Halloween Costume ideas 2015
Articles by "PIP"

Validasi PIP SD

Berikut ini kami bagikan cara verifikasi dan validasi data PIP SD dan Batas waktu validasi tahun 2017 melalui aplikasi monitoring PIP SD. Untuk dapat mengakses laman tersebut pada http://pipsd.kemdikbud.go.idh, Operator sekolah diharap kembali untuk memvalidasi siswanya melalui laman tersebut diatas dengan menggunakan akun dapodik sebagai login, sehingga operator sekolah dapat mengakses menu validasi yang tersedia dan mulai memvalidasi siswa yang masih layak / tidak layak di SK kan di tahun anggaran 2018.

Berikut Langkah-langkah Untuk Melakukan Cek Monitor PIPSD Melalui Verifikasi SK PIP 2017:
  1. Login pada laman manajemen pipsd atau disini dengan menggunakan akun dapodik.

  2. Tampilan beranda akan terdapat Surat Pemberitahuan sebagaimana berikut:
    Yth , Operator sekolah. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar mohon bantuan kepada bapak/ibu operator sekolah untuk memvalidasi kembali siswa pip 2017 yang telah kami SK kan Berkaitan dengan hal tersebut, bapak/ibu bisa mengakses menu Validasi di aplikasi ini dan mulai memvalidasi siswa yang masih layak / tidak layak di SK kan di tahun anggaran 2018.
    Lihat gambar 2. Tampilan beranda

    Gb 2 : Tampilan Beranda Dashboard PIP SD 2017

  3. Cek Validasi Data pada tampilan beranda Verifikasi SK PIP 2017.
    Apabila terdapat siswa yang tidak layak untuk mendapat PIP ditahun 2018 harap segera Update menjadi tidak layak agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak meng SK kan kembali siswa tersebut.
    Lihat gambar 3. Tampilan beranda Validasi Data

    Gb 3 : Tampilan beranda Validasi Data
Segera lakukan perubahan pada Kolom Aksi untuk kriteria siswa yang layak atau ubah jadi tidak sesuai dengan kondisi siswa tersebut.
Setelah melakukan aksi perubahan, maka anda dapat Logout pada menu di pojok kanan atas.



Demikian dan semoga bermanfaat. 

Sumber artikel : klik disini 

KIP

Untuk Mendapatkan PIP ada beberapa mekanisme yang harus di perhatikan, hal ini harus sesuai dengan Juklan PIP 2017 yang mengatur tentang mekanisme, persyaratan, dan cara mengajukan Dana PIP bagi penerima kartu PIP dan bagi yang belum menerima. 

Mekanisme untuk Mendapatkan KIP : 
Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan kepada anak usia 6 sampai dengan 21 tahun sebagai penanda atau identitas untuk menjadi prioritas sasaran penerima dana/manfaat PIP apabila anak telah terdaftar sebagai peserta didik di lembaga pendidikan formal atau lembaga pendidikan non formal.
Persyaratan mendapatkan KIP :
1. Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau;
2. Sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
Apabila Orang tua peserta didik belum memiliki KKS/PKH, agar melapor kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat dengan membawa identitas diri (KTP/KK/SIM) untuk mendapatkan KKS.

Mekanisme Pengusulan
Pengusulan penerima dana PIP dilaksanakan melalui beberapa mekanisme, diantaranya bagi penerima dan bagi yang belum menerima, berhubung akan terlalu panjangan jika dibahas disini oleh karena itu silahkan download saja lampiran juklaknya di bawah ini : 


Meski Kartu Indonesia Pintar (KIP) sudah di terima, kartu tersebut tidak bisa digunakan untuk mendapatkan dana bantuan pendidikan, kecuali status pemegang kartu adalah peserta didik yang terdaftar di sekolah dan sudah mendaftarkan KIPnya di data pokok pendidikan (dapodik) sekolah. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi pemegang KIP, yaitu berstatus sebagai peserta didik di sekolah, dan namanya terdaftar di dapodik sekolah.

"Kalau anaknya belum sekolah, harus masuk sekolah dulu. Kartu ini hanya berlaku jika anak itu statusnya peserta didik. Syaratnya, anaknya harus bersekolah dan ada namanya di dapodik," ujar Hamid saat kunjungan kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ke SMP Negeri 1 Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Senin (29/8/2016).

Hamid juga meminta sekolah untuk memasukkan nama anak yang berhak menerima KIP ke dalam dapodik. Ia mengatakan, anak yang berhak menerima KIP antara lain anak yang orang tuanya memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), anak miskin dari keluarga tidak mampu, anak yatim piatu, dan anak yang sudah bersekolah namun rentan putus sekolah. "Mereka bisa dimasukkan ke dapodik sekolah agar bisa diverifikasi sehingga bisa mendapatkan KIP," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikbud Muhadjir Effendy mengimbau pemerintah kabupaten/kota, kepala desa serta seluruh pihak agar membantu kelancaran distribusi KIP dan mendorong anak bangsa untuk tetap bersekolah. "Mohon partisipasi semuanya, karena ini (PIP/KIP) adalah program pemerintah yang mulia, bertujuan agar siswa dapat melanjutkan sekolah dengan baik. Mohon semua pihak untuk ikut mendorong agar KIP betul-betul sampai ke tangan siswa yang berhak," ujarnya.

Mendikbud menuturkan, KIP juga tetap bisa digunakan bagi siswa yang telah lulus SD maupun lulus SMP. Jika sekolah masih menyimpan KIP milik siswa yang telah lulus dari sekolah itu, KIP harus tetap disampaikan kepada siswa yang bersangkutan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


Akhir Agustus 2016 menjadi batas akhir pendataan ulang atau verifikasi data siswa penerima KIP. Bagi siswa yang sudah memegang KIP, diharapkan mendaftarkan kartunya ke dapodik sekolah. Bagi anak yang belum mendapatkan KIP namun masuk kriteria sebagai anak yang berhak menerima KIP, sekolah dapat memasukkan namanya ke aplikasi dapodik di kolom usulan sekolah.

Kartu Indonesia Pintar, untuk selanjutnya disebut KIP, adalah kartu yang diberikan kepada anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun sebagai penanda/identitas untuk mendapatkan manfaat PIP.

Tujuan dari adanya Program Indonesia Pintar PIP, yang mana PIP bertujuan untuk:
  • meningkatkan akses bagi anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan menengah universal/rintisan wajib belajar 12 (dua belas) tahun;
  • mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi; dan/atau
  • menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah, sanggar kegiatan belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga kursus dan pelatihan, satuan pendidikan nonformal lainnya, atau balai latihan kerja.


Prinsip PIP, PIP dilaksanakan dengan berdasarkan prinsip:
  • efisien, yaitu harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang ada untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggung jawabkan;
  • efektif, yaitu harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;
  • transparan, yaitu menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai PIP;
  • akuntabel, yaitu pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan;
  • kepatutan, yaitu penjabaran program/kegiatan harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan
  • manfaat, yaitu pelaksanaan program/kegiatan yang sejalan dengan prioritas nasional.


PIP diperuntukkan bagi anak berusia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun dengan prioritas antara lain:

- peserta didik pemegang KIP;
- peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti:

  • peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH);
  • peserta didik dari keluarga pemegang KKS;
  • peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan;
  • peserta didik yang terkena dampak bencana alam;
  • peserta didik yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah;
  • peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 (tiga) saudara yang tinggal serumah;
  • peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

- peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman.


Selain diperuntukkan bagi anak berusia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun, PIP juga diperuntukkan bagi anak yang termasuk dalam prioritas sasaran di atas dapat diusulkan oleh sekolah, sanggar kegiatan belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga kursus, lembaga pelatihan, atau pemangku kepentingan.

Info selengkapnya Sesuai Permendikbud Nomor 19 Tahun 2016 tentang PIP (Program Indonesia Pintar), Silahkan unduh filenya melalui link di bawah ini : 

source : salamedukasi.com


Bapak dan Ibu guru yang berbahagia, pada tanggal 25 April 2016 Kemdikbud telah mengeluarkan surat edaran tentang Syarat dokumen pencairan program indonesia pintar bagi yang belum diambil oleh siswa.

Adapun isi dari surat edaran tersebut adalah beberapa mekanisme dan syarat-syarat dokumen yang harus dibawa ketika hendak mencairkan dana PIP tersebut.

pada surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa dana yang belum diambil dan masih bisa dicairkan oleh siswa meliputi dari tahun 2014, 2015 dan 2016.

Untuk lebih jelasya lagi silahkan unduh filenya dibawah ini :



Dalam waktu dekat, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Mohsen Alaydrus mengemukakan, dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperuntukkan bagi para santri Akan segera disalurkan.

Melansir dari Antara, pernyataan tersebut diungkapkan depan para kiai dan perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia pada 16 Maret 2016 di Serpong, Jawa Barat tutur Informasi dari Kemenag di Jakarta, Jumat menyebutkan, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mengemukakan.

Lebih lanjutnya Mohsen mengharapkan pendataan para santri penerima PIP dapat dilakukan secara cepat dan akurat, sehingga dananya bisa cepat sampai kepada santri penerima, setidaknya mulai April 2016.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan PIP harus profesional dengan menerapkan “Total Quality Service” (pelayanan kualitas secara menyeluruh) serta tanggap terhadap masukan dan keluhan dari masyarakat.

PIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada usia sekolah dari keluarga kurang mampu. Program unggulan yang digulirkan di era Presiden Jokowi ini sebelumnya dikenal dengan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Pada kesempatan yang sama Kasubdit Pendidikan Diniyah Dr Ahmad Zayadi yang juga Sekretaris Tim PIP menyatakan bahwa PIP selaras dengan tujuan-tujuan pembangunan milenium (MDGs), yakni pendidikan untuk semua.

Menurut Zayadi, pada 2016 ini Kemenag diamanatkan untuk menyalurkan dana PIP kepada lebih dari 236 ribu santri. Para penerima dana pendidikan tersebut adalah santri yang tidak mengikuti pendidikan formal. Mereka murni hanya belajar di Pondok Pesantren Muadalah atau yang disetarakan dengan pendidikan formal.

Disebutkan pula, penerima dana PIP harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya orang tua santri adalah peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan tergolong rumah tangga miskin, santri korban musibah bencana, atau santri yang terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan.
Tujuan dari program bantuan pendidikan tersebut adalah memberikan jaminan agar semua rakyat Indonesia terlayani pendidikannya tanpa terganggu oleh masalah keuangan.

Total alokasi anggaran PIP di Kemenag tahun 2016 berjumlah Rp240 milyar. Besaran manfaat per orang per tahun adalah, santri tingkat Ula (dasar) usia 6-12 tahun sebesar Rp 450 ribu, santri tingkat wustha (menengah) usia 13-15 tahun Rp750 ribu, dan santri tingkat ulya (tinggi) usia 16-21 tahun sebesar Rp1 juta.


Penyaluran dana dilakukan bekerja sama dengan beberapa bank yang menerbitkan tabungan Simpel (simpanan pelajar). Penerbitan Simpel sangat sederhana dan tidak memerlukan persyaratan yang rumit seperti membuka rekening pada umumnya. Hingga saat ini sudah ada delapan bank syariah yang bersedia menyalurkan dana PIP untuk santri.

Bapak ibu guru yang berbahagia, seperti yang kita ketahui bersama untuk mengajukan siswa yang ingin mendapatkan PIP maka kita harus mengusulkan melalui Aplikasi DAPODIK, tidak hanya itu, berbagai tunjangan dll saat ini semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi dapodik tersebut. 

Kali ini kita akan membahas tentang PIP, setelah kita melakukan singkron pada dapodik, tentunya muncul pertanyaan, bagaimanakah hasil singkron dapodik kita, apakah semua siswa yang kita ajukan untuk menerima PIP sudah tercantum atau tidak ?, tentunya ini menjadi pertanyaan umum bagi semua operator atau guru bahkan para kepala sekolah. 

Kali ini saya akan bagikan bagaimana cara cek / lihat hasil rekap data siswa penerima PIP pada sekolah, caranya adalah sebagai berikut : 

Bukalah browser anda lalu masuk/klik alamat berikut :   http://pipsd.kemdikbud.go.id/pelaporan/index.php

Klik "Data Tabular" lalu cari provinsi sesuai dengan daerah kita masing-masing, scroll kebawah untuk mencari provinsi yang anda cari, Lihat gambar : 


Lanjutkan mencari hingga ke tingkat sekolah. Hingga akhirnya anda akan disajikan dengan beberapa nama siswa / rekap penerima PIP pada sekolah anda, Selesai

Demikian tutorial singkat tentang Cara Lihat Rekap Data Siswa Penerima PIP Di Sekolah Kita, semoga bermanfaat.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget