Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Dapodik"

Berikut ini adalah 4 Langkah Persiapan Pemutakhiran Dapodikdasmen 2019 yang kami rangkum dari http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id ada 4 point penting yang harus benar-benar diperhatikan. 

Persiapan Pemutakhiran Dapodikdasmen 2019,

Pada saat ini kita telah memasuki Semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2018/2019 dan sejalan dengan siklus periodikal pembelajaran di sekolah tersebut, maka data pada sistem pendataan Dapodik juga harus turut dimutakhirkan. Demikian halnya dengan pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen yang juga terus dilakukan untuk mengakomodir adanya kebijakan, perubahan regulasi maupun perkembangan akan kebutuhan data. Maka saat ini Setditjen Dikdasmen sedang menyiapkan Aplikasi Dapodikdasmen versi baru untuk digunakan pada semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2018/2019. Sebagai persiapan menjelang dirilisnya Aplikasi Dapodikdasmen versi baru tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh sekolah sebagai berikut:

1. Kapasitas Server Dapodikdasmen akan ditingkatkan
Sehubungan dengan proses peningkatan kapasitas server ini, maka akan dilakukan maintenance terhadap server Dapodikdasmen. Aktivitas sinkronisasi Aplikasi Dapodikdasmen akan ditutup mulai Tanggal  04 Februari 2019 pukul 23.59 WIB sampai dengan pemberitahuan/pengumuman lebih lanjut.

2. Persiapan Aplikasi Dapodikdasmen versi baru
Pemutakhiran data untuk Semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2018/2019 dilakukan menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi baru (Versi 2019.c) yang direncanakan akan dirilis pada akhir Februari 2019 (akan diumumkan pada laman ini)

3. Persiapan data-data Semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2018/2019
Sekolah untuk mempersiapkan kelengkapan data di Semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2018/2019, dan salah satu kelengkapan data agar menjadi perhatian untuk dipersiapkan adalah : NIK (Nomor Induk Kependudukan)

4. Kepala Sekolah berperan aktif memimpin dan mengawal proses pendataan
Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5749/D/R/2018 tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 bahwasannya Kepala Sekolah berkewajiban mengawal proses input dan output Dapodikdasmen sekaligus memperhatikan akurasi masing-masing entitas data.

Demikian informasi yang kami sampaikan atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat. 

Isi Surat Edaran Terkait Dapodik 2019 ini sengaja kami share agar dapat benar-benar diperhatikan point demi pointnya karena ini sangatlah berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan di sekolah yaitu BOS, Dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik, telah terbit Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 0993/D/PR/2019 tentang tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodik).

Adapun isi lengkap Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dirjen Dikdsasmen) Nomor 0993/D/PR/2019 tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/ Kota agar secara aktif memantau progres pengiriman data pokok pendidikan melalui laman http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/progres hingga jumlah Sekolah yang melakukan sinkronisasi mencapai 100% sebelum batas waktu akhir pendataan (cut off) BOS. Perlu kami sampaikan bahwa alokasi dana BOS dihitung berdasarkan jumlah peserta didik di tiap Sekolah yang datanya bersumber dan Dapodik;

2. Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/ Kota melakukan verifikasi atas kelengkapan dan kebenaran data profil sekolah, rombongan belajar, individu peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, dan sarana dan prasarana yang diinputkan ke dalam aplikasi Dapodik. Apabila ditemukan data yang akurasinya diragukan, segera menginstruksikan sekolah untuk melakukan perbaikan data melalui Dapodik. Jika hasil verifikasi, terdapat sekolah yang sudah tidak beroperasi dan tidak melakukan sinkronisasi Dapodik selama 3 semester berturut-turut akan dilakukan penghapusan secara otomatis (solfdelete) dari sistem Dapodik;

3. Apabila dalam pelaksanaan BOS terdapat pelanggaran yang dapat merugikan negara, sekolah, dan/atau peserta didik, oknum yang bersangkutan akan diberikan sanksi oleh aparat/ pejabat yang berwenang. Sanksi akan diberikan dalam berbagai bentuk, di antaranya:
a. penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (pemberhentian, penurunan pangkat, dan/atau mutasi kerja);
b. penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi, yaitu BOS yang terbukti disalahgunakan agar dikembalikan ke Kas Negara;
c. penerapan proses hukum, yaitu proses penyelidikan, penyidikan, dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan BOS;
d. apabila berdasarkan hasil monitoring atau audit sekolah terbukti melakukan penyimpangan atau tidak menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan BOS (termasuk laporan online ke laman BOS di www.bos.kemdikbud.go.Id), Tim BOS Provinsi/ Kabupaten/ Kota dapat meminta secara tertulis kepada bank (dengan tembusan ke sekolah) untuk menunda pengambilan BOS dan rekening sekolah;
e. pemblokiran dana dan penghentian sementara terhadap seluruh bantuan pendidikan yang bersumber daii APBN pada tahun berikutnya kepada provinsi/ kabupaten/ kota, apabila terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, danlatau golongan;
f. sanksi lainnya sesual dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Untuk mendukung peningkatan kualitas data dimaksud, Dinas Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/ Kota dapat melakukan pelatihan. bimbingan teknis, sosialisasi dan layanan teknis Aplikasi Dapodikdasmen, sekaligus memastikan keberadaan sekolah dalarn keadaan aktif beroperasi;

5. Dalam hal sekolah selama 3 (tiga) tahun berturut-turut memiliki siswa kurang dan 60 (enam puluh), dapat dilakukan penggabungan dengan sekolah sederajat terdekat. Sampai dengan dilaksanakannya penggabungan. maka sekolah dimaksud tidak dapat menenima dana BOS reguler. Hal inii dikecualikan untuk (a) Sekolah TerintegrasilSMP Satap dan SDLB/SMPLB/ SMALB/SLB, sekoiah yang berada pada daerah 3T, (b) Sekolah di daerah kumuh atau daerah pinggiran yang peserta didiknya tidak dapat tertampung di sekolah lain di sekitarnya, atau (c) sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, yang telah memiliki izin operasional minimal 3 (tiga) tahun serta membebaskan iuran bagi seluruh peserta didik.

6. Untuk menjamin kualitas layanan pendidikan dasar dan menengah, mulai Tahun Anggaran 2020 dana BOS hanya akan dialokasikan bagi Satuan Pendidikan yang sudah terakreditasi.

Link Download Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 0993/D/PR/2019 (bisa DISINI)

Demikian informasi terkait Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 0993/D/PR/2019 tentang tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodik). Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Sumber artikel : klik disini


Cara agar siswa dinyatakan valid pada aplikasi dapodikdas saat ini kemungkinan akan sedikit rumit dan akan berpengaruh pada jumlah siswa di sekolah, karena jika data siswa dinyatakan invalid, maka otomatis juga akan berpengaruh pada jumlah dana BOS yang akan diperoleh. 

Awal Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 akan mengalami peningkatan kualitas data dapodikdas yang harus di penuh sekolah khususnya bagi data siswanya. Penambahan kolom wajib isi berupa NIK dan Lokasi rumah siswa, jika hal tersebut tidak tercantum maka data siswa dikategorikan invalid. 

Data invalid seseorang siswa akan mempengaruhi dana BOS yangdi terima sekolah yang di mulai berlaku pada semester 2 besok.

Semua ini dilakukan untuk meningkatkat akurasi dan kualitas jumlah siswa yang benar-benar masih aktif dan tidak fiktif. Sehingga penyaluran dana sekolah menjadi efisien dan bermanfaat bagi siswa dan sekolah itu sendiri.

Bagi OPS (operator sekolah) seyogyanya sudah melengkapi data tersebut, jika belum maka bersiaplah untuk menghimpun data NIK dan Lokasi rumah siswa agar menghindari kerugian sekolah dalam penerimaan dana BOS berikutnya.

sumber artikel : klik disini

Bapak dan Ibu, Berikut ini adalah informasi dan penjelasan terkait mekanisme Info Penerbitan SKTP Untuk Pencairan TPP Triwu 3 2018 serta penjelasan tentang Pengaruh DHGTK bagi penerbitan SKTP

Saat ini sudah memasuki masa Penerbitan SKTP Guru tahun 2018, Dirjen GTK Sudah menerbitkan pemeberitahuan bahwa Kepala sekolah dan guru harus memutakhirkan data Dapodik dengan benar. Selain itu, dinas pendidikan sudah mendapat pemberitahuan untuk segera mengusulkan penerbitan SKTP tanpa menunggu kelengkapan isian daftar hadir GTK. Hal ini disebabkan pada saat ini Aplikasi GTK masih dalam taraf pengembangan baik program maupun infrastruktur. Berikut ini Surat dirjen GTK tentang Penerbitan SKTP Tahun 2018.




Berikut ini beberapa penjelasan Terkait Penerbitan SKTP Guru Tahun 2018 berdasarkan powerpoint Setditjen GTK terkait Penerbitan SKTP Guru Tahun 2018, yang antara lain membahas tentang DHGTK, Sinkronisasi Data Dengan  BKN, Permasalahan dan Solusi,  serta Kuncian Dapodik (Data dapodik yang tidak bisa diubah)

Sinkronisasi Data Dengan  BKN
• Guru PNS yang NIP nya tidak terdaftar pada BKN tidak diakui sebagai PNS
• Pangkat Golongan dan Masa Kerja mengacu pada data BKN (untuk perhitungan Gaji Pokok)
• Jabatan PNS mengacu pada Jabatan pada BKN
• Keaktifan Guru mengacu pada data BKN

Permasalahan dan Solusi
• Gaji Pokok pada Dapodik lebih Tinggi dari Gaji Pokok pada Data BKN maka akan diambil Gaji Pokok Pada BKN
• Gaji Pokok pada BKN lebih Tinggi dari Gaji Pokok pada Data Dapodik, Menunggu sampai disesuaikan pada Dapodik, atau akan diterbitkan sesuai Gaji Pokok pada Dapodik. Kekurangan pembayaran akan di rapel pada Semester berikut.

• NIP tidak ditemukan pada BKN, Maka Jika karena kesalahan pengentrian pada Dapodik, perbaiki pada Dapodik. Jika kesalahan pada Data BKN, perbaiki data BKN. NIP harus sesuai antara Dapodik dan BKN
• Jabatan bukan Guru pada BKN, maka harus melakukan update sesuai dengan Jabatan yang tertera pada SK PNS
• Dinyatakan tidak aktif atau dalam masa Hukuman, Maka Jika sudah ada SK pengaktifan kembali, lakukan update pada SAPK

KUNCIAN DATA DAPODIK
1. KUNCIAN SISWA
–Siswa pada Rombel yang Gurunya sudah Siap SK atau Sudah SK akan terkunci.
–Siswa yang terkunci tidak boleh dipindahkan karena akan kembali ke Rombel Lama

2. KUNCIAN ROMBEL
–Rombel yang Gurunya sudah Siap SK atau Sudah SK akan terkunci.
–Rombel yang terkunci tidak dapat dihapus (walau pada Dapodik nya bisa dihapus)
–Pembelajaran dan Murid tetap mengacu ke Rombel yang terkunci walapun pada Dapodik sudah diubah

3. KUNCIAN PEMBELAJARAN
–Pembelajaran Guru yang sudah diusulkan Insentif Bukan PNS dan Tunjangan Profesi akan terkunci
–Pembelajaran yang terkunci tidak dapat dipindahkan ke Guru lain
–Pembelajaran yang dipindahkan ke Guru Lain akan membuat JJM Tidak normal

4. KUNCIAN TUGAS TAMBAHAN
–Tugas Tambahan untuk Guru yang sudah Siap SK atau Sudah SK akan terkunci
–Tugas Tambahan yang terkunci tidak dapat dipindahkan Ke Guru Lain
–Jika Tugas Tambahan dialihkan ke Guru lain maka dapat menyebabkan Tugas Tambahan tidak diakui (berlebih)

5. KUNCIAN GAJI POKOK
–Gaji Pokok untuk Guru yang sudah Siap SK atau Sudah SK akan terkunci
–Guru yang gaji pokok nya belum sesuai harap tidak diusukan dulu SKTP nya
–Setelah Gaji Pokok diperbaiki dan sudah muncul di SIM-TUN maka baru boleh diusulkan
–Gaji Pokok yang tertera pada SKTP tidak dapat diubah pada SIMBAR (tidak ada Reload Gaji Pokok)

Selengkapnya sailahkan Baca Powerpoint Setditjen GTK terkait Mekanisme Penerbitan SKTP Guru tahun 2018, dibawah ini.



Demikian info Penjelasan Terkait Mekanisme Penerbitkan SKTP Guru Tahun 2018. Semoga bermanfaat, terima kasih.

sumber artikel : https://ainamulyana.blogspot.com/2018/11/penjelasan-terkait-penerbitan-sktp-guru.html

Berikut ini adalah tutorial Cara Tarik Siswa Online Dapodik 2019 Yang Benar, Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 telah resmi di rilis, pertanda tugas operator pendataan sudah didepan mata,mulai dari mengisi data rinci sekolah, data sarana dan prasarana, meluluskan siswa pada tingkat akhir, input peserta didik baru/ penarikan peserta didik dari jenjang sebelumnya, pembuatan rombongan belajar, maping peserta didik pada rombongan belajar, pengisian jadwal pembelajaran, dan lain-lain.


Fitur tarik peserta didik baru masih menggunakan alur yang sama seperti semester sebelumnya tetapi dengan antar-muka aplikasi yang lebih baru. 

Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi :

2. Setelah itu login menggunakan username dan password Dapodik.

Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi Versi Dapodik 2019

3. Setelah berhasil login petugas pendataan akan diarahkan ke tampilan halaman utama (beranda). Pastikan informasi akun yang ditampilkan benar datanya. Jika benar, klik tombol “Kelola Data Pokok” untuk melakukan tarik/tambah peserta didik.

Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi Versi Dapodik 2019

4. Klik menu “Peserta Didik” lalu pilih tombol “Tambah Peserta Didik” seperti pada gambar di bawah.


Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi Versi Dapodik 2019

5. Pilih Tarik PD Dapodik pada pilihan sumber data lalu pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan sekolah asal. Setelah melakukan pilihan klik tombol “ Tampilkan “ untuk memunculkan data peserta didik yang telah lulus.

Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi Versi Dapodik 2019

6. Cari nama peserta didik yang dimaksud, setelah ditemukan pilih data peserta didik dengan mencentang kotak di kiri data peserta didik.

Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi Versi Dapodik 2019

7. Jika telah mencentang dan memilih data peserta didik yang dimaksud selanjutnya klik tombol “ Simpan “ seperti gambar di bawah.

Cara Tarik Peserta Didik  Baru/ Mutasi Versi Dapodik 2019

Jika proses sudah dilakukan maka tampil pemberitahuan seperti gambar di atas.  Langkah selanjutnya adalah melakukan singkronisasi, supaya perubahan data tersebut bisa masuk ke aplikasi kita. Registrasi siswa, merubah data rincian peserta didik pada aplikasi dapodik sesuai keadaan yang sebenarnya, seperti jarak ke sekolah, waktu tempuh ke sekolah, berat badan, dan lain-lain.

Sumber artikel : klik disini

Dapodik Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 telah resmi dirilis beberapa waktu lalu, Sehubungan dengan aplikasi Dapodik Versi 2019 yang digunakan untuk input data pendidikan pada semester I (ganjil) tahun pelajaran 2018/2019 ini khusus untuk cut off BOS pada tanggal 21 September 2018. Sebagaimana surat edaran resmi Dirjen Dikdasmen Nomor 5749/D/R/2018 Tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 yang ditujukan kepada Yth. Bapak/Ibu : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala LPMP, Kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB di seluruh Indonesia sebagai berikut:


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada saat ini kita telah memasuki Tahun Ajaran 2018/2019 dan sejalan dengan siklus periodikal pembelajaran di sekolah tersebut maka data-data pada sistem pendataan Dapodik juga harus turut dimutakhirkan. Untuk melakukan proses pemutakhiran data di semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 telah dirilis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.


Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5749/D/R/2018 tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019. Melalui surat tersebut Dirjen Dikdasmen menyampaikan dengan hormat kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota agar mengintruksikan ke seluruh satuan pendidikan di wilayah binaannya sesuai dengan kewenangannya untuk melakukan pemutakhiran data melalui aplikasi Dapodik 2019. Sekolah dapat mengunduh aplikasi Dapodikdasmen versi 2019 di laman: dapo.dikdasmen.kemendikbud.go.id dan melakukan pengiriman data/sinkronisasi sampai dengan tanggal 21 September 2018 yang merupakan batas akhir pengambilan data/cut off untuk program BOS triwulan IV tahun 2018.

Selanjutnya Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan melakukan sosialisasi sekaligus melakukan supervisi ke seluruh sekolah untuk memastikan tingkat keterisian data. Demikian juga LPMP dan Pengawas Sekolah dengan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk melakukan verifikasi dan validasi data Dapodikdasmen sesuai dengan kewenangannya pada wilayah binaan masing-masing. 

Demikian atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Download/unduh Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 silahkan klik di sini. Semoga bermanfaat dan terimakasih

Sumber artikel : klik disini

3 Cara Instal Dapodik 2019 Agar Tidak Error

Berikut ini adalah 3 Cara Instal Dapodik 2019 Agar Tidak ErrorSahabat Operator Dapodik yang berbahagia... Tepat pada tanggal 17 Agustus 2018 telah dirilis secara resmi aplikasi Dapodik Versi 2019. Sebagaimana pengumuman resmi yang disampaikan melalui laman Dapodikdasmen Dirjen Dikdasmen yang ditujukan kepada Yth. Bapak/Ibu Kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB serta Operator Dapodik SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB  di seluruh Indonesia sebagai berikut :

Secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 telah menggunakan database yang baru, oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2017b patch 1 dan patch 2) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2019, akan tetapi harus melakukan install ulang dan registrasi ulang. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER dan tidak ada versi UPDATER, maksutnya adalah kita wajib menghapus aplikasi lama dan menggantikan dengan dapodik yang versi terbaru.

Berikut ini adalah 3 langkah Instalasi dapodik 2019 Agar tidak terjadi kesalahan atau error di kemudian hari : 

Langkah 1

Download Semua Aplikasi yang dibutuhkan dalam hal ini adalah Installer dapodik dan juga prefill (jika anda ingin melakukan registrasi offline).


Langkah 2

Perlu diketahui sebelum melakukan instalasi dapodik 2019 jangan lupa selesaikan dulu pengiriman aplikasi PMP dikarenakana isian kuisioner PMP tahun ini masih mengacu pada siswa yang lama. 

Langkah 3

Silahkan Uninstal/Copot pemasangan Dapodik versi 2018 kemudian dilanjutkan dengan mulai meng instal/memasang aplikasi Dapodik yang telah di unduh tadi, untuk lebih lengkapnya tentang cara instalasi dapodik terbaru anda bisa baca Buku Panduan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 (Linknya ada di point c). Setelah itu anda lakukan registrasi dapodiknya seperti biasa. 

Selesai, Demikian 3 Cara Instal Dapodik 2019 Agar Tidak Error, semoga bermanfaat.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget