Halloween Costume ideas 2015
Articles by "PAUD"

Download Modul Materi PKB TK Terlengkap

Berikut ini adalah link download Modul Materi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK) terlengkap.

Sebagaimana diketahui saat ini telah diterbitkan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Taman Kanak-Kanak (TK). Edisi Revisi 2017. Untuk bapak/Ibu guru TK yang membutuhkan berikut ini Link Download Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Taman Kanak-Kanak (TK) semoga bermanfaat dan link bisa diakses.

Silahkan Download Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Taman Kanak-Kanak (TK)  Edisi Revisi 2017 di bawah ini : 
Demikian Link Download Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Taman Kanak-Kanak (TK)  Edisi Revisi 2017, semoga bermanfaat.

PAUD

Tujuan pemberian bantuan BOP PAUD adalah untuk meningkatkan layanan PAUD berkualitas dalam bentuk Taman Kanak-Kanak,  Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD Sejenis  di seluruh Kab/Kota di Indonesia yang diselenggarakan oleh individu, kelompok, yayasan, organisasi maupun Pemerintah Daerah di satuan PAUD atau Lembaga, satuan pendidikan PKBM, SKB, badan keagamaan, dan satuan pendidikan nonformal lainnya yang sudah memiliki Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional (NPSN).

Sasaran program BOP PAUD adalah bentuk Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD Sejenis di seluruh Kab/Kota di Indonesia yang diselenggarakan oleh individu, kelompok, yayasan, organisasi maupun Pemerintah Daerah di satuan PAUD atau Lembaga, satuan pendidikan PKBM, SKB, badan keagamaan, dan satuan pendidikan non formal lainnya yang sudah memiliki Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional (NPSN). Sasaran BOP tidak berlaku bagi satuan PAUD atau lembaga yang menetapkan iuran atau pungutan yang melebihi ketentuan yang berlaku di Kabupaten/Kota tersebut.

Untuk lebih lengkapnya tentang Petunjuk Teknis Penerima BOP PAUD dan dokumen apa saja yang diperlukan bagi penerima BOP PAUD Silahkan download JUKNIS BOP PAUD melalui tautan dibawah ini :






Aturan tidak boleh ada pembelajaran pra keaksaraan baca, tulis, dan hitung (calistung) di pendidikan anak usia dini (PAUD) sudah ada sejak era Mendikbud Mohammad Nuh. Namun pada praktiknya di lapangan, aturan itu dilanggar. Kemendikbud sekarang mengeluarkan surat edaran kepada seluruh PAUD supaya mentaati aturan itu.

Surat edaran itu dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar. Di dalam surat yang ditujukan kepada bupati/walikota, kepada dinas pendidikan, sampai pengelola PAUD di seluruh Indonesia ini, berisi sembilan poin yang harus dijalankan.

’’Salah satu poinnya adalah tidak diperkenankannya mengajar membaca, menulis aksara dan angka di luar kemampuan anak didik,’’ kata Harris di Jakarta kemarin.

Di dalam satu rombongan belajar (rombel) PAUD, tentu kemampuan anak didi berbeda, beda. Sehingga tidak tepat jika pendidik PAUD memaksanakan belajar calistung. Harris mengatakan jenjang PAUD ini meliputi taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB/Playgroup), dan pendidikan pra sekolah sejenisnya.

Harris tidak bisa menampik bahwa di TK-TK saat ini terdapat pelanggaran peraturan, yakni masih nekat mengajarkan calistung. ’’Saudara-saudara saya itu banyak yang guru PAUD,’’ tandasnya. Jadi fakta bahwa PAUD banyak yang memaksakan pembelajaran calistung tidak bisa dielakkan lagi.

Menurut mantan Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud itu mengatakan, banyak sekali faktor yang membuat banyak TK yang nekat melanggar aturan dengan mengajarkan calistung. Diantaranya adalah faktor ikut-ikutan. Harris mengakui bahwa banyak PAUD di desa-desa yang ikut-ikutan gaya pengajaran PAUD yang ada di perkotaan.

’’Celakanya gaya pembelajaran PAUD di perkotaan yang ditiru itu salah,’’ jelasnya.

Faktor berikutnya adalah adanya dorongan dari para orangtua. Menurut Harris banyak orangtua masa kini yang malu ketika anak-anak sudah masuk TK tetapi belum bisa calistung. Mereka tambah malu ketika ada anak-anak tetangga sepantaran yang sudah lancar membaca.

Faktor berikutnya yang menjadi pemicu kuat kesalahan pembelajaran di PAUD adalah, sistem penerimaan siswa baru di SD sederajat.

’’Tanpa mau repot, pengelola SD membuat tes calistung untuk penerimaan. Ini tidak boleh,’’ kata dia.

Harris sudah berkoordinasi dengan jajaran Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud yang mengurusi SD. Inti dari koordinasi itu adalah upaya penegakan disiplin dalam penerimaan siswa baru di SD. Sehingga tidak ada lagi SD yang melakukan seleksi masuk dengan tes calistung. Untuk mengkampanyekan seruan ini, Harris menerbitkan poster yang menarik bagi seluruh PAUD.

Selain urusan larangan calistung, di dalam surat edarannya Harris juga mengajurkan penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran. Tujuannya supaya memudahkan komunikasi serta interaksi antara peserta didik dengan pendidiknya.

 ’’Penggunaan bahasa asing harus mempertimbangkan perkembangan anak serta harus tetap menumbuhkan rasa cinta bangsa,’’ jelas dia.

Pelopor pendidikan holistik Ratna Megawangi menuturkan semangat utama dalam pembelajaran di PAUD adalah menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak. ’’Anak tidak boleh dimarahi supaya tumbuh kepercayaan dirinya,’’ katanya.

Istri Kepala Bappenas Sofyan Djalil itu mengatakan, tantangan di PAUD saat ini adalah bagaimana mencetak pendidik yang berkualitas.

Dia mengatakan dengan adanya kucuran dana bantuan operasian PAUD sebesar Rp12 juta per tahun, diharapkan digunakan untuk peningkatan kualitas guru di PAUD. Baik itu melalui seminar, pelatihan, maupun workshop.


Penasihat Forum PAUD Fasli Jalal menuturkan pembenahan pembelajaran di PAUD harus dikawal oleh semua pihak. Dia mengatakan dalam forum yang diantaranya diikuti pengelola PAUD itu, harus diambil komitmen bersama. ’’Jika Kemendikbud sudah menggariskan untuk menghindari pembelajaran calistung, semuanya harus komitmen,’’ kata mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional itu.


JAKARTA - Kondisi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Indonesia memprihatinkan. Selain minim fasilitas, juga minim ide pengembangan metode belajar mengajar.

Pendiri Kids Republic Zita Anjani mengaku prihatin pada kondisi PAUD dan TK di Indonesi‎a. Selain minim fasilitas, PAUD dan TK di Indonesia juga minim ide dalam mengembangkan metode pembelajaran.

Diakui Zita, padahal usia prasekolah merupakan saat yang sangat penting bagi anak, atau yang biasa disebut sebagai golden age. "Usia PAUD dan TK sangat penting, tidak kalah dengan usia sekolah menengah, bahkan universitas sekalipun," kata Zita di Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

"Di usia prasekolah ini, kemampuan otak anak bekerja sangat maksimal. Yakni 80 persen sanggup menyerap informasi yang ada di sekitarnya," imbuhnya. Menurut Zita, kondisi itu juga yang melatarbelakangi digagasnya gerakan mengajar 1.000 guru yang diprakarsai Kids Republic. Program ini diharapkan menjadi media untuk terjadinya transfer ilmu kepada guru-guru PAUD dan TK se-Indonesia.

"Program ini ingin memperkenalkan metode montessori sebagai model pembelajaran yang banyak diterapkan di PAUD dan TK di negara-negara maju," ucapnya.

Metode montessori pada praktiknya memaksimalkan‎ fungsi tangan pada anak. Meski banyak diterapkan di negara-negara maju, metode ini sangat cocok diterapkan pada PAUD dan TK yang minim fasilitas. Alat-alat peraganya pun dapat dengan mudah didapat, seperti mangkok, sendok, beras, dan berbagai alat yang ada di setiap rumah. "Intinya metode belajar yang menggunakan tangan. Kalau mereka sudah mengerti memegang, menggenggam, baru mereka siap masuk ke calistung (baca, tulis, hitung)," paparnya.

Metode montessori juga sangat pas dengan kebijakan pemerintah yang melarang pembelajaran calistung di paud dan TK. Menurut Zita, berbagai hasil penelitian dan riset juga mengungkapkan, anak-anak di usia PAUD dan TK belum saatnya diajarkan calistung.

"Otak mereka belum siap menerima calistung, sehingga tidak boleh dipaksakan. Kita hanya mempersiapkan mereka, agar siap untuk menerima calistung," jelas Dia.

Koordinator Akademik Sekolah Kids Republic Jakarta, Nur Aisyah menambahkan, PAUD dan TK pada prinsipnya harus dapat memfasilitasi masa keemassan anak.


"Sebab masa keemasan anak tidak dapat terulang, masa di mana pertumbuhan otak tercepat dan hanya terjadi di masa tahun-tahun pertama kehidupan anak," pungkasnya.


JAKARTA - Peneliti Puslitjak Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) Tedjawati mengungkapkan, bantuan operasional PAUD harusnya Rp 1 juta per siswa per bulan. Itu berarti dalam sebulan jika 20 siswa, Bantuan Operasianal Penyelenggaraan (BOP)-nya menjadi Rp 20 juta.

"Dalam penelitian yang kami lakukan, BOP PAUD yang layak itu 1 juta rupiah per anak. Ini agar anak-anak usia dini bisa mendapatkan pendidikan yang layak," kata Tedjawati di Jakarta, Rabu (18/11).

Dari penelitian yang dilakukannya bersama tim Puslitjak Balitbang, diperoleh data setiap pendidik di PAUD harus digenjot pendidikan dan pelatihannya. Lantaran rerata pendidikan guru PAUD didominasi SMA.

"Jadi komponen 1 juta rupiah itu dibagi untuk investasi dan operasional. Investasi itu seperti memberikan pendidikan dan pelatihan kepada guru PAUD," terangnya.

Sampai saat ini pemerintah hanya memberikan BOP untuk PAUD dalam sebulan Rp 1 juta. Menurut Ella Yulaelawati, ‎Direktur Pembinaan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud, BOP Rp 12 juta per tahun yang diberikan kepada lembaga pengelola PAUD memang kurang. Ini karena anggaran pemerintah juga terbatas.

"Tapi kita syukuri saja, meski hanya 12 juta rupiah per tahun, paling tidak ada kepedulian pemerintah. Mudah-mudahan saja BOP ini akan terus bertambah," tandasnya.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud) mencatat 22.972  tenaga pengajar  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tanah Air  hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) .

Direktur Pembinaan PAUD, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUDNI-Dikmas), Ella Yulaelawati menerangkan, jumlah tenaga kependidikan PAUD saat ini sebanyak 588.475.

"Dari jumlah itu,  sebanyak 22.972 berlatarbelakang pendidikan SMP dan 289.762 SMA. Kemudian, lulusan diploma sebanyak sebesar 75.678 dan S-1 sebanyak 196.181 orang. Selanjutanya, guru dan tenaga kependidikan lulusan S-2 terdapat 3.882 orang," ujar Ella di  Jakarta, Kamis, (19/11).

Meskipun begitu, Ella berpendapat  sebenarnya tidak selamanya guru yang tidak S-1 itu, kurang kemampuan mendidik maupun mengajar PAUD. Dengan kata lain, guru yang tidak S1 tetap baik kemampuan dan kualitasnya dibandingkan S-1 ke atas.


"Tidak ada kebijakan Ditjen PAUDNI ihwal kewajiban guru PAUD untuk memiliki kualifikasi akademik S-1. Hal ini karena kebanyakan guru PAUDNI  merupakan para kader PKK, kader Posyandu dan aktivis masyarakat," tandasnya.


Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat masih ada penyelenggara pendidikan anak usia dini (PAUD) yang mengharuskan anak didiknya bisa membaca dan menulis. Yang lebih ironis, ada PAUD yang cenderung memaksa anak didiknya agar bisa menulis dan membaca.

Menurut Direktur Pembinaan pada Direktorat Jenderal PAUD, Ella Yulaelawati, saat ini masih banyak tenaga pendidik PAUD yang  kerap memaksa anak usia dini agar bisa membaca. "Kondisi PAUD saat ini masih kerap memaksa anak untuk pintar membaca dan itu kurang produktif," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (18/11).

Ella menambahkan, anak usia dini tidak seharusnya diajar membaca. Sebab, idealnya pendidikan di PAUD  hanya dikenalkan pada huruf dan angka tanpa harus dipaksa membaca dan berhitung.

Lebih lanjut Ella mengatakan, banyaknya PAUD yang mengajarkan membaca kepada anak usia dini justru karena tuntutan dari para orang tua. Padahal, membaca dan menulis mestinya dimulai pada jenjang sekolah dasar.

"Seharusnya para guru menyampaikan kepada orangtua bahwa anak usia PAUD tidak seharusnya dibebankan membaca dan berhitung. Membaca dan berhitung idealnya dimulai pada jenjang SD," tandasnya.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget