Halloween Costume ideas 2015
Articles by "PUPNS"


106.038 PNS bisa saja dipecat karena belum melakukan registrasi PUPNS (Pendaftaran Ulang PNS). Demikian berita yang tercantum di situs resmi BKN (Badan Kepegawaian Negara). Ancaman pemecatan bisa terjadi untuk PNS yang tidak punya alasan rasional atas keterlambatannya mengurus PUPNS.

Kepala Biro Humas BKN, Tumpak Hutabarat yang diwawancarai oleh tim HUMAS BKN menyebutkan pihaknya saat ini tengah merampungkan pengolahan data nama-nama PNS yang belum melakukan pendaftaran ulang. Menurutnya, nama-nama terseut akan dikirimkan ke instansi PNS yang bersangkutan. Dengan demikian, akan terungkap alasan di balik sang PNS belum melakukan registrasi.

Jika terbukti alasan keterlambatan ikut PUPNS tidak rasional atau sang pegawai sengaja mengabaikan PUPNS, BKN akan meminta instansi terkait menerbitkan surat pemberhentian status sebagai PNS. Sebelumnya, para pegawai negeri diberi batas waktu hingga 31 Desember 2015 untuk melakukan pendaftaran ulang.

Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian BKN, Sidik Kadarusman menambahkan bahwa PUPNS saat ini sudah ditutup. BKN belum mengeluarkan kebijakan baru tentang perpanjangan PUPNS. Disebutkan, “Kami masih terus menggali informasi terutama kepada instansi yang PNS-nya belum melakukan registrasi dan updating data. Informasi itu akan menjadi acuan perlu tidaknya masa perpanjangan diterbitkan. Yang pasti saat ini laman PUPNS telah kami tutup.”


Sidik Kadarusman menyebutkan, dari total PNS sebanyak 4.556.765 orang, sudah 4.450.727 pegawai yang melakukan registrasi PUPNS. Tidak semua yang mendaftar ulang berhasil, ada 692PNS yang tertolak. Hal ini umumnya terjadi pada pegawai yang mengalami mutasi. Data kepindahan mereka belum sinkron dengan data yang ada di database BKN.


Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kesempatan kedua kepada 106.038 PNS yang belum melakukan registrasi dalam Pendataan Ulang PNS (PUPNS), untuk segera mendaftar. Namun akses hanya akan dibuka jika instansi tempat PNS bekerja mengajukan permohonan registrasi susulan dengan pengantar dari Kepala Biro Kepegawaian/Kepala BKD kepada Kepala BKN beserta alasan tidak melakukan e-PUPNS. Instansi diminta mengisi formulir sebagaimana format terlampir. Hal itu disampaikan Kepala BKN, Bima Haria Wibisana dalam surat dengan nomor : K 26-30/V 2-1/99 tertanggal 5 Januari 2015.

Dalam surat tersebut juga disampaikan bahwa pendaftaran/registrasi susulan e-PUPNS diberikan batas waktu hingga 31 Januari 2016. Sementara bagi PNS yang sudah melakukan registrasi namun belum menyelesaikan pengisian e-PUPNS/belum menyampaikan berkas (dokumen) untuk diverifikasi, diberi kesempatan hingga 17 Januari 2016 dan bagi instansi yang belum menyelesaikan verifikasi level 1 dan 2 diberi kesempatan perpanjangan hingga 31 Januari 2016.

Apabila sampai batas waktu yang ditentukan PNS yang bersangkutan belum juga mendaftar dan mengisi e-PUPNS maka dinyatakan tidak berstatus sebagai PNS dan dihapus dari data PNS nasional di BKN.

Secara lebih rinci surat Kepala BKN tersebut menyampaikan sejumlah hal yakni:
Demikian dan semoga bermanfaat. Jika surat diatas kurang jelas silahkan download filenya dibawah ini : -->


Suatu hari tak sengaja saya membaca sebuah artikel pada website Dikdasmen yang membahas tentang Peranan Operator sekolah terhadap segala bentuk pendataan sekolah. Sempat berfikir bahwa Pekerjaan Operator sekolah sangatlah berat, ditambah lagi dengan tanggung jawab yang begitu besar karena resikonya cukup besar juga. Hingga muncullah sebuah pertanyaan mendasar "Bagaimanakah nasib kesejahteraan para Operator Sekolah ? Pantaskah gaji kecil operator yang masih berstatus Honorer menerima tanggung jawab sebesar itu  ?" 

Mari kita simak Artikelnya : 

Bandung (Dikdasmen): Mulai 2016, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama akan murni menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk intervensi kebijakan, salah satunya mengenai pembenahan sarana prasarana sekolah. Direktorat tak lagi memerlukan proposal dari sekolah.

“Untuk mengetahui jumlah kebutuhan RKB, kita tinggal buka Dapodik dengan membandingkan rombel dan ruang kelas yang dimiliki,” ujar Khamim, Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan SMP, saat menyampaikan materi pada Training of Trainers Sistem Pendataan Dapodik di Hotel Harris Convention Center Bandung, Jawa Barat, Ahad malam, 15 November 2015.

Atas kebijakan tersebut, Khamim berharap kualitas data Dapodik kian hari semakin baik. Oleh karena itu, peran operator sekolah sangat penting. “Peran Bapak/Ibu sangat kami harapkan untuk memvalidasi data yang dientri teman-teman data di satuan pendidikan,” ujarnya.

Selain sebagai basis data rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan, tambah Khamim, Dapodik juga digunakan untuk pemanfaatan program lain, salah satunya penyaluran Bantuan Operasional Sekolah.

Pada 2014, Direktorat Pembinaan SMP mengirimkan surat edaran kepada sekolah agar memperbarui (update) data Dapodik. Jika tidak melakukannya, sekolah tidak akan menerima dana BOS. Maka berduyun-duyun sekolah memperbarui datanya terlebih terkait data guru yang digunakan untuk penyaluran tunjangan sertifikasi.

“Data yang kami usulkan untuk anggaran BOS 2015 relatif lebih bagus dibandingkan setahun lalu,” ungkap Khamim.

Agar semua kebijakan tersebut terus berjalan, Khamim berharap peran operator sekolah terus ditingkatkan. Dengan kualitas data Dapodik yang semakin tinggi, kesuksesan program-program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga semakin baik.

Training of Trainers Sistem Pendataan Dapodik diselenggarakan di Hotel Harris Convention Center Bandung, Jawa Barat, pada 15-17 November 2015. Peserta acara ini berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lihat sumber artikel disini

Selamat siang Bapak dan Ibu PNS semuanya, tak terasa kita semua telah menghabiskan banyak waktu kita untuk mengisi data pada PUPNS, sehingga sampailah kita paa proses pengiriman itu sendiri, Seperti yang telah kita ketahui bersama, kendala umum yang sering terjadi adalah ketika kita hendak mengirim data PUPNS kita banyak dari rekan-rekan PNS yang mengalami "Gagal Kirim/Periksa Semua Tab", hal itu tentu sangat mengkhawatirkan namun Alhamdulillah sudah ketemu solusinya (Baca : Cara mengatasi Gagal Kirim / Periksa Semua Tab PUPNS).



Lagi-lagi kita dikejutkan dengan hal baru berkaitan dengan proses pengiriman data ini. Entah ini error dari Browser kita atau Server, atau bahkan hal lain sehingga Saat kita telah mengirimkan data PUPNS kemudian pada saat akan mencetak bukti pengiriman PUPNS tersebut ternyata pada print outnya muncul "Nama Anak Double / Ganda" jadi intinya jika kita memiliki 6 orang anak, ketika di print out bisa muncul menjadi 12 anak. 

Selanjutnya apa yang harus kita lakukan ? Disini saya hanya memberikan informasi bahwa, Banyak kasus serupa yang terjadi pada PNS yang melakukan pengiriman tersebut. Ini terbukti dari banyaknya komentar yang saya dapat dari berbagai PNS di daerah yang berbeda, termasuk saya pribadi mengalami hal yang sama. 

Menurut hemat saya, kita tidak perlu khawatir, karena bukan hanya saya / kita yang mengalami hal tersebut, sepanjang itu bukan kesalahan dari kita sebagai oknum yang memasukkan data menurut saya tidak perlu dikawatirkan, dengan catatan Kita harus rajin-rajin melaporkan pada pihak verifikator karena akan sangat penting bagi pihak Verifikator kita untuk mengetahui kasus semacam ini. Sekian dan semoga bermanfaat. 



Pada posting kali ini masih tentang PUPNS namun bukan tentang tata cara atau trik mengisi pupns, namun sedikit berbeda yaitu tentang berbagai macam berkas yang harus kita lampirkan dan kita serahkan pada verifikator level 1.

Dalam mengisi data pada PUPNS tentunya sudah bukan hal yang asing lagi bagi para PNS, namun masih ada 1 hal lagi yang sangat penting yang harus dilakukan setelah selesai mengisi semua data pribadinya pada aplikasi PUPNS secara online yaitu kita harus mulai mengumpulkan berkas pendukung.

Berkas pendukung tersebut menjadi salah satu point penting dalam rangka pendataan pada PUPNS kali ini, karena berkas-berkas itu nantinya akan menjadi acuan dalam mencocokkan data yang sudah dimasukkan dengan bukti fisik yang ada oleh aparatur terkait. 

Berikut ini adalah salah satu contoh daftar berkas pendukung yang wajib dilampirkan , perlu diketahui daftar berkas ini adalah untuk Instansi Sekolah (SD) untuk instansi lain sesuaikan saja dengan data masing-masing instansi, silahkan download saja ceklistnya Disini

Kali ini saya tidak akan membahas soal bagaimana membuka website pupns serta berbagai masalah yang dialami dalam pengentrian data, namun tidak ada salahnya jika saya sedikit membagikan informasi yang tak kalah penting yaitu tentang Petunjuk Pengisian Data Dalam Aplikasi ePUPNS yang benar. 






Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengisi data pada masing-masing kolom isian yang ada dalam ePUPNS

Data Posisi
Lokasi Kerja  : Lokasi Daerah Instansi masing-masing
Unor  : Unit Kerja Masing2  ( Instansi Sekarang )

Data Riwayat Gol :
Gol SK CPNS di jenis KP : Pilih Gol. dari Pengadaan  CPNS/PNS
Gol Berikutnya lihat di SK Pangkat :
Untuk Reguler/ Staf di Jenis KP : Pilih Reguler
Untuk PI dijenis KP : Pilihan ( Penyesuaian Ijazah )
Untuk Pilihan Fungsional dijenis KP : Pilihan ( Jabatan Fungsional Tertentu )

No BKN dan Tanggal BKN di isi berdasarkan 
NOMOR PERSETUJUAN BKN : II-xxxxxxx ( biasa ada di SK CPNS ) tanpa tanggal  dan Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara Nomor CB/CG xxxxxxx beserta tanggalnya

Data Riwayat Jabatan :
Fungsional Umum       : Bagi Guru yang masih Staf / Penjaga, dimulai dr SK CPNS
Fungsional Tertentu    : bagi KS/Guru yang sudah punya Jabatan Fungsional.
Angkatan Lama dimulai dr SK yang ada angka kreditnya sampai SK Terakhirnya
Angkatan 2006 ampek sekarang mulai dr SK Jabatan Fungsionalnya sampai SK Terakhirnya

Data Riwayat Ijazah
Untuk Ijazah pertama pada CPNS jangan lupa di Centang
Untuk Ijazah terakhir yang belum masuk di SK Pangkat Terakhir jangan dimasukkan, Tetapi di berkas tetap dilampirkan

Data Riwayat Keluarga
Orang tua : Jika PNS wajib mencari nama dengan cara memasukkan NIP
Istri/Suami :Jika PNS wajib mencari nama dengan cara memasukkan NIP
Anak : Isi Nama, tempat dan tanggal lahir, dicocokkan dengan Akte Kelahiran untuk data Anak 

Data Guru
Bagi Guru yang masih Staf / Penjaga tidak usah mengisi di Data Guru
Untuk KS/Guru :
Angkatan 2006 kebawah memakai SK CPNS  apabila tidak pernah Mutasi
Angkatan lama sesuaikan dengan SK Mutasi Terakhirnya

Catatan :
  • Contoh diatas hanya untuk guru terutama SD
  • Sebelum Mengirim ke Verifikator mohon dicek ulang pengisiannya
  • Semua yang saudara isi di aplikasi harap menyertakan tanda bukti berupa photocopiannya
  • Susunan berkas di urut berdasarkan menu pada aplikasi
  • Harap benar-benar memperhatikan dengan teliti No. SK, Tanggal SK, TMT SK, No BKN + Tanggalnya
Seperti yang telah saya kemukakan diatas, Pentunjuk ini sebenarnya untuk guru terutama SD, untuk Instansi yang lain Silahkan disesuaikan sendiri sesuai dengan kondisi instansi anda masing-masing, karena walaupun berbeda tidak menutup kemungkinan ada persamaan cara dan data yang dimasukkan pada masing-masing kolom PUPNS.

Sekian.



Pada postingan yang lalu pernah saya bagikan tentang cara simpan data tanpa harus mengulang isi data ketika meminta login kembali, namun masih ada saja kendala yang kita hadapi, yakni ketika kita sedang mengisi form autocomplete (kotak yang berwarna biru) yang biasanya teks akan muncul dengan sendirinya hanya dengan mengetikkan beberapa kata sajaketika kita telah mengisi data dari form yang paling atas kemudian kita bertemu dengan form autocomplete ini, dan dikarenakan pada form ini terjadi loading yang terlalu lama, mau tidak mau kita harus login kembali dan harus login lagi dan isi data dari awal lagi

Solusinya adalah kita harus hilangkan loading itu sendiri, dan mulai login di tab baru seperti yang sudah saya jelaskan pada posting tentang TRIK AGAR TIDAK MENGISI DATA PUPNS BERULANG KALI KETIKA TERJADI LOGOUT/MEMINTA LOGIN, kemudian kita ulangi lagi mengetikkan kata pada form tersebut. Lebih jelasnya lagi lihat video di bawah ini : 


Silahkan download videonya langsung melalui youtube DISINI

Sempat muncul beberapa pertanyaan kenapa website PUPNS tiba-tiba tidak bisa dibuka sama sekali, Saya pikir karena sedang banyak user yang masuk sehingga traffic terlalu padat, ternyata bukan itu alasannya.

Dari server E PUPNS sendiri kemarin pada tanggal 12 Oktober 2015, atau Tadi Malam Sekitar Pukul 20.00 – 21.30 Terjadi Maintanance Server E PUPNS. Kemudian Setelah Itu Muncul Jadwal tersebut, Sehingga Login Bisa dipermudah dengan Jam Jam tertentu.

Perubahan ini memunculkan asumsi tertentu entah itu ancaman tidak bisa login atau Lemotnya server. Hal ini yang memuat BKN membuat jadwal yang berbeda untuk tiap daerah.


Berikut ini jadwal E PUPNS yang dijadwalkkan oleh BKN lewat Laman E PUPNS :
Kelompok 1 ( Senin, Kamis Minggu)

Instansi Pusat
Kanreg I BKN Yogyakarta
Kanreg IX BKB Jayapura
Kelompok 2 (Selasa, Jumat, Minggu)

Kanreg II BKN Surabaya
Kanreg III BKN Bandung
Kanreg IV BKN Makasar
Kanreg VII BKN Palembang
Kelompok 3 (Rabu, Sabtu, Minggu)

Kanreg V BKN Jakarta
Kanreg VI BKN Medan
Kanreg VIII BKN Banjarmasin
Kanreg X BKN Denpasar
Kanreg XI BKN Manado
Kanreg XII BKN Pekanbaru
Kanreg XIII BKN Aceh
Kanreg XIV BKN Manokwari

Sekian Semoga bermanfaat. 



Untuk menciptakan sumber daya manusia aparatur yang memiliki kompetensi diperlukan mutu profesionalisme, sikap pengabdian dan kesetiaan pada perjuangan bangsa dan negara, semangat kasatuan dan persatuan, dan pengembangan wawasan Pegawai Negeri Sipil melalui Pendidikan dan Pelatihan Jabatan yang merupakan bagian tidak terpisah dari usaha pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh.

Berikut ini adalah Dasar hukum Diklat bagi Pegawai Negeri Sipil adalah Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil yang mungkin akan berguna sebelum kita mulai mengisi Form Jenis Diklat seperti apa yang bisa kita masukkan pada ePUPNS, Silahkan download PP No. 101 Tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS Melalui link di bawah ini : 

PP No. 101 Tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS

Catatan : Diklat pada umumnya minimal dilaksanakan setidaknya dalam jangka waktu 1 minggu, jika kurang dari itu maka itu hanya Workshop atau Bimtek.



Jika pada posting yang lalu saya pernah membagikan tentang cara mengatasi PUPNS yang sering log out maka pada kesempatan kali ini saya ada sedikit trik yaitu 'CARA MENGHINDARI PENGISIAN DATA PUPNS BERULANG ULANG KARENA TERJADI LOGOUT/MEMINTA LOGIN KEMBALI'.

Salah satu yang membuat kita kesal sewaktu mengisi PUPNS adalah karena kita terpaksa harus mengisi ulang data ketika saat menyimpan data yang sudah kita masukkan namun terjadi error / logout / meminta login kembali. Sehingga mau tidak mau kita harus mulai mengisi data kembali dari awal.

Sebenarnya kita tidak perlu melakukan itu, caranya sangat mudah, Intinya sebelum simpan pastikan status kita masih login pada pupns / periksa status login sebelum klik simpan, Untuk lebih jelasnya dan agar lebih mengerti langkah demi langkah silahkan lihat video di bawah ini :  



Apabila Video diatas terlalu kecil silahkan download aja atau Lihat langsung di youtube Klik DISINI, Atau Lihat Semua Video Trik dan Tutorial PUPNS DISINI




Pastinya semua sudah tau bagaimana suka dukanya mengerjakan ePUPNS ini, termasuk saya pribadi, jujur saja, kesulitan sebenarnya bukan pada cara mengisinya akan tetapi proses pengisiannya yang tidak cuma makan banyak waktu tapi juga makan ati.. lol
Kendala yang sering terjadi ketika mengisi PUPNS adalah

  1. Sering terjadi error 500 di semua lini
  2. Susah login
  3. Website pupns sulit dibuka
  4. Form isian sering tidak ditemukan "karena menggunakan auto complete"
  5. Sering Log Out sendiri alias Ejakulasi Dini / baru masuk udah keluar . . hahahaha
  6. Bahkan terjadi kesalahan ketika hendak Kirim data.
[Baca juga : Aplikasi mempercepat pekerjaan guru dan operator : DISINI ]

Pada kesempatan kali ini saya akan bagikan sebuah trik untuk mengatasi hal tersebut. Terus terang trik ini tidak selalu bekerja dengan baik, namun bisa sedikit mengurangi kendala-kendala yang sudah saya sebutkan diatas, Terutama hal yang paling sering terjadi adalah SERING LOGOUT/MEMINTA LOGIN KEMBALI

Berikut beberapa triknya

  • Sediakan kopi biar ga stress :v
  • Sediakan koneksi Dewa / Koneksi yang cepat = googling aja koneksi yang kenceng pake apaan. 
  • Sediakan setidaknya beberapa browser (Mozilla, Opera, Chrome, IE terbaru, Maxthon dll)
  • Usahakan Browser tersebut adalah browser versi terbaru (tentunya dengan plugin yang up to date juga)
  • Yang paling masuk akal dan cara paling umum adalah bukalah pada jam2 tidak sibug, Kalo saya pribadi si biasanya habis Sholat Subuh pasti top markotop
  • Ketika kita mulai membuka browser gunakan Ctrl+Shift+Del kemudian OK untuk membersihkan browser
  • Ketika sudah berhasil login segeralah ping website pupns caranya : tekan tombol window + r bersamaan, lalu muncul kotak "run" kemudian ketik ping -t epupns.bkn.go.id pada kotak "run" lalu tekan enter Setelah itu muncul window "cmd" kemudian minimize saja, Lihat gambar berikut : 




Atau Lihat Vidieonya di bawah ini 



  • Lakukan pengisian form dengan cepat kemudian segeralah simpan.
  • Sediakan Tab window cadangan untuk mempertahankan login / buat login pupns di tab baru

NB : Untuk mempercepat dan mempermudah membuka Website PUPNS, Gunakan Aplikasi Ops Multi Tasker untuk membuka Website PUPNS, Download aplikasinya DISINI
Perlu diketahui beberapa cara diatas tidak menjamin anda tidak akan pernah logout, namun menurut pengalaman saya pribadi terbukti mengurangi intensitas sering logout tadi. 

Sekian sedikit tips mengatasi ePUPNS sering logout/meminta login kembali, semoga bermanfaat. 

Update terbaru Solusi gagal kirim pupns / belum simpan/periksa semua tab. 
cara ini adalah trik terbaru untuk mengatasi gagal kirim tersebut, silahkan download saja Videonya  DISINI atau DISINI

Cara berikut ini khusus bagi rekan-rekan yang telah menyelesaikan seluruh isian yang ada pada ePUPNS, Posting ini dibuat karena banyak sekali pertanyaan mengenai solusi gagal kirim pada PUPNS, terus terang saja saya pribadi belum pernah mengalaminya dikarenakan belum melakukan pengiriman untuk menghindari hal-hal yang diinginkan, Jadi ya saya googling saja, dan menemukan trik ini dari salah satu blog pendidikan, mudah-mudahan bisa membantu, lalu kemudian saya repost disini, Dan apabila anda sudah siap kirim dan berencana akan melakukan pengiriman data ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut ini, dan bagi yang sudah pernah mengalami gagal kirim, berikut ini solusinya : 




Pada posting kali ini saya akan bagikan beberapa video Tutorial pengisian dan cara menggunakan menu helpdesk yang bisa anda unggah/download langsung dan gratis, beberapa video berikut ini berisi tentang :
  1. Tutorial lengkap untuk pengisian ePUPNS
  2. Tutorial lengkap cara menggunakan Menu HELPDESK
Mengapa tidak ditampilkan saja videonya di youtube ?, alasannya adalah jika anda tonton videonya di youtube, maka hanya bisa ditonton sekali saja pada saat membuka video tersebut, dan jika ingin membuka lagi tentu saja kita harus membuka lagi situs youtube tersebut yang tentunya akan memakan kuota internet kita apalagi yang menggunakan Dial Up modem, maka dari itu berhubung untuk mengerti isi dari video ini dibutuhkan waktu berkali-kali untuk menonton jadi menurut hemat saya lebih baik di download saja agar bisa digunakan semaksimal mungkin dan tidak memakan banyak kuota internet kita.


Download Videonya di Bawah ini :




Sekian dan Semoga bermanfaat, Wassalam


Video di bawah ini kami posting hanya sebagai acuan bagi para PNS yang sedang melakukan registrasi ePUPNS, diharapkan dengan adanya video ini kita semua mengetahui mekanisme/teknis yang dilakukan oleh pihak verifikator level 1, sehingga dapat menjawab semua pertanyaan seputar PUPNS, namun tidak menutup kemungkinan dapat memberi sedikit informasi kepada verifikator level 1 apabila ada hal kecil yang mungkin masih terlewatkan, karena pada hakekatnya video ini diposting dengan tujuan untuk mensukseskan program PUPNS. Mari kita simak video di bawah ini : 


Sekian dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sanksi

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Badan Kepegawaian Negara  (BKN) melakukan sosialisasi pendataan ulang pegawai negeri sipil secara elektronik (e-PUPNS). Pendataan ini diharapkan dapat selesai hingga akhir bulan Desember 2015. "PUPNS ini sudah dicanangkan pada bulan September 2015 dan diharapkan selesai pada akhir Desember 2015," kata Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum, T. Eddy Syah Putra di Jakarta, Selasa (22/09). 
Eddy menuturkan, 10 tahun yang lalu BKN melakukan pendataan PNS secara manual, dan hasilnya dianggap belum sempurna, karena pelaksanaannya masih banyak kendala. "Agak sulit untuk mendata ulang karena masih ada satu NIP terpakai untuk 2 atau 3 orang, dan ada juga yang sudah meninggal atau pensiun tetapi datanya masih ada," kata Eddy.
Untuk itu, lanjutnya, BKN saat ini mengembangkan pendataan ulang PNS secara elektronik. "Sistem e-PUPNS ini akan menjamin data yang valid sehingga tidak ada lagi NIP ganda, yang ditolak oleh BKN dan yang salah update," kata Eddy.  
Kepala Seksi Pengelolaan Data Base dan Penyelesaian Permasalahan Data Kepegawaian Non Pegawai Negeri Sipil pada Direktorat Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian BKN, Warno mengatakan, inti dari PUPNS adalah pendataan ulang bukan pendaftaran ulang.
PUPNS bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, terpercaya dan terintegrasi, sebagai dasar kebutuhan dalam mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN yang mendukung pengelolaan manajemen ASN yang rasional sebagai sumber daya aparatur negara. "Kalau datanya tidak diperbaharui secara elektronik, maka tidak akan terdaftar dalam sistem e-PUPNS dan dianggap mengundurkan diri dari pegawai," kata Warno. 
Karena itu, dia berharap semua PNS di setiap kementerian dan lembaga di daerah atau pun pusat serius mengisi e-PUPNS. Karena semua data tersebut  bermuara untuk setiap kegiatan, baik kenaikan pangkat maupun usulan lainnya. (ns/HUMAS MENPANRB)

Masalah yang sering muncul ketika kita ingin memasukkan data dalam PUPNS adalah "Data Tidak Ditemukan". Sebenarnya disana sudah ada menu bantuan yang terdapat dalam form PUPNS yaitu sebuah tombol bantuan yang terletak di sebelah kanan form pengisian, tombol itu berfungsi apabila user mengalami permasalahan sewaktu mengisi form tertentu, sehingga kita direkomendasikan untuk menggunakan tombol bantuan tersebut, berikut tampilannya :


Tujuan tombol itu sendiri yakni sebagai sarana bagi user untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi pada form yang bersangkutan kepada admin pupns dengan mencetak nomor tiket sebagai acuan dari bentuk permasalahan yang kita sampaikan, namun pada kenyataannya setelah kita mencoba untuk cetak nomor tiket justru mengalami error 500. 

Pada Kesempatan ini saya akan membagikan Solusi error 500 / gagal cetak nomor tiket pada ePUPNS Ketika mengalami Data Tidak Ditemukan, Sebenarnya ada 2 cara, sebelumnya perlu diingat bahwa yang kita butuhkan adalah Nomor Tiket  : 

Cara Pertama : adalah dengan mengcopy link yang ada pada address bar browser pada saat terjadi Error 500. perhatikan gambar di bawah ini : 
seperti yang kita lihat, dalam lingkaran itu adalah Nomor Tiket Kita

Cara Kedua : 
Masuk ke : https://epupns.bkn.go.id/helpdesk Atau klik disini
Kemudian pilih "Jenis Permasalahan"

Dalam hal ini saya memilih "Sekolah Tidak Ditemukan" Sehingga muncul tampilan seperti ini : 
Isi Semua formnya kemudian klik  KIRIM  

Setelah klik KIRIM, maka anda akan dialihkan menuju tampilan "Cetak Pengaduan", 

Setelah klik Cetak, dan Anda akan mendapatkan file PDF berupa "Tanda Bukti Permohonan Bantuan" yang terdapat NOMOR TIKET di dalamnya kemudian Unduhlah file tersebut seperti gambar berikut :  

Itulah 2 cara untuk mencetak nomor tiket, namun yang terpenting adalah anda mengetahui Nomor Tiket Permohonan bantuan tersebut. 

Selanjutnya bagaimanakah caranya untuk mengetahui "Apakah Pengaduan Tersebut Sudah Ada Solusinya / Ada Tanggapan dari Pihak Admin Atau Belum ?"

Perhatikan tulisan yang tertera di bawah Nomor Tiket berikut ini : 
Simpan nomor TIKET untuk melakukan pengecekan status pengaduan. Pengecekan dapat
dilakukan minimal 1x 24 jam

Artinya ya disuruh tunggu 1 x 24 jam, kemudian lihatlah hasil pengaduan anda 
pada alamat : https://epupns.bkn.go.id/menu Atau Klik Disini 

Klik Cek Status, Kemudian Pilih Cek Status Pengaduan.

Setelah itu masukkan Nomor Tiket yang sudah anda peroleh tadi kemudian klik "OK" 


Lihatlah hasilnya, Jika Sudah ada respon dari admin pasti disitu sudah ada solusi dari permasalahan yang anda alami. 

Karena banyak sekali yang menanyakan tentang bagaimana caranya untuk merubah/mengedit/menambahkan data yang belum benar dan sudah terlanjur dikirim maka pada postingan kali ini saya akan mencoba untuk memberi solusi untuk masalah tersebut. 


Untuk saat ini satu-satunya cara merubah data yang sudah dikirim adalah dengan mengajukan "TURUN STATUS".  Menurut buku panduan PUPNS Turun Status berfungsi untuk mengembalikan (rollback) atau menurunkan status data PNS yang telah mengisi formulir e-PUPNS dan dikirim ke SKPD atau BKD. Menu ini khusus untuk BKN Kanreg dan BKN Pusat. Perhatikan gambar di bawah ini : 
turun status
gambar proses turun status


Turun status merupakan istilah PUPNS yang berarti mengembalikan ke status sebelumnya. Contoh kasus Anda terlanjur mengirimkan data pada PUPNS, namun baru sadar ternyata ada kesalahan dalam mengisi PUPNS. Nah tentu bingung kan gimana memperbaiki kesalahan data tadi? Berikut penjelasannya



Setelah kita mengisi data secara online di PUPNS dan mencetak hasil input tadi, biasanya kita juga diwajibkan mengumpulkan dokumen atau berkas pendukung PUPNS ke verifikator level 1 (SKPD/UPT/Unit Kerja Lainnya) sesuai yang kita input secara online. Data online yang sudah kita kirim akan dicek ulang oleh admin verifikator, tentunya menyesuaikan dengan berkas manual yang kita kumpulkan. 


Biasanya Jika ada kesalahan maka admin verifikator berhak"menurunkan status" kita tadi, tujuannya agar kitamemperbaiki kesalahan di PUPNS. Turun Status bisa dilakukan atas inisiatif verifikator, namun bisa juga atas permintaan PNS sendiri. Tentu kebanyakan harusnya atas kehendak PNS sendiri, mengingat tidak semua BKD memerintahkan mengumpulkan berkas, kalaupun disuruh mengumpul berkas, tentu verifikator akan kerepotan untuk mencek data PNS satu persatu. 


Kesimpulannya : bagi para PNS yang ingin merubah data yang terlanjur dikirim, silahkan hubungi verifikator level 1 (SKPD/UPT/Unit Kerja Lainnya) untuk mengajukan turun status tersebut.

Sekian sedikit solusi untuk merubah data yang sudah terlanjur dikirim, semoga bermanfaat.

[baca juga : Solusi Gagal Cetak Nomor  Tiket dan Mengatasi Data Tidak Ditemukan]

Cara Ganti Email e-PUPNS Yang Salah - Bagi bapak dan ibu guru yang belum tahu caranya berikut langkah-langkahnya :
  1. Login dengan Username (kode registrasi) dan password pupns anda
  2. Setelah berhasil masuk ke menu utama, KLik icon disebelah kiri menu kirim, kemudian pilih "Ganti email" seperti  pada gambar dibawah
ganti email

Demikian posting singkat kali ini, semoga dapat membantu rekan-rekan dalam melakukan Registrasi ePUPNS, Jika masih belum paham silahkan tinggalkan komentar di bawah. Terima kasih 

source : infopendidikanterbaruku.blogspot.com


Sesuai dengan perkembangan aplikasi e-pupns/PUPNS menu Riwayat Pendidikan nama sekolah yang sudah lama dan kini tak ada lagi, hingga waktu kita inputkan maka keterangan nama sekolah tak ditemukan karena sekolahnya saat ini sudah tak ada lagi...bagaimana solusinya akan nama sekolah yang tak ditemukan ini.

Nama Sekolah Tak Ditemukan Pada PUPNS


Telah disampaikan dan di uji coba kan pada masa trial atau uji coba pengisian PUPNS bahwa hal tersebut sudah ditentukan untuk penambahan nama sekolah pada riwayat pendidikan perlu memperhatikan:


1. saat ini tidak perlu penambahan nama sekolah melalui helpdesk, nama sekolah cukup diisi dengan mengetikkan nama sekolah secara autocomplit atau free teks (ketik bebas).


2. harap penulisan nama sekolah, ditulis sesuai dengan penulisan dalam ijazah. jika menggunakan singkatkan, agar digunakan singkat yang telah lazim.



Versi isian free teks ini ditegaskan pada riwayat pendidikan atas dasar berbagai faktor, namun free teks ini tidak pada semua menu bisa demikian, pada menu data guru, misal ini bukan bersifat free teks terus pada menu Unor Unit Organisasi ini juga free teks


Nah jika sekarang sudah tahu maka tak perlu lagi bingung pada menu riwayat pendidikan untuk nama sekolah yang tak ditemukan artinya bisa disimpan saja.

Tips dan trik untuk untuk mengisi data sekolah : 
Gunakan koneksi yang cepat (koneksi lambat dapat menghambat loading auto complete daftar nama sekolah)
Cobalah berbagai alternatif nama sekolah, contoh : SD, SDN, SD Negeri, Sekolah Dasar Negeri dll.

Walau sayangnya tak semua menu berlaku demikian namun pada intinya dimenu ini diberikan kemudahan, salam.

Update : Jika semua cara sudah dilakukan termasuk lewat cetak nomor tiket namun nama sekolah masih belum juga ditemukan, maka abaikanlah terlebih dahulu dan lanjutkan dengan mengisi form yang lain dan jangan lupa simpan semua perubahan tapi jangan kirim terlebih dahulu. 
source : kkgjaro.blogspot.com




Berikut ini adalah beberapa pertanyaan mendasar yang sering muncul dari rekan-rekan operator sekolah yang sedang mengerjakan PUPNS beserta sedikit tips dan solusinya, mudah mudahan bermanfaat. 


1. Apa yang dilakukan setelah Registrasi?
Jawaban :
Setelah anda melakukan Registrasi anda harus menunggu 1 hari agar diverifikasi oleh BKN/BKD jika melebihi 1 hari maka anda perlu memberikan konfirmasi ke pihak UPTD Dinas Kecamatan masing-masing.

2. Cara memperbaiki tanggal lahir, gelar depan/belakang di PUPNS 2015?
Jawaban : 
tanggal lahir

Terkadang saat anda melakukan login di PUPNS pada jam kerja atau jam 07.00 - 12.00 siang dipastikan lemod/eror dan sangat susah sekali jika sudah terjadi hal semacam itu. Oleh karena itu pastikan anda mengerjakan PUPNS di waktu saat ini/malam hari sehingga saat anda melakukan penyimpanan data yang sudah diketik tidak hilang. Solusi lain saat ini tidak ada, hanya saya menyarankan seperti itu saja mengingat waktu Verifikasi level 1 pada akhir bulan ini.
Ini saya berikan gambar ilustrasi mengenai edit data dengan mengklik silang merah maka muncul kolom baru

3. Cara Mengisi Data Keluarga?
Jawaban : 
data keluarga

Pada data keluarga banyak menunya terutama adalah Orang Tua, Suami/Istri, Anak. Jika anda akan mengisi data Keluarga anda mengklik salah satu misalkan Anda akan mengisi data Orang Tua, klik
Juga termasuk untuk Suami/Istri, Anak anda klik dahulu jangan pada keluarga saja. Kalo bisa isi dulu data sesuai urutan menu jadi saat akan mengisi data selanjutnya tidak terjadi eror

4. Diklat Fungsional yang dimasukkan apa saja?
Jawaban : 
berkas

Waktu saya ngeprint formulir dari waktu pendaftaran Registrasi pertama PUPNS muncul Cetak Formulir lalu saya cetak (jika anda mengerjakan setelah 1 September 2015 maka Formulir ini sudah ada, namun jika sebelum 1 September 2015 Formulir belum tercetak dan saya rekomendasikan Registrasi ulang jika Registrasi sebelum 1 September 2015).
Pada menu Diklat Fungsional saya mencoba mengisi namun sudah dibantu oleh Formulir yang ada di Formulir Cetak PUPNS, ini saya berikan gambarnya

5. Kalau PUPNS login boleh berkali-kali tidak?
Jawaban : 
Login di PUPNS boleh berkali-kali asalkan jangan melakukan kirim jika data belum lengkap, jika sampai anda melakukan kirim dan data belum lengkap urusan semakin susah karena anda harus datang ke BKD setempat untuk melakukan perbaikan data langsung ke Admin BKD/BKN.


6. Saya melakukan edit data dan ternyata setelah saya simpan data belum masuk sempurna/kosong, solusinya?
Jawaban : 
Anda saat melakukan pengisian data ada baiknya pada waktu malam hari/tengah hari pukul 00.00 dijamin lancar kendala sedikit dan saat anda mengisi data tidak terjadi yang namanya eror dan tidak tersimpan, himbauan dari BKD di tempat saya adalah mengisi pada waktu senggang dan tidak termasuk jam kerja. Oleh karena itu saya sendiri juga sangat kaget saat pertama melakukan pengisian data. Intinya adalah anda harus SABAR saat mengerjakan PUPNS 2015.

7. Sampai berapa lama sebenarnya proses perbaikan nama di helpedsoalnya.. sudah 10 hari diperbaiki nama sudah ada no.tiket...tapi sampai sekarang ..statusnya slalu dalam proses..???
Jawaban : 
Dalam hal ini perbaikan data memakan waktu yang sangat lama, karena data hampir seluruh PNS di Indonesia melakukan perbaikan data ke pihak situs PUPNS 2015. Saran saya lebih baik ke BKD tempat anda bekerja, karena akan lebih cepat atau melalui UPTD Dinas Kecamatan supaya bisa menembus pihak BKD setempat.

8. Benarkah harus upload scan dokumen? pada bagian mana ya? dan berkasnya apa saja?
Jawaban : 
Upload scan dokumen dilakukan jika data tidak sesuai misal beda nama/nip/beda instansi. info lengkap

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget