Halloween Costume ideas 2015
Articles by "UKG"

Hasil Pretest PPG 2018

Berikut ini adalah Info lengkap tentang Hasil Pretest PPG 2018 dan cara melihat hasil pretest 2018. Sebagaimana diketahui pre test PPG 2018 sudah dilaksanakan pada bulan November – Desember 2017 yang lalu. Pre tes PPG 2017 – 2018 tersebut menjadi salah dasar untuk menentukan peserta PPGJ (Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan) tahun 2018 (PPGJ 2018).

Berikut cara untuk mengetahui pengumuman hasil kelulusan Pretest PPG tahun 2018


Berikut merupakan cara melihat hasil Pretest PPG Guru Tahun 2018.

Langkah 1
Kunjungi laman situs : ap2sg.sertifikasiguru.id, kemudian pilih hasil pretest.

Hasil Pretest PPG Guru Tahun 2018



Langkah 2
Masukkan nomor NUPTK maupun Nomor Peserta Pretest PPG Guru Tahun 2018, kemudian tekan enter.

Hasil Pretest PPG Guru Tahun 2018



Langkah 3
Kita akan melihat apakah kita lulus dalam Pretest PPG Guru Tahun 2018 atau tidak.

Hasil Pretest PPG Guru Tahun 2018
Semoga bermanfaat.

Apabila anda berhasil masuk, kemudian Input NUPTK atau Nomor Peserta UKG Anda.
Pilih tanda pencarian di sampingnya, maka akan ditampilkan data nama, nomor peserta, status pegawai, asal sekolah, kualifikasi, jurusan S-1, perguruan tinggi asal, program studi sertifikasi, dan Pengumuman Hasil Pretest PPG tahun 2018 (lulus / tidak lulus).

sumber : klik disini

Info UKG / UTN Ulang I dan III Tahun 2018
Berikut kami bagikan info lengkap tentang jadwal UKG / UTN Ulang I dan III Tahun 2018 sesuai dengan surat resmi Dirjen GTK Kemdikbud. 

Bagi Rekan-rekan guru yang belum lulus dalam UKG setelah PLPG di tahun 2016 dan tahun 2017, di awal tahun 2018 ini ada kesempatan untuk mengikuti UKG / UTN ulang untuk kembali mengikuti UKG / UTN ulang III bagi peserta sertifikasi guru yang tidak lulus UKG tahun 2016 dan UKG / UTN Ulang I bagi peserta sertifikasi guru yang tidak lulus UKG tahun 2017. Informasi tersebut berdasarkan pada surat surat Dirjen GTK dengan 01276/B/GT/2018 tertanggal 11 Januari 2018 tentang UKG Ulang I dan III Sertifikasi Guru Tahun 2018 sebagai berikut:


Sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2016 dan 2017 yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 29 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bagi Guru yang Diangkat Sebelum Tahun 2016 bahwa bagi guru yang tidak lulus UKG diberikan kesempatan untuk mengikuti UKG ulang sebanyak 4 (empat) kali dalam waktu 2 (dua) tahun sejak mengikuti sertifikasi guru. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan UKG Ulang tahun 2018.

UKG Ulang merupakan UKG Ulang I bagi peserta sertifikasi guru yang tidak lulus UKG Tahun 2017 dan UKG Ulang III bagi peserta sertifikasi guru yang tidak lulus UKG Tahun 2016. Berkenaan dengan pelaksanaan UKG Ulang tersebut, maka disampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Menginformasikan kepada guru bahwa pelaksanaan UKG Ulang I dan III Tahun 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari s.d. 6 Februari 2018. Informasi pelaksanaan UKG Ulang dapat juga diakses melalui halaman publik dengan alamat ap2sg.sertifikasiguru.id.
  • Menyampaikan kepada guru peserta UKG Ulang bahwa pencetakan kartu peserta UKG Ulang secara mandiri oleh peserta pada halaman publik yang tertera pada poin I (satu) di atas dimulai tanggal 21 s.d. 22 Januari 2018
  • Berkoordinasi dengan LPMP masing-masing propinsi tentang penetapan TUK dan teknis pelaksanaannya.
  • Memotivasi guru-guru peserta UKG Ulang untuk mempersiapkan diri dengan belajar mandiri dan mengikuti UKG Ulang dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas.
  • Berperan aktif dalam memperlancar pelaksanaan UKG Ulang dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan kecurangan dalam pelaksanaannya.
Demikian informasi mengenai Jadwal UKG (UTN) Ulang 3 Peserta PLPG 2016 dan Jadwal UKG (UTN) Ulang 1 Peserta PLPG Tahun 2017 akan dilaksanakan mulai tanggal 30 Januari sampai dengan 6 Februari 2018. Semoga bermanfaat dan terimakasih

Sumber artikel : klik disini

Jadwal Pelaksanaan Pre Tes SIMPKB 2017

Bapak dan ibu guru berikut ini kami infokan tentang jadwal pelaksanaan Pre Tes SIMPKB bagi peserta UKG yang rencananya akan diselenggarakan di tahun 2017 ini.

Pretest PKB (SIMPKB) adalah syarat untuk mengikuti Diklat Mapel PKB yang dipilih. Pretest PKB (SIMPKB) diwajibkan kepada Bapak/Ibu guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang mengalami perubahan mata pelajaran atau materi diklat yang bertujuan untuk mengetahui Capaian Kompetensi Awal (raport). Sebagaimana dapat dilihat di akun  masing-masing, apabila ada guru yang mengalami perubahan mata pelajaran (materi diklat) misalnya dari guru PPKn ke guru Bahasa Indonesia dan lainnya rapor atau Capaian Kompetensi Anda menjadi Blank. Oleh karena itu untuk mengetahui Capaian Kompetensi perlu diadakan Pre Test.

Pada umumnya untuk kepala sekolah dan pengawas sekolah yang mengambil mata diklat kepala sekolah atau pengawas sekolah dipastikan harus mengikuti Pretest PKB karena saat Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 yang lalu mereka diikutsertakan dalam materi diklat guru mata pelajaran atau guru kelas.

Pada laman sim PKB sudah ada  Info Jadwal Pretest PKB (SIMPKB) yang rencanakan adakan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. 

Adapun syarat dan ketentuan calon peserta Pre-Tes adalah sebagai berikut:
Berlaku bagi para Guru yang telah melaksanakan VerVal Satminkal dan Mapel di SIMPKB hingga permanen (disetujui admin dinas) dan berstatus “Wajib Pre-Tes” sebelum 1 Agustus 2017.
Bagi para Guru yang melakukan VerVal Satminkal/Mapel setelah 31 Juli 2017 tidak disertakan sebagai calon peserta Pre-Tes periode Agustus 2017.
Informasi jadwal dan lokasi pelaksanaan Pre-Tes akan diumumkan lebih lanjut selama bulan Agustus 2017 oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Propinsi sesuai wilayah kerja masing-masing

Jadwal sedikit informasi tentang Pretest PKB (SIMPKB) semoga bermanfaat.

Lupa Nomor UKG

Bapak dan ibu guru berikut ini adalah solusi jika kita lupa dengan nomor ukg, jika anda lupa nomor peserta ukg 2015 atau ingin cetak nomor peserta ukg 2015 atau lupa dengan pasword akun guru pembelajar, berikut ini solusinya. 

Anda dapat mengetahui nomor UKG anda di link berikut https://sim.gurupembelajar.id/akun/ptk, atau klik disini kemudian pilih Provinsi dan Kabupaten serta isikan nama lengkap anda. Jika sudah silahkan klik “CARI GTK”, maka data nomor UKG dan instansi anda akan muncul. (lihat seperti gambar diatas)

Kemudian berikutnya jika anda lupa dengan ID Akun atau Pasword Guru Pembelajar solusinya adalah adalah :
  1. Masuk ke akun Guru Pembelajar di alamat https://sim.gurupembelajar.id atau klik disini 
  2. Masukkan ID akun Guru Pembelajar berdasarkan nomor UKG anda tersebut, lalu tambahkan @guruku.id, misalnya 201512345678@guruku.id. Lalu masukkan password akun UKG anda. 
  3. Jika anda lupa password anda bisa mencoba melakukan reset password secara mandiri, asalkan dulu pernah memasukkan email alternatif di akun Guru Pembelajar. Jika tidak, maka anda bisa meminta reset password tersebut dengan menghubungi Dinas Pendidikan atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten/Kota anda atau juga bisa menghubungi ketua KKG di daerah anda masing-masing. 
Demikian info lengkap seputar nomor ukg dan akun guru pembelajar,  semoga membantu. 

nomor peserta UKG

Bingung untuk melihat nomor UKG ? Atau mungkin lupa nomor ukg ? Tentunya masih banyak diantara kita yang masih bingung mencari nomor peserta untuk mengikuti UKG, Berikut ini cara cek nomor peserta UKG Terbaru secara online di Tahun 2017

1. Buka link :https://app.simpkb.id/akun/registrasi atau klik DISINI
2. Klik Cari No. UKG
3. Pilih Provinsi.
4. Pilih Kabupaten/Kota
5. Ketik Nama yang akan dicari No. UKG nya

6. Klik Cari GTK

Selesai. Demikianlah sedikit info tentang nomor ukg. 

Kisi kisi PLPG 2017 SD

Kali ini kami bagikan Kisi kisi untuk materi PLPG tahun 2017 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD)Dengan persiapan terbaik bagi rekan guru sangat mungkin akan lebih mudah dalam memenuhi target kelulusan sertifikasi guru yang minimal nilai UTN 80, tentunya target ini harus dicapai agar sertifikat pendidik bisa di terima, sehingga bisa menjadi guru yang benar-benar profesional.

Silahkan download kisi-kisi PLPG berikut ini : Download
Mapel lainya bisa anda unduh disini : Download

Demikian posting kali ini semoga bermanfaat. 

Kumpulan Soal UTN PLPG 2017

Berikut ini kami bagikan link download Kumpulan soal soal Ujian Tulis Nasional UTN Untuk PLPG Tahun 2017, Link terkait dengan kisi kisi soal utn plpg 2017, contoh soal utn plpg 2017,  soal-soal utn plpg 2017,  soal utn plpg sd 2017, cek.nilai.utn.plpg 2017, kisi-kisi utn 2017 kisi kisi utn 2017 dan update terbaru akan kami rangkum dalam posting ini, Karena itu tetap ikuti perkembangan terbaru seputar PLPG 2017 di www.pgrionline.com.

Silahkan unduh Kumpulan Soal UTN PLPG 2017 melalui link berikut ini : 
  1. Soal UTN PLPG 2017 Part I
  2. Soal UTN PLPG 2017 Part II << Password silahkan Kesini
  3. Soal UTN PLPG 2017 Part III
  4. Latihan soal dan kunci jawaban 
Untuk download kisi-kisi utn 2017 kisi kisi utn 2017 bisa anda unduh Disini
Materi PLPG 2017 Jenjang Sekolah Dasar (SD) unduh di bawah ini :

PKN
Bahasa Indonesia
Matematika
IPA
IPS
Sekian dan semoga bermanfaat. 

Informasi Lengkap Seputar Sergur 2017


Berikut ini adalah info lengkap seputar sertifikasi guru (sergur) tahun 2017, banyak rekan-rekan guru yang bertanya-tanya tentang : kapan ukg 2017 dilaksanakan, informasi sergur 2017, calon sertifikasi guru 2017, daftar calon peserta sertifikasi guru 2017, tunjangan sertifikasi guru 2017, syarat plpg 2017, dan peserta plpg 2017. Mari kita simak info berikut ini.

Berdasarkan pada surat edaran Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 09709/B.B4/GT/2017 tentang Sertifikasi Guru Tahun 2017, disampaikan bahwasannya Dirjen GTK saat ini sudah memulai rangkaian kegiatan sertifikasi guru tahun 2017, Dalam waktu dekat, ada 2 (dua) kegiatan sertifikasi guru yang harus dilaksanakan yaitu 
  1. pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) Ulang I dan 
  2. pelaksanaan penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2017.
Peserta UKG Ulang I adalah Peserta PLPG yang belum lulus UKG setelah PLPG tahun 2016.

Sedangkan, untuk peserta sertifikasi guru tahun 2017 adalah :
  • Guru yang telah memenuhi syarat, telah melalui proses verifikasi, dan telah memiliki status disetujui A1 pada tahun 2016;
  • Guru peserta dan pendamping program keahlian ganda tahun 2016 yang telah memenuhi syarat.
Download selengkapnya surat edaran Dirjen GTK tentang Sertifikasi Guru Tahun 2017, silahkan klik pada tautan berikut : Surat edaran Dirjen GTK

Dan untuk Jadwal pelaksanaan seputar sertifikasi guru tahun 2017 yang terdiri dari tahapan dan jadwal pelaksanaan UKG Ulang I tahun 2017, dan tahapan dan jadwal pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2017 adalah sebagai berikut : 

Tahapan dan jadwal pelaksanaan UKG Ulang I tahun 2017:


Adapun, untuk ketentuan Peserta sertifikasi guru tahun 2017 adalah :
  • Guru yang telah memenuhi syarat,telah melalui proses verifikasi,dan telah memiliki status disetujui A1 pada tahun 2016.
  • Guru peserta dan pendamping program keahlian ganda tahun 2016 yang telah memenuhi syarat.
Berikut tahapan dan jadwal pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2017:

Adapun ketentuan untuk penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Penetapan Peserta (1)

* Sasaran: guru yang telah diverifikasi dan memenuhi persyaratan
* Persyaratan peserta meliputi:

1.   Guru dibawah binaan Kemdikbud yang belum memiliki sertifikat pendidik
2.   Memiliki NUPTK
3.   Memiliki kualifikasi S1 atau D4 dari perguruan tinggi yang terakreditasi
4.   Memiliki status sebagai Guru Tetap
5.   Aktif mengajar
6.   Pada tanggal 1 Januari 2018 belum memasuk i usia 60
7.   Telah mengikuti UKG 2015
8.   Sehat jasmani.

Penetapan Peserta (2)

Ketentuan Umum:

  • Guru yang sudah melalui proses verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2016 dan telah disetujui pengajuan A1,
  • Guru yang sudah dinyatakan lulus program keahlian ganda dan memenuhi persyaratan sertifikasi 2017
  • Guru yang telah ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru tahun 2016 dan belum menuntaskan proses PLPG tahun 2016 dengan status kelulusan (ADA, ATA, BMP dan GDA).
Keterangan: ADA: Absen Dengan Alasan; ATA: Absen Tanpa Alasan; BMP: Belum Memenuhi Persyaratan; GDA: Gugur Dengan Alasan.

Urutan Prioritas:

  • Guru yang diangkat sebelum 31 Desember 2005
  • Guru yang sudah dinyatakan lulus program keahlian ganda
  • Guru yang telah ditetapkan sebagai peserta sertifikasi guru tahun 2016 dan belum menuntaskan proses PLPG tahun 2016 sebagaimana tercantum pada ketentuan umum
  • Guru yang sudah melalui proses verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2016, dan telah disetujui pengajuan A1
  • Bagi guru yang mengajar tahun 2006-2016 urutan penetapan peserta diawali dengan nilai UKG tertinggi.
baca sumber disini

Pada kesempatan yang lalu saya telah membagikan Cara Memasukkan Tanggal Pada Registrasi Guru Pembelajar, saya yakin Insya Allah rekan-rekan guru sudah melakukan registrasi dan sudah melihat hasil UKG yang lalu, mudah-mudahan hasilnya memuaskan.



Namun sebelumnya bagi anda yang membutuhkan kisi-kisi UKG Silahkan klik tautan di bawah ini :
Kisi-Kisi UKG Guru pembelajar.

Nah bagi rekan-rekan guru yang harus mengikuti diklat karena hasil UKG nya kurang memuaskan berikut ini saya bagikan beberapa modul/materi untuk Diklat Guru Pembelajar untuk semua jenjang.

Langsung saja silahkan donwload semua filenya melalui link berikut ini :


Dinas Pendidikan Kota Padang belum akan menggunakan hasil Ujian Kompetensi Guru (UKG) sebagai landasan penetapan jam mengajar guru pada semester baru mendatang. Maksudnya, guru yang mendapat nilai UKG tinggi diprioritaskan mendapatkan jam mengajar daripada guru dengan nilai rendah. Jika ini diberlakukan sejumlah pihak mengkritik kebijakan ini, karena kompetensi guru tidak hanya dilihat dari hasil UKG.



 “Saya belum terima kabar kalau hasil UKG akan digunakan untuk menentukan jam mengajar guru. Jika sudah ada ketetapan seperti itu, seharusnya pusat sudah memberitahu. UKG itu kan program pusat,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi, kepada Haluan, Selasa (31/5).

Habibul juga menyatakan, hingga saat ini hasil UKG masih berada di tangan pusat dan belum ada instruksi kepada Dinas Pendidikan untuk mengambil dan menggunakan hasil UKG tersebut.

Ia juga menyebut, berdasarkan pemahaman yang diterimanya, sejauh ini hasil UKG hanya digunakan untuk pemetaan potensi guru belum digunakan dalam kebijakan pengaturan jam mengajar guru dan tidak berhubungan dengan sertifikasi guru. Bagi guru yang mendapatkan nilai rendah akan mendapatkan pembinaan.

“Sayangnya, hasil UKG ini belum maksimal diper­guna­kan. Pusat masih menyimpan pemetaan terhadap guru yang didapat dari hasil UKG ini,” ucap Habibul. Terkait isu yang beredar di kalangan guru ini, Habibul minta guru tidak mempercayai begitu saja.

Sementara itu, mantan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pen­didikan (LPMP) Sumatera Barat Jamaris Jamna mengingatkan, jika UKG yang akan menjadi per­timbangan untuk pembagian jam mengajar guru sebaiknya dilaku­kan pengkajian lagi dan pertim­bangan ulang karena akan ber­dampak pada pengurangan pen­dapatan guru.

Ia menjelaskan, jika dikaji dari Undang-Undang Guru me­mang pembayaran gaji guru berda­sarkan jumlah jam mengajar namun jika dikaji lagi dari sisi UU Aparatur Sipil Negara (ASP) maka pemba­yaran sesuai dengan UKG. Menu­rutnya, jika kebijakan pem­berian jam mengajar guru sesuai dengan UKG akan berdampak pada pe­ning­katan kinerja guru tidak men­jadi persoalan, namun jika kebija­kan tersebut berdam­pak pada pengurangan penda­patan guru maka akan lebih baik dikaji lagi.

“Kan kasihan juga, kerjanya tidak sesuai dengan pendapatan yang diperoleh. Kalaupun ada tunjangan untuk guru, tidak juga mencukupi karena tuntutan hidup juga semakin tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Sumbar Dr Zusmelia, M.Si memandang, UKG bukanlah men­jadi bahan pertimbangan untuk pembagian jam mengajar guru tapi lebih pada uji kompetensi para guru yang ada.

“Dari beberapa kali pembe­kalan yang saya ikuti di pusat, UKG gunanya untuk memetakan kompetensi guru, apa saja yang perlu diperbaiki dan dikuatkan dan di daerah mana saja yang perlu dilakukan penguatan kom­pe­tensi guru. Kompetensi guru itu sendiri ada empat komponen yakni, kompetensi sosial, kompe­tensi pedadogik, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian, tidak adil jika hanya melihat dari satu sisi,” jelasnya.

Ia kembali menjelaskan, kom­petensi sosial bisa dilihat apakah seorang guru bisa bermasyarakat dan bekerja sama dengan peserta didik serta guru-guru lainnya. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam menge­lola pembelajaran peserta didik. Kompetensi profesional adalah kompetensi khas, yang membe­dakan guru dengan profesi lain­nya. Kompetensi profesional ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengikuti perkem­bangan ilmu terkini karena per­kem­bangan ilmu selalu dinamis.

“Kompetensi profesional yang harus terus dikembangkan guru dengan belajar dan tindakan reflektif. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai materi pem­belajaran secara luas dan menda­lam, dan kompetensi kepribadian terkait dengan guru sebagai tela­dan bagi siswa dan lingkungan sekitarnya,” tambah Zusmelia.

Menurutnya, selama ini telah terjadi kesalahpahaman oleh guru terkait UKG ini. Sebenarnya tidak ada kaitan dengan gaji atau tunjangan yang akan diperolah karena UKG ini hanya untuk memetakan kompetensi di ma­sing-masing daerah yang nanti­nya akan dimaksimalkan.  Kesa­lahpahaman sejumlah pihak ini menurutnya, kurangnya sosia­lisasi oleh masing-masing daerah dan kurangnya penggalian infor­masi oleh sejumlah guru, jadi timbul berbagai macam kecema­san dan ketakutan pada guru padahal informasi yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Terpisah, Kepala LPMP Sum­bar Drs Rasoki Lubis, MPd melihat UKG merupakan upaya pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan guru memang harus mendapatkan perlakukan berbeda berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.

“Saya mendukung kebijakan tersebut, masa iya guru yang kinerjanya rendah minta diberi­kan apresiasi yang sama dengan guru yang kinerjanya baik,” ujarnya.


Menurutnya, dengan adanya UKG ini akan memacu para guru untuk meningkatkan kompetensi dan sekaligus untuk mengetahui dimana kelemahan masing-ma­sing guru tersebut. “Pemetaan kelemahan masing-masing guru ini akan menjadi bahan evaluasi bagi berbagai pihak, untuk mela­lu­kan peningkatan baik dari segi pembekalan maupun pembi­naan,” ujarnya.
source : harianhaluan.com


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, menilai, sertifikasi guru tidak banyak berpengaruh terhadap hasil Uji Kompetensi Guru (UKG). Tidak ada perbedaan signifikan pada capaian skor antara guru yang sudah atau belum mendapat sertifikasi.

"Menurut penilaian kami, tidak punya efek yang besar. Itu tantangan bagi guru yang sudah sertifikasi untuk berkerja lebih baik," kata Anies usai menjadi 'keynote speaker' dalam seminar nasional bertema Tata Kelola Guru untuk Meningkatkan Pendidikan yang Memuliakan di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wates, Sabtu (23/4).

Selama ini, kata Anies, sertifikasi sama dengan apresiasi. Apresiasi berupa tunjangan dan fasilitas-fasilitas. Ada yang menuntut kinerja mencerminkan level sertifikat dan pihanya menginkan sertifikat mencerminkan level kompetensi.

"Ini harus sama. Sekarang kami baru merevisi peraturan pemerintah dan mereview semua peraturan. Kita ingin ada perubahan dalam pemberian sertifikasi. Kami juga ingin ke depan bentuk apresiasinya bervariasi, dan bentul levelnya juga bervariasi dan kompetensinya bervariasi," tutur Anies.

Ia berharap sertifikasi guru dan ada guru tidak bersertifikat. Kalau dilihat saat ini berdasarkan Uji Kompetensi Guru (UGK), Yogyakarta paling tinggi se-Indonesia, hasil pedagogik dan profesional paling tinggi. Tapi nilainya masih 67 dari 0-100, jadi menang dikandang.

"Berdasarkan jejang, nilainya di atas 80 hanya 3-4 persen. Yang nilainya besar rata-rata 30-40. Jadi kita masih harus meningkatkan SDM guru," kata dia.

Anies mengatakan "guru honorer dan PNS tidak ada bedanya. Intinya, kita harus meningkatkan kompetensi, memastikan kompetensi tinggi, sertifikasi seimbang, kinerja tinggi,".


"Hal ini harus seimbang, jangan sampai jomplang satu dengan lainnya. Tata kelola yang harus dibangun untuk membangun itu. Hal itu yang akan kami bangun, dan Insya Allah kita akan segera bereskan, PP-nya dapat segera direvisi, dan peraturan-peraturan lain akan kami sederhanakan. Bahkan aturan itu sangat rumit aturannya," ujarnya.



Rekan-rekan guru yang berbahagia yang kebetulan berada dibawah naungan kemenag, ada sedikit informasi penting dan menarik, yaitu tentang pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Khusus untuk Guru Kemenag untuk tahun 2016, Info ini didapat dari Surat Edaran Kementerian Agama RI, yang mana telah menginstruksikan kepada segenap guru-guru yang berada di bawah naungan Kemenag untuk segera melakukan pemutakhiran dengan menindaklanjuti dan melaksanakan koordinasi, sosialisasi dan fasilitasi pelayanan kepada kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota, Madrasah dan seluruh PTK Madrasah di wilayah masing-masing pada Aplikasi Simpatika. 

Adapun Rincian Program yang dimaksud adalah sebagai berikut :  

  1. Seleksi program sertifikasi guru
  2. Cetak SKMT dan SKBK berbasis online 
  3. Verifikasi dan Validasi NRG lanjutan
  4. Verifikasi dan Validasi Program Inpassing bagi non PNS
  5. Registrasi UKG
  6. Penerbita NPK
  7. Basis data perencanaan TPG tahun 2017
  8. Pemetaan Kebutuhan Guru 

Dalam hal ini saya menyorot tentang UKG pada point ke 5, yang mana pada surat edaran tersebut secara tidak langsung memberikan informasi bahwa registrasi UKG untuk Kemenag tahun 2016 secara otomatis akan terlaksana seiring dengan Pendistribusian data pada aplikasi Simpatika. Oleh karena itu, agar tidak ketinggalan hendaknya seluruh guru kemenag selalu melakukan updating/pembaharuan data pada akun SIMPATIKA masing-masing

Klik tautan dibawah ini untuk Unduh Surat Edaran Tentang Pengembangan Program Simpatika Tahun 2016 : Download Surat Edaran 


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memperluas penerapan uji kompetensi guru (UKG). Tahun ini yang akan diuji ialah tenaga administrasi, laboran, dan pustakawan.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Perencanaan Kebutuhan Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Tenaga Pendidikan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Ferry Yulmadino mengatakan, kementeriannya tengah mempertimbangkan ada pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi tenaga administrasi, laboran, dan pustakawan melalui UKG.

Tiga tenaga ini juga akan dinilai kinerjanya. Menurut dia, uji kompetensi dan kinerja ini penting agar tiga profesi di sekolah ini sama profesionalnya dengan guru. ”Meski hanya menjadi unit pendukung, peranan mereka sangat vital. Ketiganya mendukung usaha sekolah di dalam mewujudkan delapan standar nasional pendidikan,” katanya saat menjadi pembicara di Rapat Pimpinan Pengurus Asosiasi Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (AKTAS) di Kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta kemarin.

Tahun lalu UKG sudah dilaksanakan sehingga tahun ini uji kompetensi akan menyasar ke tenaga pendidik lain seperti tenaga administrasi, laboran, dan pustakawan. Dia menjelaskan, uji kompetensi ialah alat untuk mengukur tingkat profesionalisme dan pedagogis, sementara penilaian kinerja ialah melihat portofolio terkait keterampilan tenaga pendidik.

PKB bagi tenaga administrasi sekolah lebih mudah diterapkan karena jabatan struktural ini memang diatur di Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika ada penilaian kinerja, akan terlihat bagaimana kompetensi para tenaga pendidik itu. Jika memang ada kekurangan, bisa langsung dideteksi penyelesaian masalahnya seperti apa dengan modul pelatihan yang disusun Kemendikbud.

”Jadi kekurangan mereka apa saja itu bisa terbaca dengan uji kompetensi dan penilaian kinerja. Kita akan siapkan 10 modul pelatihan. Yang nilainya di bawah standar minimal akan langsung di-training,” urainya. Dia menuturkan, Kemendikbud juga tengah menggodok peraturan menteri tentang tenaga administrasi sekolah. Saat ini terjadi kesimpangsiuran terkait nomenklatur tenaga administrasi sekolah juga pengertian tenaga administrasi.

Dokumennya sedang dipersiapkan agar dapat menjadi kesepakatan bersama. Penegasan akan tenaga administrasi ini penting sebab mereka pelaksana administrasi mulai dari siswa, kurikulum, sarana-prasarana, juga pengelolaan keuangan sekolah. Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (AKTAS) Abbas Harahap berharap uji kompetensi dan kinerja bagi tenaga administrasi itu jadi dilaksanakan tahun ini.

Seperti halnya guru, tenaga administrasi dan tenaga teknis lainnya memang perlu diketahui kualitas kompetensinya. Namun, berbeda dengan guru, uji kompetensi tenaga administrasi bukan dari pedagoginya, namun pengujian profesionalisme keadministratifannya. Setelah diuji, diharapkan ada pelatihan maupun bimbingan teknis yang sesuai kebutuhan.

”Pengujiannya disesuaikan dengan lingkup kerja. Kalau tenaga administrasi, ya terkait administrasi kesiswaan, kepegawaian, dan keuangan,” terangnya. Dia menambahkan, isu yang menjadi problema bagi tenaga administrasi ialah tentang eselonisasi. Meski sudah ada UU ASN, belum ada kenaikan pangkat bagi tenaga administrasi.


Hanya di lingkup Pemprov DKI Jakarta para tenaga administrasi ini naik pangkat dari eselon V menjadi IV B. Eselonisasi ini memang bergantung otonomi daerah.


Sebanyak tujuh provinsi mendapat nilai terbaik dalam penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015. Nilai yang diraih tersebut merupakan nilai yang mencapai standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55. Tujuh provinsi tersebut adalah 
  1. DI Yogyakarta (62,58), 
  2. Jawa Tengah (59,10), 
  3. DKI Jakarta (58,44), 
  4. Jawa Timur (56,73), 
  5. Bali (56,13), 
  6. Bangka Belitung (55,13), dan 
  7. Jawa Barat (55,06).

Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02. Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Pranata mengatakan, setelah nilai UKG dilihat secara nasional, nanti akan dilihat lagi secara rinci hasil UKG per kabupaten/kota, dan hasil UKG per individu (guru). “Ada pertanyaan, ini data hasilnya mau diapakan? Dengan data ini kita dapat potret untuk kita memperbaiki diri,” katanya.


Ia mencontohkan, ada guru yang mendapat nilai rata-rata 85. Namun meskipun nilai tersebut baik, setelah dianalisis hasilnya, guru tersebut memiliki kekurangan di beberapa kelompok kompetensi. “Dia ada kekurangan di tiga kelompok, yaitu kelompok kompetensi 1, kelompok kompetensi 4, dan kelompok kompetensi 6. Maka dia harus memperbaikinya,” tutur Pranata. Salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi guru itu adalah dengan pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah sesuai dengan hasil UKG.


Hasil uji kompetensi guru (UKG) 2015, seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah mengumumkan dalam Kilasan Kinerja Setahun Kemdikbud, di bawah standar. Dari target nilai rata-rata 55 yang ditetapkan pemerintah, rerata nilai nasional 53,02. Bahkan rata-rata nilai kompetensi pedagogik hanya 48,94.

Mendikbud mengklaim, hasil akhir proses UKG ini merupakan awal dari proses peningkatan kompetensi guru yang akan dilakukan pada beberapa bulan ke depan. Meski demikian, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo, mengaku tetap tidak sependapat dengan adanya UKG tersebut.

Dia beralasan, UKG hanya mampu mengukur dua kemampuan guru yakni pedagogik dan profesional, sementara aspek lainnya tidak dinilai. Padahal guru mempunyai empat kemampuan yang seharusnya dinilai yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Dua aspek terakhir tidak bisa dinilai oleh UKG dan sangat mempengaruhi kinerja guru.

"Pada 2012 lalu misalnya, di Semarang ada guru di Semarang yang disenangi murid dan juga masyarakat, tapi ketika uji kompetensi nilainya sangat rendah dan berimbas pada kepercayaan masyarakat pada guru itu," ujar Sulistiyo.

Menurut Sulistyo, jika UKG untuk pemetaan, semestinya tidak perlu diberlakukan untuk semua guru. Dengan demikian, tak buang-buang waktu dan anggaran. Dia menyebut, sekira 1,6 juta guru telah ikut UKG pada 2012 dan sampai sekarang hasilnya belum dimanfaatkan.

PGRI setuju jika ada kompetensi namun harus mengukur keempat aspek kemampuan guru tersebut. "Hal terpenting bagi seorang guru adalah suntikan motivasi, sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan," Sulistiyo menegaskan.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Djemari Mardapi, mengatakan UKG akan mendorong guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi mereka.

"Jika kompetensi guru meningkat maka kualitas pembelajaran di sekolah akan meningkat pula," kata Djemari.

Selama ini, belum ada alat ukur dan evaluasi dari kinerja guru. Djemari menilai, UKG tentunya akan efektif dalam menentukan peta kemampuan guru. Setelah tahu, bagaimana peta kondisi guru di Tanah Air, maka langkah selanjutnya tindakan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru tersebut.

"UKG juga dinilai Djemari efektif untuk menilai kinerja guru secara periodik. Sehingga guru tidak selalu disalahkan ketika prestasi anak didiknya tak sesuai dengan harapan," imbuhnya.

Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan, para guru yang meraih nilai di bawah standar akan mengikuti pelatihan yang akan diselenggarakan pada Mei 2016. Sedangkan guru yang mendapatkan nilai sempurna atau mendekati sempurna akan dijadikan mentor.


"Ada 3.805 guru yang mendapatkan skor UKG di atas 91," ujarnya.


Uji Kompetensi Guru (UKG) usai beberapa hari lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menungkapkan, sebanyak 3.805 guru yang telah mengikuti uji kompetensi guru (UKG) mampu mencapai nilai rata-rata di atas 91.

"Mereka mampu melewati skor di atas 91," terang Anies dalam acara kilasan setahun kinerja Kemendikbud 2015 di Gedung A, Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Menurut Anies, hasil UKG ini bukan menjadi akhir segalanya. Namun ini justru menjadi proses awal untuk meningkatkan guru di masa mendatang.

Hasil UKG mereka akan menjadi cermin untuk mengembangkan potensi sesuai kebutuhan ke depannya. Menurut dia, ini merupakan salah satu ikhtiar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memperbaiki kualitas guru dan pendidikan.

Sementara Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata menjelaskan, rapor hasil UKG akan dibagikan ke sekolah pada pertengahan Januari 2016. Berkenaan dengan pelatihan untuk para guru akan dilakukan pada Mei 2016.

Untuk guru yang mendapatkan nilai terbaik, Pranata berpendapat, mereka bisa menjadi tutor bagi guru lainnya. "Jadinya hasil ini menandakan bahwa guru itu harus terus belajar dan diajar," jelas dia.


Pranata menyebutkan salah satu guru yang mampu menggapai  lebih dari 91. Guru Kimia SMA Negeri 2 Situbondo Nikmatil Hasanah memperoleh nilai 100 pada UKG lalu.


PURWOKERTO,  - Hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu, rencananya tidak akan diumumkan ke khalayak umum.  Hasil ujian para guru tersebut hanya akan dipublikasikan secara internal.

Kabid Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Takdir Widagdo, mengatakan rencananya hasil dari UKG akan diumumkan, tetapi hanya internal di lingkungan dinas dan sekolah tempat guru tersebut bertugas.

”Hasil UKG itu akan diumumkan sekitar awal Januari nanti, lengkap dengan nama guru beserta background dari guru tersebut, tetapi hanya sampai di tingkat sekolah,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, hasil dari uji kompetensi tersebut akan ditindaklanjuti dengan menggelar program pendidikan dan pelatihan (diklat). Adapun lembaga yang ditunjuk untuk menggelar diklat adalah P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

Namun persoalannya, anggaran yang dialokasikan Kemendikbud untuk menyelenggarakan program diklat sangat minim, yakni hanya untuk satu juta guru se-Indonesia. Jumlah ini masih sangat kurang bila dibandingkan jumlah peserta UKG.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kemendikbud perlu menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyelenggarakan diklat tersebut.  ”Perlu ada MoU antara pusat dan Bupati terkait pelaksanaan diklat bagi para guru,” terangnya.

Sementara sebelum pelaksanaan diklat, para guru akan dikelompokan berdasarkan hasil nilai.  Bagi guru yang nilainya antara 0-50, harus mengikuti diklat wajib/diklat dasar.  Adapun pelaksanaannya dilakukan dengan tatap muka langsung dengan instruktur.

Kemudian bagi guru yang nilainya 50,1-70, diarahkan untuk mengikuti diklat lanjutan yang rencananya akan dilakukan dengan cara diklat interaktif online.


Selanjutnya nilai 70,1-90 ikut diklat menengah dan 90,1-100 merupakan diklat tinggi.  Kedua diklat ini merupakan diklat mandiri, sehingga pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing guru.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget