 melalui tautan dibawah ini : 

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) mempublikasikan mekanisme penerbitan dan penonaktifan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dua mekanisme ini mencakup NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Bedanya, NUPTK di bawah koordinasi Kemendikbud menggunakan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sementara NUPTK di bawah koordinasi Kemenag masih manual.

Rencananya, mekanisme penerbitan dan penonaktifan NUPTK itu akan diberlakukan mulai Januari 2016.


Berikut ini adalah gambar mekanisme penerbitan dan penonaktifan NUPTK:


Itulah tadi Alur mekanisme cara membuat NUPTK baru maupun cara menonaktifkan NUPTK, semoga bermanfaat. 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget